Nyeri pada Wajah: Arteritis Temporalis versus Neuralgia Trigeminal
oleh Sulistyani; Fathiyyatu Assa'diy Firda; Gusanta Andre Wijaya
CV. Nas Media Pustaka
Informasi Buku
Judul
Nyeri pada Wajah: Arteritis Temporalis versus Neuralgia Trigeminal
Penulis
Sulistyani; Fathiyyatu Assa'diy Firda; Gusanta Andre Wijaya
Edisi
Monograf
Seri
Tidak berseri
Tahun Terbit
2026
Bulan Terbit
Juli
Jumlah Halaman
100
Tinggi Buku
21 cm
Kelompok Pembaca
Umum
Jenis Pustaka
Non-Fiksi
Kategori Jenis
Buku Referensi
Terbitan
Idebuku
Media
Buku
Klasifikasi DDC
002 — Buku
Provinsi Terbit
Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Kota/Kab Terbit
Kota Administrasi Jakarta Selatan
Distributor
https://idebuku.id/store/wp-admin/
Link Buku
https://idebuku.id/store/product/nyeri-pada-wajah-arteritis-temporalis-versus-neuralgia-trigeminal/
Deskripsi / Abstrak
Arteritis kranial dan neuralgia trigeminal merupakan dua entitas klinis yang memiliki perbedaan fundamental dalam aspek etiologi dan mekanisme patogenesis, namun keduanya menunjukkan keterkaitan klinis yang signifikan karena melibatkan struktur saraf kranial serta sistem vaskularisasi kepala yang kompleks.1 Keterlibatan struktur vaskular dan saraf yang berhubungan langsung dengan orbita menjadikan kedua kondisi ini sangat relevan dalam konteks neuro-oftalmologi, terutama karena dapat bermanifestasi awal sebagai keluhan visual atau nyeri periocular. Arteritis kranial, yang dikenal sebagai giant cell arteritis (GCA), merupakan vaskulitis sistemik yang menyerang arteri berukuran sedang hingga besar, terutama arteri temporalis superfisial dan cabang-cabang arteri karotis eksterna. Penyakit ini merupakan vaskulitis yang paling sering dijumpai pada populasi lanjut usia dan dikategorikan sebagai kegawatdaruratan medis dalam bidang reumatologi dan oftalmologi karena risiko kehilangan penglihatan permanen akibat keterlibatan arteri oftalmika dan arteri siliaris posterior bila tidak ditangani secara dini.
Sinopsis
Pembedaan antara nyeri inflamasi vaskular dan nyeri neuropatik menjadi krusial karena strategi terapinya sangat berbeda. Arteritis kranial memerlukan terapi imunosupresif segera, sedangkan neuralgia trigeminal lebih responsif terhadap obat antikonvulsan. Keterlambatan diagnosis GCA dapat berakibat pada kehilangan penglihatan bilateral yang bersifat irreversible, bahkan setelah terapi kortikosteroid diberikan, sehingga pengenalan dini menjadi prioritas utama dalam praktik klinis neuro- oftalmologi Secara epidemiologis, arteritis kranial paling sering ditemukan pada usia lanjut dengan variasi geografis yang luas dan predisposisi genetik kuat. Neuralgia trigeminal memiliki insidensi global 4–5 kasus per 100.000 penduduk per tahun dan sangat berdampak pada kualitas hidup pasien Arteritis kranial dan neuralgia trigeminal memiliki relevansi klinis tinggi karena muncul pada kelompok usia yang sama dengan gejala awal yang serupa, namun memerlukan pendekatan diagnostik dan terapeutik yang berbeda secara fundamental. Oleh karena itu, pendekatan neuro-oftalmologi yang terintegrasi menjadi kunci dalam membedakan nyeri kepala dan nyeri wajah yang berpotensi mengancam penglihatan, serta dalam mencegah kebutaan permanen dan beban nyeri kronik jangka panjang.
Status QRSBN
Nomor QRSBN
62-0071-03678-4
Tanggal Diterima
16 Jul 2026
Tanggal Pengajuan
16 Jul 2026
Status
TervalidasiPenerbit
Nama Penerbit
CV. Nas Media Pustaka
Lokasi
Kota Makassar, Sulawesi Selatan