Mutiara Esai I
by Musthafa Luthfi Al-Manfaluthi
CV. Nas Media Pustaka
Book Information
Title
Mutiara Esai I
Author
Musthafa Luthfi Al-Manfaluthi
Edition
Monograf
Series
Tidak berseri
Publication Year
2026
Publication Month
Juli
Number of Pages
100
Book Height
21 cm
Reader Group
Umum
Library Type
Non-Fiksi
Genre Category
Buku Umum
Publication
Idebuku
Media
Buku
DDC Classification
002 — Buku
Publication Province
Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Publication City/District
Kota Administrasi Jakarta Selatan
Distributor
https://idebuku.id/store/wp-admin/
Book Link
https://idebuku.id/store/product/mutiara-esai-i/
Description / Abstract
Al-Manfaluthi berusia tiga belas tahun ketika masuk ke Al-Azhar. Selama di sana, ia menjalin hubungan dengan Imam Syaikh Muhammad Abduh dan menjadi muridnya pada tahun-tahun terakhir kehidupan sang syekh. Ia menerima darinya pelajaran-pelajaran ilmiah dan keagamaan yang disampaikan kepada para pelajar. Disebutkan bahwa ia termasuk salah satu murid paling cerdas. Muhammad Abduh pun menyayanginya, hingga al-Manfaluthi menjadi salah satu sahabat terdekatnya. Sang syekh sangat menghormati dan mengaguminya. Ketika sebagian ulama Al-Azhar mulai menentang Imam Muhammad Abduh dan metode beliau dalam mengajarkan agama serta tafsir, Al-Manfaluthi tampil membela gurunya, sekaligus mengkritik mereka dan metode mereka. Saat sang imam wafat, Al-Manfaluthi sangat berduka, meratapi kepergiannya, lalu meninggalkan Al-Azhar tanpa memperoleh gelar ‘alimiyyah4. Ia kembali ke kampung halamannya di Manfalut dan tinggal di sana selama beberapa tahun sambil mengurus pekerjaan pribadinya.
Synopsis
Al-Manfaluthi berusia tiga belas tahun ketika masuk ke Al-Azhar. Selama di sana, ia menjalin hubungan dengan Imam Syaikh Muhammad Abduh dan menjadi muridnya pada tahun-tahun terakhir kehidupan sang syekh. Ia menerima darinya pelajaran-pelajaran ilmiah dan keagamaan yang disampaikan kepada para pelajar. Disebutkan bahwa ia termasuk salah satu murid paling cerdas. Muhammad Abduh pun menyayanginya, hingga al-Manfaluthi menjadi salah satu sahabat terdekatnya. Sang syekh sangat menghormati dan mengaguminya. Ketika sebagian ulama Al-Azhar mulai menentang Imam Muhammad Abduh dan metode beliau dalam mengajarkan agama serta tafsir, Al-Manfaluthi tampil membela gurunya, sekaligus mengkritik mereka dan metode mereka. Saat sang imam wafat, Al-Manfaluthi sangat berduka, meratapi kepergiannya, lalu meninggalkan Al-Azhar tanpa memperoleh gelar ‘alimiyyah4. Ia kembali ke kampung halamannya di Manfalut dan tinggal di sana selama beberapa tahun sambil mengurus pekerjaan pribadinya.
QRSBN Status
QRSBN Number
62-0071-03729-6
Date Accepted
26 Jul 2026
Submission Date
26 Jul 2026
Status
ValidatedPublisher
Publisher Name
CV. Nas Media Pustaka
Location
Kota Makassar, Sulawesi Selatan