Logo
QRSBN QR Code Standard Book Number
Beranda Pencarian Detail Buku
Terverifikasi QRSBN

KOTA LAMA SERPONG Sejarah, Warga, dan Jalan Menuju Masa Depan

oleh FORINA LESTARI, S.T., M.Sc., Ph.D., NOVIA KINAN HANDAYANI, S.T., M.Si., JENITA RESTUNINGSIH, DA

Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim

62-0025-04323-2
QR Code

Informasi Buku

Judul

KOTA LAMA SERPONG Sejarah, Warga, dan Jalan Menuju Masa Depan

Penulis

FORINA LESTARI, S.T., M.Sc., Ph.D., NOVIA KINAN HANDAYANI, S.T., M.Si., JENITA RESTUNINGSIH, DA

Edisi

-

Seri

-

Tahun Terbit

2026

Bulan Terbit

Oktober

Jumlah Halaman

150

Tinggi Buku

23 cm

Kelompok Pembaca

Umum

Jenis Pustaka

Monograf

Kategori Jenis

Buku Referensi

Terbitan

cendekia muslim

Media

Buku

Kategori Buku

Referensi

Klasifikasi DDC

002 — Buku

Provinsi Terbit

Sumatera Barat

Kota/Kab Terbit

Kabupaten Sijunjung

Distributor

cendekia muslim

Link Buku

https://cendekiamuslimpress.com/toko/buku/kota-lama-serpong-sejarah-warga-dan-jalan-menuju-masa-depan

Subject

Permohonan QRSBN

Deskripsi / Abstrak

Di antara Sungai Cisadane dan jalur kereta api yang menghubungkan Serpong dengan wilayah Jabodetabek, terdapat sebuah kawasan tua yang menyimpan sejarah panjang di tengah derasnya arus modernisasi: Kota Lama Serpong. Kawasan seluas 108 hektare ini bukan sekadar permukiman, tetapi ruang hidup yang mempertemukan jejak Kesultanan Banten, komunitas Sunda, Betawi, dan Tionghoa, warisan keagamaan, perjuangan rakyat, pasar tradisional, serta kehidupan masyarakat yang terus bertahan di tengah perkembangan pesat BSD City. Klenteng Boen Hay Bio yang berusia lebih dari tiga abad, Makam Keramat Tajug, Tugu Perjuangan Rakyat Serpong, hingga kuliner khas seperti Sayur Besan dan Laksa menjadi bagian dari identitas yang menjadikan kawasan ini berbeda. Buku ini mengajak pembaca melihat Kota Lama Serpong secara lebih dekat melalui perpaduan cerita, data, peta, dan hasil pengamatan lapangan. Berbagai persoalan perkotaan dibahas secara lugas, mulai dari kepadatan permukiman, kondisi lingkungan dan drainase, kebutuhan air bersih dan persampahan, ketersediaan sekolah dan fasilitas kesehatan, hingga perkembangan UMKM dan aktivitas ekonomi di sekitar Pasar Serpong serta Stasiun Serpong. Dengan jumlah penduduk yang diproyeksikan meningkat dari 10.228 jiwa pada 2024 menjadi hampir 18 ribu jiwa pada 2044, buku ini menunjukkan bahwa pertumbuhan kawasan membawa peluang sekaligus tantangan baru bagi penyediaan sarana, prasarana, lingkungan, dan mobilitas warga. Lebih dari sekadar potret sebuah kawasan, buku ini menjadi ajakan untuk memikirkan masa depan Kota Lama Serpong secara lebih terarah. Melalui analisis SWOT, pemetaan pemangku kepentingan, serta berbagai rekomendasi, pembaca diajak memahami bagaimana sejarah dan budaya dapat dilestarikan, UMKM dapat diperkuat, fasilitas dan infrastruktur dapat dikembangkan secara lebih merata, serta Stasiun Serpong dan jaringan transportasi dapat ditata agar mendukung mobilitas yang lebih baik. Ditulis dengan bahasa yang akrab dan mudah dipahami tanpa meninggalkan kedalaman data, buku ini hadir bagi warga, mahasiswa, perencana, pengambil kebijakan, maupun siapa saja yang ingin memahami bagaimana sebuah kota lama dapat tetap hidup, berkembang, dan mempertahankan identitasnya di tengah perubahan zaman.

Sinopsis

Di antara Sungai Cisadane dan jalur kereta api yang menghubungkan Serpong dengan wilayah Jabodetabek, terdapat sebuah kawasan tua yang menyimpan sejarah panjang di tengah derasnya arus modernisasi: Kota Lama Serpong. Kawasan seluas 108 hektare ini bukan sekadar permukiman, tetapi ruang hidup yang mempertemukan jejak Kesultanan Banten, komunitas Sunda, Betawi, dan Tionghoa, warisan keagamaan, perjuangan rakyat, pasar tradisional, serta kehidupan masyarakat yang terus bertahan di tengah perkembangan pesat BSD City. Klenteng Boen Hay Bio yang berusia lebih dari tiga abad, Makam Keramat Tajug, Tugu Perjuangan Rakyat Serpong, hingga kuliner khas seperti Sayur Besan dan Laksa menjadi bagian dari identitas yang menjadikan kawasan ini berbeda. Buku ini mengajak pembaca melihat Kota Lama Serpong secara lebih dekat melalui perpaduan cerita, data, peta, dan hasil pengamatan lapangan. Berbagai persoalan perkotaan dibahas secara lugas, mulai dari kepadatan permukiman, kondisi lingkungan dan drainase, kebutuhan air bersih dan persampahan, ketersediaan sekolah dan fasilitas kesehatan, hingga perkembangan UMKM dan aktivitas ekonomi di sekitar Pasar Serpong serta Stasiun Serpong. Dengan jumlah penduduk yang diproyeksikan meningkat dari 10.228 jiwa pada 2024 menjadi hampir 18 ribu jiwa pada 2044, buku ini menunjukkan bahwa pertumbuhan kawasan membawa peluang sekaligus tantangan baru bagi penyediaan sarana, prasarana, lingkungan, dan mobilitas warga. Lebih dari sekadar potret sebuah kawasan, buku ini menjadi ajakan untuk memikirkan masa depan Kota Lama Serpong secara lebih terarah. Melalui analisis SWOT, pemetaan pemangku kepentingan, serta berbagai rekomendasi, pembaca diajak memahami bagaimana sejarah dan budaya dapat dilestarikan, UMKM dapat diperkuat, fasilitas dan infrastruktur dapat dikembangkan secara lebih merata, serta Stasiun Serpong dan jaringan transportasi dapat ditata agar mendukung mobilitas yang lebih baik. Ditulis dengan bahasa yang akrab dan mudah dipahami tanpa meninggalkan kedalaman data, buku ini hadir bagi warga, mahasiswa, perencana, pengambil kebijakan, maupun siapa saja yang ingin memahami bagaimana sebuah kota lama dapat tetap hidup, berkembang, dan mempertahankan identitasnya di tengah perubahan zaman.

Status QRSBN

Nomor QRSBN

62-0025-04323-2

Tanggal Diterima

22 Oct 2026

Tanggal Pengajuan

22 Oct 2026

Status

Tervalidasi

Penerbit

Nama Penerbit

Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim

Lokasi

Kab. Sijunjung, Sumatera Barat