TEOLOGI DI TENGAH DUNIA
by Pdt.Remanto Tumanggor, MTh
THEOVERRABOOKS
Book Information
Title
TEOLOGI DI TENGAH DUNIA
Author
Pdt.Remanto Tumanggor, MTh
Edition
Cetakan 1
Publication Year
2026
Publication Month
September
Number of Pages
158
Book Height
21 cm
Reader Group
Dewasa
Library Type
Non-Fiksi
Genre Category
Buku Agama
Publication
THEOVERRABOOKS
Media
E-book (PDF)
Book Category
E-book Kristiani
DDC Classification
230 — Teologi Doktrinal Kristen
Publication Province
Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Publication City/District
Kota Administrasi Jakarta Barat
Book Link
https://sites.google.com/view/remantobooks/e-book_1
Subject
100 Topik Ilustrasi yang Menghubungkan Pesan Alkitab dengan Kehidupan
Description / Abstract
TEOLOGI DI TENGAH DUNIA 100 Topik Ilustrasi yang Menghubungkan Pesan Alkitab dengan Kehidupan Rp49.000 | 14×21 cm | 158 halaman Teologi tidak hanya berbicara tentang gagasan-gagasan yang dibahas di ruang akademis. Teologi juga hadir di tengah kehidupan manusia yang nyata: di dalam keluarga, pekerjaan, masyarakat, teknologi, ekonomi, pendidikan, relasi, konflik, penderitaan, pelayanan, dan berbagai persoalan sehari-hari. Teologi di Tengah Dunia mengajak pembaca melihat bagaimana pesan Alkitab dapat dihubungkan dengan realitas kehidupan melalui 100 topik ilustrasi yang reflektif dan aplikatif. Buku ini berangkat dari kesadaran bahwa manusia hidup dalam dunia yang terus berubah. Perkembangan teknologi, perubahan budaya, tuntutan pekerjaan, dinamika keluarga, persoalan ekonomi, hubungan sosial, serta berbagai bentuk tekanan kehidupan menghadirkan pertanyaan-pertanyaan baru. Di tengah perubahan tersebut, iman Kristen dipanggil bukan untuk menjauh dari dunia, melainkan menghadirkan kesaksian tentang kasih, kebenaran, keadilan, pengharapan, dan keselamatan Allah. Seratus topik dalam buku ini menggunakan berbagai situasi kehidupan sebagai jembatan untuk memahami pesan Alkitab. Hal-hal yang sederhana—seperti perjalanan, rumah, pekerjaan, waktu, komunikasi, pintu, cahaya, air, pertumbuhan, kegagalan, keberhasilan, dan relasi manusia—dapat menjadi ilustrasi untuk membuka pemahaman terhadap tema-tema iman. Dengan cara tersebut, konsep teologis yang abstrak dapat dibawa lebih dekat kepada pengalaman konkret pembaca. Buku ini tidak bermaksud menyamakan setiap fenomena kehidupan dengan kebenaran Alkitab secara langsung. Ilustrasi berfungsi sebagai jembatan pemahaman, bukan sebagai pengganti teks Alkitab. Karena itu, setiap analogi perlu dibaca secara kritis dan ditempatkan dalam terang konteks serta kesaksian Kitab Suci. Tema-tema yang dihadirkan mencakup iman dan keraguan, kasih dan pengampunan, dosa dan pertobatan, kebenaran dan keadilan, penderitaan dan pengharapan, kepemimpinan dan pelayanan, keluarga dan relasi, kerja dan tanggung jawab, teknologi dan kehidupan manusia, serta gereja dan kesaksiannya di tengah masyarakat. Salah satu perhatian utama buku ini adalah bagaimana orang percaya dapat menjalani iman secara nyata. Iman bukan hanya sesuatu yang diucapkan dalam ibadah, tetapi juga terlihat dalam cara seseorang memperlakukan sesama, menggunakan kekuasaan, mengelola pekerjaan, menghadapi konflik, menggunakan teknologi, memperlakukan lingkungan, mengambil keputusan, dan merespons penderitaan. Dengan demikian, Teologi di Tengah Dunia dapat digunakan sebagai bahan ilustrasi khotbah, renungan, pengajaran, diskusi kelompok, pembinaan jemaat, maupun refleksi pribadi. Setiap topik dapat berdiri sebagai bahan perenungan tersendiri sekaligus menjadi pintu masuk untuk mengembangkan pembahasan teologis yang lebih luas. Pada akhirnya, buku ini mengajak pembaca memahami bahwa kehidupan sehari-hari bukan ruang yang terpisah dari iman. Justru di tengah dunia yang nyata itulah iman diuji, karakter dibentuk, kasih diwujudkan, dan kesaksian Kristen dihidupi. Teologi menjadi hidup ketika kebenaran yang kita pahami tidak berhenti dalam pikiran, tetapi menemukan bentuknya dalam cara kita menjalani kehidupan di tengah dunia.
Synopsis
TEOLOGI DI TENGAH DUNIA 100 Topik Ilustrasi yang Menghubungkan Pesan Alkitab dengan Kehidupan Bagaimana pesan Alkitab berbicara kepada manusia yang hidup di tengah dunia modern? Bagaimana iman diterapkan ketika seseorang menghadapi tekanan pekerjaan, persoalan keluarga, perkembangan teknologi, konflik, perubahan budaya, persoalan ekonomi, dan berbagai tantangan kehidupan? Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi pintu masuk bagi Teologi di Tengah Dunia. Buku ini menghadirkan 100 topik ilustrasi yang berusaha mempertemukan dua ruang yang sering dianggap berbeda: pesan Alkitab dan kehidupan sehari-hari. Padahal, iman Kristen tidak hanya berbicara mengenai kehidupan di dalam gereja. Iman juga menyentuh cara manusia bekerja, berpikir, berbicara, mengambil keputusan, menggunakan teknologi, membangun hubungan, menghadapi masalah, dan memperlakukan sesamanya. Perjalanan dimulai dari berbagai pengalaman sederhana. Sebuah pintu dapat menjadi gambaran tentang kesempatan dan pilihan. Sebuah perjalanan dapat mengingatkan manusia tentang proses kehidupan. Rumah dapat menjadi ruang untuk berbicara mengenai keluarga dan kasih. Cahaya dapat menjadi ilustrasi tentang pengharapan. Air dapat mengingatkan tentang kehidupan dan pembaruan. Sementara kegagalan, kehilangan, dan konflik dapat menjadi ruang untuk membicarakan pertobatan, pengampunan, ketekunan, dan kedewasaan iman. Buku ini kemudian membawa pembaca kepada realitas dunia modern. Teknologi dan komunikasi menjadi bagian dari kehidupan manusia, tetapi sekaligus menghadirkan pertanyaan etis tentang bagaimana kebebasan digunakan. Pekerjaan dan ekonomi dapat menjadi ruang untuk membicarakan tanggung jawab, kejujuran, keadilan, dan pemanfaatan sumber daya. Keluarga dan relasi menjadi tempat di mana kasih, kesabaran, pengampunan, dan kesetiaan diuji dalam kehidupan nyata. Dalam berbagai keadaan tersebut, Alkitab tidak ditempatkan sebagai sekadar kumpulan ayat untuk ditempelkan pada setiap persoalan. Sebaliknya, pembaca diajak memahami prinsip dan pesan teologis Alkitab kemudian merefleksikannya dalam konteks kehidupan. Dengan pendekatan ini, pembacaan Alkitab menjadi lebih kontekstual tanpa kehilangan pusat kesaksiannya. Seratus topik dalam buku ini juga memperlihatkan bahwa dunia dapat menjadi ruang bagi orang percaya untuk menghadirkan nilai-nilai Kerajaan Allah. Kejujuran dapat diwujudkan di tempat kerja. Pengampunan dapat dihidupi dalam keluarga. Keadilan dapat diperjuangkan dalam relasi sosial. Kerendahan hati dapat terlihat dalam kepemimpinan. Kepedulian dapat diwujudkan terhadap lingkungan. Dan pengharapan dapat tetap dipelihara ketika kehidupan berada dalam keadaan sulit. Namun buku ini juga mengingatkan bahwa dunia tidak selalu berjalan sesuai dengan nilai-nilai Kerajaan Allah. Karena itu, kehidupan di tengah dunia membutuhkan discernment, yaitu kemampuan untuk membedakan, menilai, dan mengambil sikap secara bijaksana berdasarkan iman. Orang percaya dipanggil untuk hadir di tengah dunia tanpa kehilangan identitas imannya, sekaligus terbuka untuk belajar memahami konteks tempat ia hidup. Bagi para pendeta dan pelayan gereja, 100 topik dalam buku ini dapat menjadi sumber inspirasi untuk menyusun ilustrasi khotbah yang dekat dengan pengalaman jemaat. Bagi pembaca umum, buku ini dapat menjadi bahan refleksi untuk melihat kembali kehidupan sehari-hari melalui perspektif iman. Pada akhirnya, Teologi di Tengah Dunia mengajak pembaca menyadari bahwa teologi bukan hanya tentang bagaimana manusia berbicara mengenai Allah, tetapi juga tentang bagaimana pengenalan akan Allah membentuk cara manusia menjalani kehidupan. Di tengah dunia yang terus berubah, iman tidak dipanggil untuk menjadi sekadar suara yang terdengar di dalam gereja, tetapi kesaksian yang terlihat melalui kehidupan.
QRSBN Status
QRSBN Number
62-0430-04097-5
Date Accepted
16 Sep 2026
Submission Date
16 Sep 2026
Status
ValidatedPublisher
Publisher Name
THEOVERRABOOKS
Location
Kota Administrasi Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta