Cerita Rakyat Pasaman Barat
by Asmutia Dabeta Denni Meilizon Desma Enim Tanjung Fakhrida Reveliyanti Nosrisna Sriyanti Yani Sestria
CV Azka Pustaka
Book Information
Title
Cerita Rakyat Pasaman Barat
Author
Asmutia Dabeta Denni Meilizon Desma Enim Tanjung Fakhrida Reveliyanti Nosrisna Sriyanti Yani Sestria
Edition
1
Publication Year
2026
Publication Month
Juni
Number of Pages
112
Book Height
21 cm
Reader Group
Umum
Library Type
Fiksi
Genre Category
Cerpen
Publication
2026
Media
Buku
Book Category
cerpen
DDC Classification
002 โ Buku
Publication Province
Sumatera Barat
Publication City/District
Kabupaten Pasaman Barat
Distributor
toko Buku Azka Pustaka
Book Link
https://penerbitazkapustaka.com/product/cerita-rakyat-pasaman-barat/
Subject
cerpen
Description / Abstract
Setahun yang lalu, saat ayah Upiak menikah lagi, Upiak dikembalikan kepada neneknya. Sebab, Nenek tetap teguh memegang prinsip matrilineal adat Minangkabau, di mana seorang anak menganut garis keturunan ibunya. Sering kali Upiak merasa rindu kepada ayahnya, hingga berujung kesedihan. Sebab, setelah ayahnya memiliki keluarga baru dan hidup berkecukupan bersama keluarga barunya di kota, sang ayah sekali pun tidak pernah menjenguk putrinya itu.
Synopsis
Kini, Upiak harus pasrah menjalani hari-harinya di rumah panggung tua yang berdiri di tengah sawah dan ladang yang hijau. Dari jendela rumah terlihat Gunung Pasaman menjulang tinggi. Pohon-pohon besar tumbuh rindang di sekitar rumah, membuat udara terasa sejuk dan segar. Berbagai tanaman seperti kangkung, kacang panjang, ubi kayu, ubi jalar, hingga jagung tumbuh subur di pekarangan. Di dekat sawah juga terdapat kolam ikan nila yang menjadi sumber makanan mereka sehari-hari. Jadi, walaupun hidup sederhana, Upiak dan Nenek tidak pernah kekurangan makanan. Nenek juga selalu mengajarkan hidup sederhana dan dekat dengan agama kepada cucu kesayangannya, di mana Adaik Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Setiap hari, Upiak membantu Nenek menggembala anak kambing di padang rumput. Kambing-kambing itulah yang kini menjadi teman bermainnya. Namun, di balik suasana kampung yang indah, hati Upiak masih dipenuhi rasa rindu kepada kedua orang tuanya. Saat duduk bersandar di bawah pohon besar sambil menikmati tumbang ubi buatan nenek, air matanya mulai jatuh tanpa ia sadari. Upiak rindu kepada ibunya yang ia panggil โUmakโ. โUpiak, Upiak, main wak lah!โ
QRSBN Status
QRSBN Number
62-0217-03625-6
Date Accepted
02 Jul 2026
Submission Date
02 Jul 2026
Status
ValidatedPublisher
Publisher Name
CV Azka Pustaka
Location
Kab. Pasaman Barat, Sumatera Barat