Pelangi Cinta Di Batas Negeri
oleh John EmveBria
Penerbit Edwrite Indonesia
Informasi Buku
Judul
Pelangi Cinta Di Batas Negeri
Penulis
John EmveBria
Edisi
1
Seri
1
Tahun Terbit
2026
Bulan Terbit
Oktober
Jumlah Halaman
191
Tinggi Buku
21 cm
Kelompok Pembaca
Umum
Jenis Pustaka
Fiksi
Kategori Jenis
Novel
Terbitan
CV Edwrite Prima
Media
Buku
Kategori Buku
Fiksi
Klasifikasi DDC
899.221 — Sastra Indonesia
Provinsi Terbit
Jawa Barat
Kota/Kab Terbit
Kabupaten Bandung
Distributor
CV Edwrite Prima
Link Buku
https://drive.google.com/open?id=1PqAMVH317hywJnlMKHgksoyEjwjfOvAR&usp=drive_fs
Subject
Romansa
Deskripsi / Abstrak
Pelangi Cinta Di Batas Negeri adalah novel romansa-drama yang mengambil latar kehidupan masyarakat di perbatasan Indonesia–Timor-Leste, khususnya Atambua dan kawasan Motaain. Novel ini mengangkat kisah cinta, keluarga, luka sejarah, budaya, persaudaraan, serta harapan akan perdamaian di tanah Timor. Maria Leto, seorang perempuan muda asal Atambua, tumbuh dalam keluarga yang menjunjung tinggi adat, tradisi, dan kecintaan terhadap tanah air. Hidupnya berjalan sederhana hingga sebuah kegiatan sosial mempertemukannya dengan Jose Soares, pemuda yang memiliki hubungan erat dengan Timor-Leste. Pertemuan yang awalnya sederhana berkembang menjadi cinta. Namun cinta Maria dan Jose segera berhadapan dengan kenyataan bahwa mereka hidup di dua sisi batas negara. Perbedaan kewarganegaraan, latar belakang keluarga, pandangan orang tua, serta luka sejarah Timor membuat hubungan mereka tidak mudah diterima. Yosef Leto, ayah Maria, menyimpan trauma terhadap masa lalu. Baginya, batas negara bukan sekadar garis geografis. Di balik garis itu terdapat sejarah panjang yang pernah memisahkan keluarga dan meninggalkan luka yang belum sepenuhnya sembuh. Karena itu, ia menolak hubungan Maria dengan Jose. Di pihak lain, Ana Soares, ibu Jose, juga menyimpan kisah masa lalu yang tidak pernah diceritakannya kepada anaknya. Ketika hubungan Maria dan Jose semakin dekat, sebuah rahasia keluarga perlahan terungkap. Ternyata, masa lalu kedua keluarga mereka memiliki keterkaitan yang tidak pernah mereka bayangkan. Di tengah konflik keluarga tersebut, hadir Rafael, sahabat yang menjadi tempat Maria menemukan kekuatan, serta Suster Clara yang membantu Maria dan Jose memahami bahwa cinta bukan hanya tentang keberanian untuk memiliki, tetapi juga keberanian untuk mengampuni. Paulo pun hadir membawa potongan-potongan cerita yang akhirnya membuka jalan menuju kebenaran. Pergulatan Maria dan Jose membawa mereka pada sebuah pertanyaan besar: apakah cinta harus tunduk kepada batas yang dibuat manusia? Namun novel ini tidak sekadar bercerita tentang perjuangan dua insan mempertahankan cinta. Lebih jauh, kisah ini menggambarkan kehidupan masyarakat perbatasan yang berada di antara dua dunia—Indonesia dan Timor-Leste—tetapi tetap memiliki akar budaya, sejarah, bahasa, hubungan kekerabatan, dan nilai kemanusiaan yang saling berkelindan. Ketika rahasia masa lalu akhirnya terungkap, Yosef dan Ana dipaksa berhadapan kembali dengan luka yang selama ini mereka pendam. Pertemuan dua keluarga menjadi titik balik yang membuka jalan bagi pengampunan dan rekonsiliasi. Maria dan Jose kemudian memahami bahwa cinta mereka tidak boleh menjadi alasan untuk menghapus identitas dan kecintaan terhadap tanah air. Justru sebaliknya, cinta harus mampu menghormati perbedaan dan menjadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk membangun persaudaraan. Di sebuah sore di kawasan perbatasan, setelah hujan reda, sebuah pelangi muncul membentang di langit Timor . Pelangi itu menjadi simbol perjalanan mereka: cinta yang lahir di tengah batas, tumbuh melalui perbedaan, diuji oleh sejarah, dan akhirnya menemukan makna dalam pengampunan serta perdamaian. Pelangi Cinta Di Batas Negeri mengajak pembaca melihat perbatasan bukan hanya sebagai garis pemisah dua negara, tetapi sebagai ruang perjumpaan manusia, budaya, sejarah, dan harapan. Karena negeri boleh memiliki batas, tetapi kemanusiaan tidak pernah mengenal batas.
Sinopsis
Pelangi Cinta Di Batas Negeri adalah novel romansa-drama yang mengambil latar kehidupan masyarakat di perbatasan Indonesia–Timor-Leste, khususnya Atambua dan kawasan Motaain. Novel ini mengangkat kisah cinta, keluarga, luka sejarah, budaya, persaudaraan, serta harapan akan perdamaian di tanah Timor. Maria Leto, seorang perempuan muda asal Atambua, tumbuh dalam keluarga yang menjunjung tinggi adat, tradisi, dan kecintaan terhadap tanah air. Hidupnya berjalan sederhana hingga sebuah kegiatan sosial mempertemukannya dengan Jose Soares, pemuda yang memiliki hubungan erat dengan Timor-Leste. Pertemuan yang awalnya sederhana berkembang menjadi cinta. Namun cinta Maria dan Jose segera berhadapan dengan kenyataan bahwa mereka hidup di dua sisi batas negara. Perbedaan kewarganegaraan, latar belakang keluarga, pandangan orang tua, serta luka sejarah Timor membuat hubungan mereka tidak mudah diterima. Yosef Leto, ayah Maria, menyimpan trauma terhadap masa lalu. Baginya, batas negara bukan sekadar garis geografis. Di balik garis itu terdapat sejarah panjang yang pernah memisahkan keluarga dan meninggalkan luka yang belum sepenuhnya sembuh. Karena itu, ia menolak hubungan Maria dengan Jose. Di pihak lain, Ana Soares, ibu Jose, juga menyimpan kisah masa lalu yang tidak pernah diceritakannya kepada anaknya. Ketika hubungan Maria dan Jose semakin dekat, sebuah rahasia keluarga perlahan terungkap. Ternyata, masa lalu kedua keluarga mereka memiliki keterkaitan yang tidak pernah mereka bayangkan. Di tengah konflik keluarga tersebut, hadir Rafael, sahabat yang menjadi tempat Maria menemukan kekuatan, serta Suster Clara yang membantu Maria dan Jose memahami bahwa cinta bukan hanya tentang keberanian untuk memiliki, tetapi juga keberanian untuk mengampuni. Paulo pun hadir membawa potongan-potongan cerita yang akhirnya membuka jalan menuju kebenaran. Pergulatan Maria dan Jose membawa mereka pada sebuah pertanyaan besar: apakah cinta harus tunduk kepada batas yang dibuat manusia? Namun novel ini tidak sekadar bercerita tentang perjuangan dua insan mempertahankan cinta. Lebih jauh, kisah ini menggambarkan kehidupan masyarakat perbatasan yang berada di antara dua dunia—Indonesia dan Timor-Leste—tetapi tetap memiliki akar budaya, sejarah, bahasa, hubungan kekerabatan, dan nilai kemanusiaan yang saling berkelindan. Ketika rahasia masa lalu akhirnya terungkap, Yosef dan Ana dipaksa berhadapan kembali dengan luka yang selama ini mereka pendam. Pertemuan dua keluarga menjadi titik balik yang membuka jalan bagi pengampunan dan rekonsiliasi. Maria dan Jose kemudian memahami bahwa cinta mereka tidak boleh menjadi alasan untuk menghapus identitas dan kecintaan terhadap tanah air. Justru sebaliknya, cinta harus mampu menghormati perbedaan dan menjadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk membangun persaudaraan. Di sebuah sore di kawasan perbatasan, setelah hujan reda, sebuah pelangi muncul membentang di langit Timor . Pelangi itu menjadi simbol perjalanan mereka: cinta yang lahir di tengah batas, tumbuh melalui perbedaan, diuji oleh sejarah, dan akhirnya menemukan makna dalam pengampunan serta perdamaian. Pelangi Cinta Di Batas Negeri mengajak pembaca melihat perbatasan bukan hanya sebagai garis pemisah dua negara, tetapi sebagai ruang perjumpaan manusia, budaya, sejarah, dan harapan. Karena negeri boleh memiliki batas, tetapi kemanusiaan tidak pernah mengenal batas.
Status QRSBN
Nomor QRSBN
62-0085-04290-7
Tanggal Diterima
16 Oct 2026
Tanggal Pengajuan
16 Oct 2026
Status
TervalidasiPenerbit
Nama Penerbit
Penerbit Edwrite Indonesia
Lokasi
Kab. Bandung, Jawa Barat