IBADAH SEBAGAI PERJUMPAAN DENGAN TUHAN
by Pdt.Remanto Tumanggor, MTh
THEOVERRABOOKS
Book Information
Title
IBADAH SEBAGAI PERJUMPAAN DENGAN TUHAN
Author
Pdt.Remanto Tumanggor, MTh
Edition
Cetakan 1
Publication Year
2026
Publication Month
September
Number of Pages
102
Book Height
21 cm
Reader Group
Semua Usia
Library Type
Non-Fiksi
Genre Category
Buku Agama
Publication
THEOVERRABOOKS
Media
E-book (PDF)
Book Category
E-book Kristiani
DDC Classification
230 — Teologi Doktrinal Kristen
Publication Province
Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Book Link
https://sites.google.com/view/remantobooks/e-book_1
Subject
Makna Teologi Ibadah
Description / Abstract
IBADAH SEBAGAI PERJUMPAAN DENGAN TUHAN Makna Teologi Ibadah Ibadah bukan sekadar kegiatan rutin yang dilakukan oleh umat percaya setiap minggu. Ibadah merupakan peristiwa iman ketika manusia datang menghadap Allah, mendengarkan firman-Nya, merespons kasih karunia-Nya, memuji dan memuliakan-Nya, serta mengalami pembaruan kehidupan. Karena itu, memahami ibadah berarti memahami bagaimana manusia berelasi dengan Allah di tengah kehidupan yang nyata. Buku IBADAH SEBAGAI PERJUMPAAN DENGAN TUHAN mengajak pembaca menggali makna teologis ibadah sebagai sebuah perjumpaan antara Allah dan umat-Nya. Ibadah tidak pertama-tama berpusat pada manusia yang mencari Tuhan, melainkan pada Allah yang terlebih dahulu memanggil, menyapa, mengumpulkan, dan hadir di tengah umat-Nya. Dalam perspektif ini, setiap unsur ibadah memiliki makna yang lebih dalam. Panggilan beribadah menyatakan inisiatif Allah; pengakuan dosa mengungkapkan kerendahan hati manusia di hadapan kekudusan-Nya; pemberitaan firman menjadi ruang ketika umat mendengar kehendak Allah; doa menjadi respons iman; pujian menjadi ungkapan syukur; dan pengutusan menjadi panggilan untuk membawa pengalaman perjumpaan dengan Tuhan ke dalam kehidupan sehari-hari. Buku ini juga mengajak pembaca melihat hubungan antara ibadah dan kehidupan. Ibadah tidak berhenti ketika liturgi selesai dan jemaat meninggalkan gedung gereja. Perjumpaan dengan Tuhan seharusnya menghasilkan perubahan dalam cara manusia berpikir, berbicara, bekerja, melayani, memperlakukan sesama, dan menjalani panggilannya di tengah dunia. Dengan demikian, ibadah bukan sekadar rutinitas keagamaan, melainkan pusat pembentukan kehidupan umat percaya. Di dalam ibadah, manusia diingatkan kembali siapa Allah, siapa dirinya, untuk apa ia hidup, dan ke mana ia diutus. Buku ini dapat menjadi bahan refleksi bagi jemaat, pendeta, penatua, liturgos, pemusik gereja, mahasiswa teologi, serta para pelayan gereja yang ingin memahami ibadah bukan hanya dari sisi tata liturgi, tetapi terutama dari kedalaman makna teologisnya.
Synopsis
IBADAH SEBAGAI PERJUMPAAN DENGAN TUHAN Makna Teologi Ibadah Mengapa kita beribadah? Apakah ibadah hanya kewajiban keagamaan? Apakah kita datang ke gereja sekadar untuk menyanyikan lagu, mendengarkan khotbah, berdoa, dan kemudian pulang? Buku IBADAH SEBAGAI PERJUMPAAN DENGAN TUHAN mengajak pembaca melihat ibadah dari perspektif yang lebih mendalam. Ibadah bukan hanya rangkaian kegiatan liturgis, melainkan sebuah peristiwa iman: manusia datang ke hadapan Allah dan mengalami panggilan, teguran, pengampunan, penghiburan, pembaruan, dan pengutusan. Perjumpaan dengan Tuhan dimulai dari kesadaran bahwa Allah adalah pihak yang terlebih dahulu mencari dan memanggil manusia. Karena itu, ibadah bukan semata-mata usaha manusia untuk mendekati Allah, tetapi respons terhadap kasih karunia dan panggilan Allah. Melalui ibadah, umat datang membawa kehidupan yang nyata. Ada yang datang dengan sukacita, ada yang membawa pergumulan; ada yang penuh harapan, ada yang sedang kecewa; ada yang merasa kuat, ada pula yang hampir menyerah. Di hadapan Tuhan, seluruh pengalaman tersebut dibawa ke dalam ruang perjumpaan dengan-Nya. Buku ini kemudian menelusuri makna teologis berbagai bagian ibadah: mengapa umat berkumpul, apa arti pengakuan dosa, mengapa firman menjadi pusat ibadah, apa makna doa dan pujian, bagaimana memahami persembahan, serta mengapa ibadah selalu berakhir dengan pengutusan. Salah satu pesan penting buku ini adalah bahwa ibadah yang sejati tidak berakhir ketika ibadah selesai. Justru setelah menerima firman, pengampunan, penghiburan, dan berkat Tuhan, umat dipanggil kembali ke tengah keluarga, pekerjaan, masyarakat, dan dunia untuk menghadirkan kasih Allah. Dengan demikian, gedung gereja bukanlah satu-satunya tempat perjumpaan dengan Tuhan. Perjumpaan itu berlanjut dalam kehidupan sehari-hari—ketika orang percaya mengasihi, mengampuni, bekerja dengan jujur, melayani, memperjuangkan kebenaran, memperhatikan yang lemah, dan menjadi saksi Kristus. Buku ini pada akhirnya mengajak setiap pembaca mengubah cara pandang terhadap ibadah: Jangan datang beribadah hanya untuk menjalankan kewajiban. Datanglah untuk berjumpa dengan Tuhan, dengarkan suara-Nya, biarkan hidup diperbarui oleh-Nya, lalu pulanglah untuk menghidupi kehendak-Nya. Dengan perspektif tersebut, ibadah tidak lagi menjadi rutinitas mingguan, tetapi menjadi sumber kehidupan iman yang terus mengalir dari gereja menuju dunia.
QRSBN Status
QRSBN Number
62-0430-04048-5
Date Accepted
15 Sep 2026
Submission Date
15 Sep 2026
Status
ValidatedPublisher
Publisher Name
THEOVERRABOOKS
Location
Kota Administrasi Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta