Logo
QRSBN QR Code Standard Book Number
Home Search Book Detail
QRSBN Verified

PENATUA YANG BERKENANAN KEPADA ALLAH

by Pdt.Remanto Tumanggor, MTh

THEOVERRABOOKS

62-0430-04085-3
QR Code

Book Information

Title

PENATUA YANG BERKENANAN KEPADA ALLAH

Author

Pdt.Remanto Tumanggor, MTh

Edition

Cetakan 1

Publication Year

2026

Publication Month

September

Number of Pages

165

Book Height

21 cm

Reader Group

Dewasa

Library Type

Non-Fiksi

Genre Category

Buku Agama

Publication

THEOVERRABOOKS

Media

E-book (PDF)

Book Category

E-book Kristiani

DDC Classification

230 โ€” Teologi Doktrinal Kristen

Publication Province

Daerah Khusus Ibukota Jakarta

Publication City/District

Kota Administrasi Jakarta Barat

Book Link

https://sites.google.com/view/remantobooks/e-book_1

Subject

Bahan Pengajaran dan Pembinaan untuk Penatua

Description / Abstract

PENATUA YANG BERKENANAN KEPADA ALLAH Bahan Pengajaran dan Pembinaan untuk Penatua Jabatan penatua dalam gereja bukan sekadar sebuah kedudukan organisatoris, melainkan panggilan untuk melayani umat Tuhan dengan iman, keteladanan, hikmat, dan kasih. Penatua hadir di tengah jemaat sebagai rekan sekerja dalam pelayanan, yang dipanggil untuk memperhatikan kehidupan rohani warga jemaat, mendukung pelayanan gereja, menjaga persekutuan, serta menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, menjadi penatua bukan terutama tentang memiliki kewenangan, tetapi tentang kesediaan memikul tanggung jawab pelayanan. Buku PENATUA YANG BERKENANAN KEPADA ALLAH disusun sebagai bahan pengajaran dan pembinaan untuk menolong para penatua memahami panggilan dan tanggung jawabnya secara lebih mendalam. Pembahasan diarahkan pada pertanyaan mendasar: Siapakah penatua? Mengapa gereja membutuhkan penatua? Karakter seperti apa yang seharusnya dimiliki seorang penatua? Bagaimana seorang penatua menjalankan kepemimpinan yang berkenan kepada Allah? Dan bagaimana seorang penatua menghadapi berbagai persoalan jemaat dengan iman dan kebijaksanaan? Menjadi penatua membutuhkan lebih daripada kemampuan berbicara atau menjalankan tugas organisasi. Seorang penatua dipanggil untuk membangun kehidupan rohani yang menjadi dasar pelayanannya. Doa, pembacaan dan pemahaman Firman, kerendahan hati, kesetiaan, integritas, kesabaran, kemampuan mendengar, serta kepedulian terhadap sesama merupakan bagian penting dari spiritualitas seorang pelayan gereja. Pelayanan yang terlihat di hadapan jemaat seharusnya berakar pada kehidupan yang terus-menerus dibentuk oleh Kristus. Buku ini juga membahas dimensi kepemimpinan penatua. Kepemimpinan Kristen tidak terutama dibangun di atas kekuasaan, tetapi atas keteladanan dan pengabdian. Seorang penatua perlu mampu membedakan antara memimpin dan menguasai, antara menasihati dan menghakimi, serta antara mempertahankan kepentingan pribadi dan memperjuangkan kebaikan bersama. Dalam situasi ketika muncul perbedaan pendapat, konflik, kekecewaan, atau persoalan dalam kehidupan jemaat, penatua dipanggil untuk menjadi pembawa damai dan penjaga persekutuan. Selain aspek spiritual dan kepemimpinan, buku ini memberi perhatian pada pelayanan pastoral. Penatua berhadapan langsung dengan berbagai realitas kehidupan jemaat: keluarga yang menghadapi persoalan, orang lanjut usia, mereka yang berduka, orang sakit, anak-anak, kaum muda, serta warga jemaat yang mengalami pergumulan iman. Dalam keadaan demikian, kehadiran, perhatian, doa, dan kemampuan mendengarkan sering kali menjadi bentuk pelayanan yang sangat berarti. Pembinaan penatua juga perlu membentuk kemampuan untuk bekerja bersama. Gereja bukan tempat bagi satu orang untuk menjalankan seluruh pelayanan. Penatua bekerja bersama pendeta, sesama penatua, pelayan gereja, dan seluruh warga jemaat untuk membangun tubuh Kristus. Karena itu, sikap saling menghormati, komunikasi yang sehat, kesediaan menerima masukan, dan kemampuan menempatkan kepentingan pelayanan di atas kepentingan pribadi menjadi bagian penting dari kedewasaan seorang penatua. Pada akhirnya, buku ini mengarahkan penatua untuk melihat kembali panggilannya bukan sebagai kehormatan pribadi, melainkan sebagai kepercayaan dari Tuhan untuk melayani umat-Nya. Penatua yang berkenan kepada Allah bukanlah penatua yang tidak pernah melakukan kesalahan, melainkan penatua yang terus belajar hidup dalam Kristus, bersedia dikoreksi, setia menjalankan tanggung jawab, dan menghadirkan kasih Allah melalui kehidupannya. Kebesaran seorang penatua tidak diukur dari seberapa besar kewenangan yang dimilikinya, tetapi dari seberapa tulus ia menggunakan kepercayaan itu untuk melayani Tuhan dan membangun jemaat.

Synopsis

PENATUA YANG BERKENANAN KEPADA ALLAH Bahan Pengajaran dan Pembinaan untuk Penatua Ketika seseorang dipilih atau dipercayakan menjadi penatua, ia menerima lebih dari sekadar sebuah jabatan. Ia menerima sebuah tanggung jawab untuk ikut mengambil bagian dalam kehidupan dan pelayanan gereja. Di balik tugas yang tampak sederhana terdapat panggilan yang besar: menjaga iman, memperhatikan kehidupan jemaat, menjadi teladan, membangun persekutuan, dan bekerja bersama para pelayan gereja dalam menjalankan misi Kristus. Buku ini dimulai dengan mengajak pembaca memahami kembali hakikat penatua dan panggilannya. Penatua tidak ditempatkan sebagai penguasa atas jemaat, melainkan sebagai pelayan yang menerima kepercayaan untuk membantu menggembalakan dan membangun umat Tuhan. Pemahaman ini penting karena cara seseorang memahami panggilannya akan menentukan cara ia menjalankan kepemimpinannya. Selanjutnya, pembaca diajak melihat karakter seorang penatua. Integritas, kesetiaan, kerendahan hati, kedewasaan rohani, penguasaan diri, kebijaksanaan, dan kasih bukan sekadar sifat pribadi, tetapi bagian dari kesaksian pelayanan. Seorang penatua membawa nama gereja bukan hanya ketika berada dalam rapat atau ibadah, tetapi juga melalui perkataan, keputusan, relasi keluarga, pekerjaan, dan kehidupan sosialnya. Bagian berikutnya membahas kepemimpinan yang melayani. Seorang penatua perlu belajar bahwa kepemimpinan Kristen berbeda dari pola kepemimpinan yang hanya mengejar kekuasaan dan pengaruh. Kristus menjadi teladan bahwa kepemimpinan memiliki dimensi pengorbanan, kerendahan hati, pelayanan, dan perhatian terhadap orang lain. Karena itu, penatua dipanggil untuk memimpin dengan keteladanan, bukan dengan tekanan. Dalam kehidupan jemaat, tidak semua keadaan berjalan sesuai harapan. Perbedaan karakter, kepentingan, pandangan, dan pengalaman dapat menimbulkan ketegangan. Buku ini memberikan ruang untuk membahas bagaimana penatua menghadapi konflik, kritik, perbedaan pendapat, dan kekecewaan secara dewasa. Seorang penatua perlu belajar mendengar sebelum menjawab, memahami sebelum menghakimi, dan mencari rekonsiliasi sebelum memperbesar persoalan. Pelayanan penatua juga tidak dapat dipisahkan dari kehidupan nyata warga jemaat. Karena itu, buku ini mengarahkan perhatian pada pelayanan pastoral dan kepedulian terhadap jemaat. Mengunjungi orang sakit, mendampingi keluarga yang berduka, memperhatikan lansia, mendukung keluarga, membina generasi muda, dan hadir bagi mereka yang mengalami pergumulan merupakan bentuk nyata dari pelayanan yang berakar pada kasih. Di dalam seluruh proses tersebut, penatua membutuhkan kehidupan rohani yang terus diperbarui. Penatua tidak mungkin menjadi sumber kekuatan bagi orang lain jika ia sendiri mengabaikan hubungan pribadinya dengan Tuhan. Doa, Firman, refleksi diri, pertobatan, dan kehidupan yang bergantung kepada Kristus menjadi dasar agar pelayanan tidak berubah menjadi rutinitas atau sekadar aktivitas organisasi. Buku PENATUA YANG BERKENANAN KEPADA ALLAH pada akhirnya merupakan ajakan untuk melakukan evaluasi diri: bukan hanya โ€œApa yang sudah saya kerjakan sebagai penatua?โ€, tetapi juga โ€œPribadi seperti apakah yang sedang saya bentuk melalui pelayanan ini?โ€ Pertanyaan tersebut membawa penatua dari sekadar menjalankan tugas menuju panggilan untuk menjadi teladan iman. Buku ini dapat digunakan dalam pembinaan penatua, pelatihan calon penatua, pertemuan majelis, pendalaman Alkitab, pembinaan kepemimpinan gereja, maupun bahan refleksi pribadi. Tujuannya bukan menghasilkan penatua yang sempurna, melainkan penatua yang terus bertumbuh dalam iman, karakter, hikmat, dan kasih. Penatua yang berkenan kepada Allah bukanlah orang yang mencari tempat terhormat di dalam gereja, melainkan orang yang bersedia menempatkan dirinya di tempat yang dibutuhkan untuk melayani umat Tuhan.

QRSBN Status

QRSBN Number

62-0430-04085-3

Date Accepted

16 Sep 2026

Submission Date

16 Sep 2026

Status

Validated

Publisher

Publisher Name

THEOVERRABOOKS

Location

Kota Administrasi Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta