Logo
QRSBN QR Code Standard Book Number
Home Search Book Detail
QRSBN Verified

Ngajar Sambil Rebahan

by Yupianto, S.Pd.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo

62-0428-04244-5
QR Code

Book Information

Title

Ngajar Sambil Rebahan

Author

Yupianto, S.Pd.

Edition

-

Series

-

Publication Year

2026

Publication Month

Oktober

Number of Pages

84

Book Height

14 cm

Reader Group

Umum

Library Type

Fiksi

Genre Category

Buku Umum

Publication

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo

Media

Buku

Book Category

Pendidikan

DDC Classification

371 — Sekolah dan Kegiatannya

Publication Province

Jawa Timur

Publication City/District

Kota Probolinggo

Distributor

-

Book Link

https://sites.google.com/admin.smp.belajar.id/ketenagaan/program-kegiatan/penulisan-buku-solo#h.x6vwqquq06x5

Subject

Pendidikan

Description / Abstract

Mengajar tak lagi harus berdiri di depan kelas dengan menggunakan spidol di tangan. Ngajar Sambil Rebahan hadir untuk menggugah cara pandang baru tentang profesi guru di era digital. Mengajar bukan soal posisi tubuh, tetapi soal fleksibilitas berpikir, efisiensi energi, dan kemampuan menyesuaikan diri dengan perubahan zaman. Buku ini dibuka dengan realita guru Gen Z yang capek tetapi dituntut memenuhi berbagai ekspektasi dari banyak pihak. Beban kerja yang berat tetap harus diimbangi dengan pembelajaran terbaik bagi murid. Dari sinilah lahir filosofi "ngajar sambil rebahan" sebagai simbol perubahan paradigma dari metode konvensional menuju cara mengajar yang lebih humanis, adaptif, dan berbasis teknologi. Dari gawai sambil rebahan pun guru tetap bisa menginspirasi tanpa harus terjebak rutinitas yang kaku. Ada istilah "tak kenal maka tak sayang" yang mungkin sering kalian dengar. Istilah tersebut menggambarkan bekal bagi guru sebelum mengajar: guru wajib tahu siapa yang diajarinya. Generasi Z dan Alpha adalah generasi yang berbeda dari generasi sebelumnya. Tumbuh dengan gawai di tangan, mereka memiliki cara belajar yang berbeda namun tetap haus akan makna. Buku ini mengajak guru melihat mereka bukan sebagai tantangan, tetapi sebagai peluang kreativitas. Tidak berhenti pada generasi, buku ini juga mengupas sisi psikologis murid dari perspektif urutan lahir: anak pertama yang perfeksionis, anak kedua yang kreatif dan sensitif, hingga si bungsu yang penuh ide liar. Semuanya memiliki pola belajar dan kebutuhan emosi yang berbeda. Guru diajak menyesuaikan pendekatan agar kelas menjadi ruang tumbuh yang inklusif bagi setiap tipe murid. Pada bagian akhir, buku ini menghadirkan bab reflektif: bagaimana seorang guru bisa tetap tenang di tengah tekanan profesi? Melalui kearifan Stoikisme, guru diajak memahami dikotomi kendali, mengelola emosi, serta menemukan ketenangan dalam kekacauan. Dengan prinsip "memento mori" dan "amor fati", profesi guru menjadi perjalanan penuh makna, bukan hanya rutinitas. Ngajar Sambil Rebahan adalah buku bagi guru yang ingin tetap waras, kreatif, dan relevan di era serbadigital. Sebuah panduan praktis sekaligus renungan mendalam tentang bagaimana mengajar dengan cara baru, hati yang lebih lapang, dan pikiran yang lebih tenang. Buku ini bukan sekadar bacaan, tetapi teman seperjalanan bagi para pendidik masa kini.

Synopsis

Mengajar tak lagi harus berdiri di depan kelas dengan menggunakan spidol di tangan. Ngajar Sambil Rebahan hadir untuk menggugah cara pandang baru tentang profesi guru di era digital. Mengajar bukan soal posisi tubuh, tetapi soal fleksibilitas berpikir, efisiensi energi, dan kemampuan menyesuaikan diri dengan perubahan zaman. Buku ini dibuka dengan realita guru Gen Z yang capek tetapi dituntut memenuhi berbagai ekspektasi dari banyak pihak. Beban kerja yang berat tetap harus diimbangi dengan pembelajaran terbaik bagi murid. Dari sinilah lahir filosofi "ngajar sambil rebahan" sebagai simbol perubahan paradigma dari metode konvensional menuju cara mengajar yang lebih humanis, adaptif, dan berbasis teknologi. Dari gawai sambil rebahan pun guru tetap bisa menginspirasi tanpa harus terjebak rutinitas yang kaku. Ada istilah "tak kenal maka tak sayang" yang mungkin sering kalian dengar. Istilah tersebut menggambarkan bekal bagi guru sebelum mengajar: guru wajib tahu siapa yang diajarinya. Generasi Z dan Alpha adalah generasi yang berbeda dari generasi sebelumnya. Tumbuh dengan gawai di tangan, mereka memiliki cara belajar yang berbeda namun tetap haus akan makna. Buku ini mengajak guru melihat mereka bukan sebagai tantangan, tetapi sebagai peluang kreativitas. Tidak berhenti pada generasi, buku ini juga mengupas sisi psikologis murid dari perspektif urutan lahir: anak pertama yang perfeksionis, anak kedua yang kreatif dan sensitif, hingga si bungsu yang penuh ide liar. Semuanya memiliki pola belajar dan kebutuhan emosi yang berbeda. Guru diajak menyesuaikan pendekatan agar kelas menjadi ruang tumbuh yang inklusif bagi setiap tipe murid. Pada bagian akhir, buku ini menghadirkan bab reflektif: bagaimana seorang guru bisa tetap tenang di tengah tekanan profesi? Melalui kearifan Stoikisme, guru diajak memahami dikotomi kendali, mengelola emosi, serta menemukan ketenangan dalam kekacauan. Dengan prinsip "memento mori" dan "amor fati", profesi guru menjadi perjalanan penuh makna, bukan hanya rutinitas. Ngajar Sambil Rebahan adalah buku bagi guru yang ingin tetap waras, kreatif, dan relevan di era serbadigital. Sebuah panduan praktis sekaligus renungan mendalam tentang bagaimana mengajar dengan cara baru, hati yang lebih lapang, dan pikiran yang lebih tenang. Buku ini bukan sekadar bacaan, tetapi teman seperjalanan bagi para pendidik masa kini.

QRSBN Status

QRSBN Number

62-0428-04244-5

Date Accepted

07 Oct 2026

Submission Date

07 Oct 2026

Status

Validated

Publisher

Publisher Name

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo

Location

Kota Probolinggo, Jawa Timur