Dokumentasi Restorasi dan Peresmian Kembali Serta Latar Belakang Tetenger & Monumen Buud/Kud
oleh Dr. Mita Retnanestri
CV. Nas Media Pustaka
Informasi Buku
Judul
Dokumentasi Restorasi dan Peresmian Kembali Serta Latar Belakang Tetenger & Monumen Buud/Kud
Penulis
Dr. Mita Retnanestri
Edisi
Monograf
Seri
Tidak berseri
Tahun Terbit
2026
Bulan Terbit
Oktober
Jumlah Halaman
100
Tinggi Buku
21 cm
Kelompok Pembaca
Umum
Jenis Pustaka
Non-Fiksi
Kategori Jenis
Buku Umum
Terbitan
PT. Nas Media Indonesia
Media
Buku
Kategori Buku
Umum
Klasifikasi DDC
002 — Buku
Provinsi Terbit
Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Kota/Kab Terbit
Kota Administrasi Jakarta Selatan
Distributor
https://idebuku.id/store/wp-admin/
Link Buku
https://idebuku.id/store/product/dokumentasi-restorasi-dan-peresmian-kembali-serta-latar-belakang-tetenger-monumen-buud-kud/
Deskripsi / Abstrak
Buku ini disusun dengan tujuan untuk mendokumentasikan hal-hal menyangkut kegiatan restorasi dan latar belakang Tetenger & Monumen Badan Usaha Unit Desa/Koperasi Unit Desa (Tetenger & Monumen BBUD/KUD) yang terletak di Dusun Cemoro, Desa Sumberrejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Tetenger & Monumen BUUD/KUD dibangun pada tahun 1995 di tempat di mana cikal bakal KUD pertama kali didirikan dalam skema Pilot Proyek Unit Desa (PPUD) pada tahun 1969. PPUD dilaksanakan sebagai pionir pelaksanaan konsep Unit Desa dalam program Bimbingan Massal yang Disempurnakan (BIMAS-YD) sebelum dilaksanakan secara meluas ke seluruh Indonesia. Tujuan dari program Unit Desa dalam BIMAS-YD itu sendiri adalah untuk meningkatkan produksi pangan dengan memberdayakan masyarakat petani melalui institusi perbankan dan koperasi di tingkat desa.
Sinopsis
Program BIMAS adalah merupakan program peningkatan produksi pertanian, khususnya pangan,1 dan Unit Desa BIMAS-YD adalah merupakan program lintas institusi yang melibatkan Kementerian Negara Ekonomi, Keuangan, dan Industri; Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS); Kementerian dalam Negeri; Kementerian Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Koperasi; Kementerian Perdagangan; Bank Indonesia, dan Bank Rakyat Indonesia.2 Menteri Pertanian bertindak sebagai koordinator program BIMAS. Bekerja sama dengan Dinas Pertanian (DIPERTA), Badan Pangan Dunia FAO (Food and Agricultural Organisation) turut berperan dalam intensifikasi produksi pertanian dengan melakukan demonstrasi penggunaan pupuk di wilayah unit desa (Kuiper, 2004, hal. 24). Dengan program BIMAS-YD yang dimulai pada tahun 1969 tersebut, Indonesia berhasil mencapai swasembada beras pada tahun 1984 dan mendapat penghargaan dari FAO pada tahun 1986.
Status QRSBN
Nomor QRSBN
62-0071-04284-3
Tanggal Diterima
14 Oct 2026
Tanggal Pengajuan
14 Oct 2026
Status
TervalidasiPenerbit
Nama Penerbit
CV. Nas Media Pustaka
Lokasi
Kota Makassar, Sulawesi Selatan