Filsafat Pendidikan Seni sebagai Kompas Menemukan Arah di Tengah Perubahan
by Azra Nafisah Zuhra; Sarah Fadhilla; Tasya Aulia Rosse; Bunga Syiva Adzkia; Chika alfisyah; Ahmad Akh
CV. Nas Media Pustaka
Book Information
Title
Filsafat Pendidikan Seni sebagai Kompas Menemukan Arah di Tengah Perubahan
Author
Azra Nafisah Zuhra; Sarah Fadhilla; Tasya Aulia Rosse; Bunga Syiva Adzkia; Chika alfisyah; Ahmad Akh
Edition
Monograf
Series
Tidak berseri
Publication Year
2026
Publication Month
Juli
Number of Pages
100
Book Height
21 cm
Reader Group
Umum
Library Type
Non-Fiksi
Genre Category
Buku Referensi
Publication
Idebuku
Media
Buku
DDC Classification
002 — Buku
Publication Province
Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Publication City/District
Kota Administrasi Jakarta Selatan
Distributor
https://idebuku.id/store/wp-admin/
Book Link
https://idebuku.id/store/product/filsafat-pendidikan-seni-sebagai-kompas-menemukan-arah-di-tengah-perubahan/
Description / Abstract
Rekonstruksi posisi manusia di era AI, di mana teknologi tidak dipandang sebagai musuh melainkan sebagai mitra kolaborasi (hibrida). Secara filosofis, AI hanyalah alat komputasi yang tidak memiliki kesadaran, sehingga manusia tetap memegang kendali penuh sebagai pemilik niat (intensionalitas), pengonsep ide (prompting), dan penentu makna (kurator) dari karya seni. Melalui pendekatan kurikulum yang seimbang antara teknologi digital dan teknik tradisional, pendidikan seni bertujuan membekali mahasiswa dengan ketahanan mental dan moral agar tidak hanyut dalam arus otomatisasi instan yang mendehumanisasi seni.
Synopsis
Ontologi dalam seni diera sekarang ini mempertanyakan hakikat Keberadaan. Dalam konteks ini, kita mempertanyakan eksistensi karya seni yang lahir dari rahim algoritma dan bagaimana posisi kreativitas manusia di dalamnya. Di era AI, karya seni tidak lagi memiliki keterikatan organik dengan realitas fisik. Jika seni tradisional adalah mimesis (peniruan alam), maka seni AI adalah simulakra (peniruan dari peniruan tanpa referensi asli). Filsuf Indonesia, Yasraf Amir Piliang, dalam kajiannya mengenai kebudayaan digital, menegaskan bahwa kita berada di ambang lenyapnya batasan realitas. Sebagaimana dijelaskan bahwa dalam dunia simulasi digital “perbedaan antara yang asli dan yang palsu menjadi kabur karena citra digital tidak lagi merepresentasikan realitas, melainkan menciptakan realitasnya sendiri” (Piliang, 2011). Pendidikan seni harus mengajarkan bahwa secara ontologis, karya AI adalah realitas ketiga. Kreativitas manusia dalam hal ini bukan lagi menciptakan objek dari ketiadaan, melainkan menavigasi hiperrealitas tersebut. Karya seni bukan lagi benda mati, melainkan proses dinamis yang terus berubah sesuai dengan input data.
QRSBN Status
QRSBN Number
62-0071-03656-6
Date Accepted
14 Jul 2026
Submission Date
14 Jul 2026
Status
ValidatedPublisher
Publisher Name
CV. Nas Media Pustaka
Location
Kota Makassar, Sulawesi Selatan