SIMBOL SEBAGAI WUJUD PERADABAN SENI: Tinjauan Sosiologi Antropologi Seni
by Alhani Miranda Jamil, Multia Evarina, Lusi Heldayani Mairita, Gyavani Lugwenza, Fanny Andriamy, Riri
CV. Hafizhah Press
Book Information
Title
SIMBOL SEBAGAI WUJUD PERADABAN SENI: Tinjauan Sosiologi Antropologi Seni
Author
Alhani Miranda Jamil, Multia Evarina, Lusi Heldayani Mairita, Gyavani Lugwenza, Fanny Andriamy, Riri
Edition
1
Publication Year
2026
Publication Month
Mei
Number of Pages
87
Book Height
21 cm
Reader Group
Umum
Library Type
Non-Fiksi
Genre Category
Buku Teks
Publication
CV Hafizhah Press
Media
Buku
Book Category
Pendidikan
DDC Classification
002 — Buku
Publication Province
Sumatera Barat
Publication City/District
Kabupaten Pasaman Barat
Distributor
Toko Buku Hafizhah Press
Book Link
https://penerbithafizhahpress.com/product/simbol-sebagai-wujud-peradaban-seni-tinjauan-sosiologi-antropologi-seni/
Subject
PENDIDIKAN
Description / Abstract
Dalam konteks musik populer Indonesia, karya-karya yang mengangkat tema ketahanan dan semangat hidup memiliki resonansi yang luas. Lagu "Manusia Kuat," yang dipopulerkan oleh Tulus, menyajikan narasi tentang semangat juang, kekuatan batin, dan keberanian dalam menghadapi tantangan hidup. Liriknya mewakili pengalaman manusia universal dalam menghadapi keterbatasan dan penderitaan, namun sekaligus menegaskan kekuatan batin yang memungkinkan kebangkitan. Untuk memahami kedalaman makna lagu tersebut, pendekatan semiotik sangat relevan. Teori semiotik yang dikembangkan oleh Charles Sanders Peirce menawarkan kerangka konseptual mengenai hubungan antara tanda, objek, dan interpretan. Melalui kategori ikon, indeks, dan simbol, struktur makna dalam lirik dapat dianalisis secara sistematis dan filosofis.
Synopsis
Dalam konteks musik populer Indonesia, karya-karya yang mengangkat tema ketahanan dan semangat hidup memiliki resonansi yang luas. Lagu "Manusia Kuat," yang dipopulerkan oleh Tulus, menyajikan narasi tentang semangat juang, kekuatan batin, dan keberanian dalam menghadapi tantangan hidup. Liriknya mewakili pengalaman manusia universal dalam menghadapi keterbatasan dan penderitaan, namun sekaligus menegaskan kekuatan batin yang memungkinkan kebangkitan. Untuk memahami kedalaman makna lagu tersebut, pendekatan semiotik sangat relevan. Teori semiotik yang dikembangkan oleh Charles Sanders Peirce menawarkan kerangka konseptual mengenai hubungan antara tanda, objek, dan interpretan. Melalui kategori ikon, indeks, dan simbol, struktur makna dalam lirik dapat dianalisis secara sistematis dan filosofis.
QRSBN Status
QRSBN Number
62-0287-03384-4
Date Accepted
20 May 2026
Submission Date
20 May 2026
Status
ValidatedPublisher
Publisher Name
CV. Hafizhah Press
Location
Kab. Pasaman Barat, Sumatera Barat