TEOLOGI KASIH
by Pdt.Remanto Tumanggor, MTh
THEOVERRABOOKS
Book Information
Title
TEOLOGI KASIH
Author
Pdt.Remanto Tumanggor, MTh
Edition
Cetakan 1
Publication Year
2026
Publication Month
Agustus
Number of Pages
185
Book Height
21 cm
Reader Group
Umum
Library Type
Non-Fiksi
Genre Category
Buku Agama
Publication
THEOVERRABOOKS
Media
E-book (PDF)
Book Category
E-book Kristiani
DDC Classification
230 โ Teologi Doktrinal Kristen
Publication Province
Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Publication City/District
Kota Administrasi Jakarta Barat
Book Link
https://sites.google.com/view/remantobooks/e-book_1
Subject
Kasih adalah Puncak dari Segala Kebajikan dan Dasar dari Seluruh Teologi Kristen
Description / Abstract
TEOLOGI KASIH Kasih adalah Puncak dari Segala Kebajikan dan Dasar dari Seluruh Teologi Kristen Kasih merupakan salah satu tema paling mendasar dalam iman Kristen. Alkitab tidak hanya berbicara tentang kasih sebagai sebuah perasaan, tetapi sebagai sikap, tindakan, dan cara hidup yang berakar pada karakter Allah. Karena itu, memahami kasih berarti memasuki salah satu pusat penting dalam pemahaman iman Kristen tentang Allah, manusia, keselamatan, dan kehidupan bersama. Buku Teologi Kasih mengajak pembaca memahami kasih secara lebih mendalam, baik dari perspektif biblika maupun teologis dan praktis. Kasih ditempatkan bukan sekadar sebagai salah satu kebajikan di antara berbagai kebajikan lainnya, melainkan sebagai prinsip yang mengarahkan kehidupan orang percaya. Dalam kasih, iman menemukan wujudnya dalam relasi dengan Allah dan sesama. Pembahasan buku ini menelusuri berbagai dimensi kasih dalam kesaksian Alkitab. Kasih Allah menjadi dasar pemahaman tentang relasi Allah dengan manusia, sementara kasih kepada sesama menjadi konsekuensi nyata dari kehidupan yang telah menerima kasih Allah. Kasih kepada musuh, pengampunan, kerendahan hati, kesetiaan, pengorbanan, dan pelayanan menjadi bagian dari refleksi mengenai bagaimana kasih diwujudkan dalam kehidupan. Kasih juga dibahas dalam kaitannya dengan kebajikan-kebajikan Kristen lainnya. Iman tanpa kasih dapat kehilangan wujud praksisnya, pengetahuan tanpa kasih dapat berubah menjadi kesombongan, pelayanan tanpa kasih dapat kehilangan ketulusan, dan kebenaran tanpa kasih dapat disampaikan tanpa kelembutan. Dalam kerangka ini, kasih menjadi prinsip yang menuntun kebajikan-kebajikan tersebut agar diarahkan kepada kebaikan dan pembangunan kehidupan bersama. Buku ini tidak mengabaikan kenyataan bahwa menghidupi kasih bukanlah sesuatu yang mudah. Kehidupan manusia dipenuhi konflik, luka, kekecewaan, perbedaan, ketidakadilan, dan pengalaman relasional yang sulit. Karena itu, kasih tidak dipahami sebagai sikap membenarkan segala sesuatu atau menghilangkan batas yang sehat. Kasih juga dapat berjalan bersama kebenaran, tanggung jawab, keadilan, pengampunan, dan keberanian untuk mengatakan yang benar. Dalam konteks kehidupan keluarga, gereja, masyarakat, dan dunia digital, pembaca diajak menemukan bentuk-bentuk konkret kasih. Kasih dapat diwujudkan melalui mendengar, menghargai, menolong, mengampuni, melayani, menjaga perkataan, menghormati perbedaan, serta memberikan perhatian kepada mereka yang membutuhkan. Dengan demikian, teologi tidak berhenti pada konsep, tetapi menjadi kehidupan yang dapat dirasakan dan disaksikan. Pada akhirnya, Teologi Kasih mengajak pembaca kembali kepada inti kehidupan Kristen: mengenal kasih Allah dan menjadikan kasih sebagai dasar kehidupan bersama. Kasih bukan sekadar tema yang dibicarakan dalam teologi, melainkan panggilan untuk menghadirkan karakter Kristus dalam kehidupan nyata. Ketika kasih menjadi dasar iman dan tindakan, kehidupan Kristen memperoleh arah yang lebih utuh: mengasihi Allah, mengasihi sesama, dan menghadirkan kebaikan di tengah dunia.
Synopsis
TEOLOGI KASIH Kasih adalah Puncak dari Segala Kebajikan dan Dasar dari Seluruh Teologi Kristen Apa arti kasih dalam iman Kristen? Apakah kasih hanya sebuah perasaan yang muncul ketika seseorang menyukai atau menyayangi orang lain? Ataukah kasih merupakan sebuah keputusan dan cara hidup yang berakar pada hubungan manusia dengan Allah? Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi pintu masuk buku Teologi Kasih. Buku ini membawa pembaca memahami bahwa kasih memiliki tempat yang sangat penting dalam keseluruhan kehidupan Kristen. Kasih tidak hanya berkaitan dengan hubungan antarmanusia, tetapi juga berhubungan dengan pemahaman tentang Allah, penciptaan, dosa, keselamatan, Kristus, gereja, dan kehidupan orang percaya. Pembahasan mengenai kasih Allah menjadi salah satu dasar utama buku ini. Dari kasih Allah, pembaca diajak melihat bahwa kehidupan Kristen bukan pertama-tama dimulai dari usaha manusia untuk mencari Allah, melainkan dari respons terhadap kasih dan karya Allah. Kasih kemudian diwujudkan dalam relasi manusia dengan sesama melalui perhatian, kesetiaan, pengampunan, pelayanan, dan pengorbanan. Buku ini juga mengajak pembaca memahami kasih melalui kehidupan dan karya Yesus Kristus. Kasih Kristus tidak hanya dinyatakan melalui perkataan, tetapi juga melalui tindakan yang menerima, melayani, mengampuni, menolong, dan memberikan diri. Karena itu, Kristus menjadi teladan penting dalam memahami bagaimana kasih seharusnya dihidupi dalam kehidupan orang percaya. Selanjutnya, berbagai tantangan dalam menghidupi kasih dibahas secara reflektif. Bagaimana mengasihi orang yang menyakiti kita? Bagaimana mengampuni tanpa mengabaikan keadilan? Bagaimana mengasihi tanpa kehilangan batas yang sehat? Bagaimana menyampaikan kebenaran tanpa kehilangan kelembutan? Pertanyaan-pertanyaan tersebut memperlihatkan bahwa kasih Kristen membutuhkan kedewasaan, kebijaksanaan, dan keberanian. Kasih juga ditempatkan dalam kehidupan keluarga dan gereja. Keluarga membutuhkan kasih untuk membangun kepercayaan dan pengampunan, sementara gereja membutuhkan kasih agar persekutuan tidak berubah menjadi ruang persaingan, penghakiman, atau perebutan kepentingan. Dalam kehidupan masyarakat, kasih mendorong kepedulian terhadap mereka yang lemah, terlupakan, dan membutuhkan pertolongan. Pada bagian akhir, pembaca diajak melihat hubungan kasih dengan berbagai kebajikan Kristen seperti iman, pengharapan, kesabaran, kerendahan hati, kejujuran, kesetiaan, pengampunan, dan pelayanan. Kasih menjadi kekuatan yang menyatukan kebajikan-kebajikan tersebut sehingga kehidupan iman tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi menghasilkan karakter dan tindakan. Teologi Kasih pada akhirnya merupakan ajakan untuk kembali bertanya bukan hanya, โApa yang saya percayai?โ, tetapi juga, โBagaimana iman saya terlihat dalam cara saya mengasihi?โ Sebab teologi yang hidup bukan hanya menghasilkan pemahaman tentang Allah, tetapi juga membentuk manusia untuk hidup dalam kasih kepada Allah dan sesama.
QRSBN Status
QRSBN Number
62-0430-04113-9
Date Accepted
17 Sep 2026
Submission Date
17 Sep 2026
Status
ValidatedPublisher
Publisher Name
THEOVERRABOOKS
Location
Kota Administrasi Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta