Logo
QRSBN QR Code Standard Book Number
Home Search Book Detail
QRSBN Verified

Berhenti Berceramah: Lima Cara Media Digital Menghidupkan Kelas Ekonomi di SMA

by Aprillia Zachra; Moko Fitriawan; Putri Perdian Mustika; Sofia Nazmatul Alqibtiah; Wiwi; Asep Hidayat

CV. Nas Media Pustaka

62-0071-04133-7
QR Code

Book Information

Title

Berhenti Berceramah: Lima Cara Media Digital Menghidupkan Kelas Ekonomi di SMA

Author

Aprillia Zachra; Moko Fitriawan; Putri Perdian Mustika; Sofia Nazmatul Alqibtiah; Wiwi; Asep Hidayat

Edition

Monograf

Series

Tidak berseri

Publication Year

2026

Publication Month

September

Number of Pages

100

Book Height

21 cm

Reader Group

Umum

Library Type

Non-Fiksi

Genre Category

Buku Umum

Publication

PT. Nas Media Indonesia

Media

Buku

Book Category

Umum

DDC Classification

002 — Buku

Publication Province

Daerah Khusus Ibukota Jakarta

Publication City/District

Kota Administrasi Jakarta Selatan

Distributor

https://idebuku.id/store/wp-admin/

Book Link

https://idebuku.id/store/product/berhenti-berceramah-lima-cara-media-digital-menghidupkan-kelas-ekonomi-di-sma/

Description / Abstract

Pernahkah raut muka siswa Anda amati pada saat jam pelajaran ekonomi baru dibuka? Ada yang menundukkan kepala, ada pula yang tenggelam dalam layar gawai, dan hanya sebagian kecil menghadap ke depan dengan sorot mata penasaran. Pemandangan semacam itu lazim dijumpai di banyak sekolah, dan sayangnya ia mencerminkan masalah yang sering dipandang sepele, yakni lemahnya minat belajar. Padahal keberhasilan sebuah pembelajaran sangat bertumpu pada minat belajar sebagai salah satu fondasinya. Siswa yang berminat umumnya menyimak dengan serius, ikut ambil bagian dalam diskusi, menikmati jalannya pelajaran, serta terdorong menyelami materi lebih jauh (Slameto, 2021; Djaali, 2020). Apabila keempat hal tersebut, yakni perasaan senang, perhatian, keterlibatan aktif, dan ketertarikan untuk belajar, tidak kunjung tumbuh, materi apa pun yang guru sampaikan hanya akan menjadi pengetahuan yang lekas menguap. Pada mata pelajaran ekonomi, masalah tersebut terasa jauh lebih tajam. Kandungan materinya dipenuhi gagasan abstrak, sebut saja permintaan dan penawaran, inflasi, pasar, sampai sistem pembayaran, yakni hal-hal yang tidak kasatmata dan menghendaki penalaran logis serta analitis. Bila hal itu berpadu dengan metode mengajar yang monoton, wajar apabila ekonomi dinilai banyak siswa sebagai pelajaran yang berat lagi menjemukan. Ironisnya, siswa SMA hari ini justru dibesarkan bersama teknologi digital dan telah terbiasa dengan aktivitas serba interaktif. Terbentang jurang yang kentara antara gaya belajar yang mereka gemari dengan gaya mengajar yang selama ini mereka terima.

Synopsis

Betapa pentingnya minat belajar bahkan sudah tercermin dalam kebijakan pendidikan tingkat nasional. Lewat Kurikulum Merdeka, pemerintah menekankan keharusan guru menghadirkan pembelajaran yang bermakna, menggembirakan, dan relevan, yang penyelenggaraannya menyesuaikan kesanggupan, ketertarikan, serta corak belajar masing-masing siswa (Kemendikbudristek, 2022). Artinya, menumbuhkan minat belajar bukan hanya persoalan pedagogis, tetapi juga tuntutan kebijakan yang mendesak. Persoalan berikutnya, dengan cara apa hal itu diwujudkan?

QRSBN Status

QRSBN Number

62-0071-04133-7

Date Accepted

22 Sep 2026

Submission Date

22 Sep 2026

Status

Validated

Publisher

Publisher Name

CV. Nas Media Pustaka

Location

Kota Makassar, Sulawesi Selatan