Logo
QRSBN QR Code Standard Book Number
Home Search Book Detail
QRSBN Verified

Filsafat Pendidikan Seni sebagai Kompas Menemukan Arah di Tengah Perubahan

by Azra Nafisah Zuhra; Sarah Fadhilla; Tasya Aulia Rosse; Bunga Syiva Adzkia; Chika alfisyah; Ahmad Akh

CV. Nas Media Pustaka

62-0071-03656-6
QR Code

Book Information

Title

Filsafat Pendidikan Seni sebagai Kompas Menemukan Arah di Tengah Perubahan

Author

Azra Nafisah Zuhra; Sarah Fadhilla; Tasya Aulia Rosse; Bunga Syiva Adzkia; Chika alfisyah; Ahmad Akh

Edition

Monograf

Series

Tidak berseri

Publication Year

2026

Publication Month

Juli

Number of Pages

100

Book Height

21 cm

Reader Group

Umum

Library Type

Non-Fiksi

Genre Category

Buku Referensi

Publication

Idebuku

Media

Buku

DDC Classification

002 — Buku

Publication Province

Daerah Khusus Ibukota Jakarta

Publication City/District

Kota Administrasi Jakarta Selatan

Distributor

https://idebuku.id/store/wp-admin/

Book Link

https://idebuku.id/store/product/filsafat-pendidikan-seni-sebagai-kompas-menemukan-arah-di-tengah-perubahan/

Description / Abstract

Rekonstruksi posisi manusia di era AI, di mana teknologi tidak dipandang sebagai musuh melainkan sebagai mitra kolaborasi (hibrida). Secara filosofis, AI hanyalah alat komputasi yang tidak memiliki kesadaran, sehingga manusia tetap memegang kendali penuh sebagai pemilik niat (intensionalitas), pengonsep ide (prompting), dan penentu makna (kurator) dari karya seni. Melalui pendekatan kurikulum yang seimbang antara teknologi digital dan teknik tradisional, pendidikan seni bertujuan membekali mahasiswa dengan ketahanan mental dan moral agar tidak hanyut dalam arus otomatisasi instan yang mendehumanisasi seni.

Synopsis

Ontologi dalam seni diera sekarang ini mempertanyakan hakikat Keberadaan. Dalam konteks ini, kita mempertanyakan eksistensi karya seni yang lahir dari rahim algoritma dan bagaimana posisi kreativitas manusia di dalamnya. Di era AI, karya seni tidak lagi memiliki keterikatan organik dengan realitas fisik. Jika seni tradisional adalah mimesis (peniruan alam), maka seni AI adalah simulakra (peniruan dari peniruan tanpa referensi asli). Filsuf Indonesia, Yasraf Amir Piliang, dalam kajiannya mengenai kebudayaan digital, menegaskan bahwa kita berada di ambang lenyapnya batasan realitas. Sebagaimana dijelaskan bahwa dalam dunia simulasi digital “perbedaan antara yang asli dan yang palsu menjadi kabur karena citra digital tidak lagi merepresentasikan realitas, melainkan menciptakan realitasnya sendiri” (Piliang, 2011). Pendidikan seni harus mengajarkan bahwa secara ontologis, karya AI adalah realitas ketiga. Kreativitas manusia dalam hal ini bukan lagi menciptakan objek dari ketiadaan, melainkan menavigasi hiperrealitas tersebut. Karya seni bukan lagi benda mati, melainkan proses dinamis yang terus berubah sesuai dengan input data.

QRSBN Status

QRSBN Number

62-0071-03656-6

Date Accepted

14 Jul 2026

Submission Date

14 Jul 2026

Status

Validated

Publisher

Publisher Name

CV. Nas Media Pustaka

Location

Kota Makassar, Sulawesi Selatan