EKSPLORASI MAKINDO : Kamus Digital Makassar–Inggris–Indonesia
oleh Dr. Sujariati, S.Pd., M.Pd.
CV. KARYA BAKTI MAKMUR (KBM) INDONESIA
Informasi Buku
Judul
EKSPLORASI MAKINDO : Kamus Digital Makassar–Inggris–Indonesia
Penulis
Dr. Sujariati, S.Pd., M.Pd.
Edisi
-
Seri
-
Tahun Terbit
2026
Bulan Terbit
Oktober
Jumlah Halaman
106
Tinggi Buku
23 cm
Kelompok Pembaca
Dewasa
Jenis Pustaka
Non-Fiksi
Kategori Jenis
Buku Ajar
Terbitan
Non Penelitian
Media
Buku
Kategori Buku
BUKU
Klasifikasi DDC
002 — Buku
Provinsi Terbit
Jawa Timur
Kota/Kab Terbit
Kabupaten Bojonegoro
Distributor
https://penerbitkbm.com/toko/
Link Buku
https://penerbitkbm.com/toko/eksplorasi-makindo-kamus-digital-makassar-inggris-indonesia/
Subject
Buku
Deskripsi / Abstrak
Eksplorasi MAKINDO: Kamus Digital Makassar–Inggris–Indonesia merupakan buku panduan yang memperkenalkan, menjelaskan, dan mengarahkan pembaca dalam memanfaatkan MAKINDO sebagai media digital untuk mengenal, mempelajari, menggunakan, dan melestarikan bahasa serta budaya Makassar. Buku ini hadir dari kebutuhan untuk menjaga bahasa daerah tetap hidup di tengah perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat akan penguasaan bahasa yang lebih luas, termasuk bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi global. MAKINDO menghubungkan bahasa Makassar, bahasa Inggris, dan bahasa Indonesia dalam satu ruang pembelajaran digital. Buku ini memperkenalkan dua ragam/dialek yang menjadi bagian dari sistem kosakata MAKINDO, yaitu Lakiung, yang digunakan terutama di wilayah Makassar, Gowa, dan sebagian Takalar, serta Turatea, yang terutama digunakan di wilayah Jeneponto. Setiap entri disusun dengan informasi yang membantu pengguna memahami kosakata, padanan bahasa, kategori kata, pengucapan, audio, serta informasi budaya yang berkaitan dengan istilah tertentu. Tidak hanya berfungsi sebagai kamus, MAKINDO juga dirancang sebagai media pembelajaran dan pelestarian bahasa. Buku ini menjelaskan berbagai fitur website, mulai dari pencarian kata, penyaringan berdasarkan huruf dan kategori, tampilan daftar kosakata, informasi detail setiap entri, audio pengucapan, riwayat pencarian, hingga fitur favorit. Dengan demikian, pengguna dapat belajar secara bertahap melalui proses mencari, memahami, mendengarkan, mempelajari, menggunakan, menyimpan, dan mengulanginya. Pembahasan dalam buku ini juga menunjukkan bagaimana MAKINDO dapat dimanfaatkan oleh berbagai kelompok pengguna, mulai dari masyarakat umum, siswa, mahasiswa, guru, dosen, hingga peneliti dan akademisi. Kosakata dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran, latihan bahasa, dialog, penerjemahan, permainan bahasa, serta kegiatan yang mengangkat budaya lokal. Kehadiran istilah dan bahasa budaya menjadikan MAKINDO tidak sekadar menyimpan kata, tetapi juga membantu menjaga pengetahuan, nilai, dan ingatan budaya yang melekat pada bahasa Makassar. Selain menjelaskan cara penggunaan, buku ini membahas sistem informasi kosakata, pembelajaran berbasis MAKINDO, serta pemeliharaan dan pengembangan data. Pengguna diperkenalkan pada pentingnya penambahan kosakata, pemeriksaan dan koreksi data, validasi, pembaruan sistem, serta kontribusi pengguna agar kamus dapat terus berkembang sesuai kebutuhan dan perkembangan bahasa. Pada akhirnya, buku ini menempatkan MAKINDO sebagai jembatan antara bahasa lokal dan dunia global, antara warisan budaya dan teknologi digital, serta antara generasi masa lalu, masa kini, dan masa depan. Melalui pemanfaatan teknologi secara tepat, bahasa Makassar diharapkan tidak hanya terdokumentasi, tetapi juga terus digunakan, dipelajari, dan diwariskan. Bahasa adalah jati diri. Kosakata adalah bagian dari ingatan budaya. Teknologi adalah salah satu jalan untuk menjaganya tetap hidup. MAKINDO: Dari Bahasa Lokal untuk Indonesia dan Dunia.
Sinopsis
Eksplorasi MAKINDO: Kamus Digital Makassar–Inggris–Indonesia merupakan buku panduan yang memperkenalkan, menjelaskan, dan mengarahkan pembaca dalam memanfaatkan MAKINDO sebagai media digital untuk mengenal, mempelajari, menggunakan, dan melestarikan bahasa serta budaya Makassar. Buku ini hadir dari kebutuhan untuk menjaga bahasa daerah tetap hidup di tengah perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat akan penguasaan bahasa yang lebih luas, termasuk bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi global. MAKINDO menghubungkan bahasa Makassar, bahasa Inggris, dan bahasa Indonesia dalam satu ruang pembelajaran digital. Buku ini memperkenalkan dua ragam/dialek yang menjadi bagian dari sistem kosakata MAKINDO, yaitu Lakiung, yang digunakan terutama di wilayah Makassar, Gowa, dan sebagian Takalar, serta Turatea, yang terutama digunakan di wilayah Jeneponto. Setiap entri disusun dengan informasi yang membantu pengguna memahami kosakata, padanan bahasa, kategori kata, pengucapan, audio, serta informasi budaya yang berkaitan dengan istilah tertentu. Tidak hanya berfungsi sebagai kamus, MAKINDO juga dirancang sebagai media pembelajaran dan pelestarian bahasa. Buku ini menjelaskan berbagai fitur website, mulai dari pencarian kata, penyaringan berdasarkan huruf dan kategori, tampilan daftar kosakata, informasi detail setiap entri, audio pengucapan, riwayat pencarian, hingga fitur favorit. Dengan demikian, pengguna dapat belajar secara bertahap melalui proses mencari, memahami, mendengarkan, mempelajari, menggunakan, menyimpan, dan mengulanginya. Pembahasan dalam buku ini juga menunjukkan bagaimana MAKINDO dapat dimanfaatkan oleh berbagai kelompok pengguna, mulai dari masyarakat umum, siswa, mahasiswa, guru, dosen, hingga peneliti dan akademisi. Kosakata dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran, latihan bahasa, dialog, penerjemahan, permainan bahasa, serta kegiatan yang mengangkat budaya lokal. Kehadiran istilah dan bahasa budaya menjadikan MAKINDO tidak sekadar menyimpan kata, tetapi juga membantu menjaga pengetahuan, nilai, dan ingatan budaya yang melekat pada bahasa Makassar. Selain menjelaskan cara penggunaan, buku ini membahas sistem informasi kosakata, pembelajaran berbasis MAKINDO, serta pemeliharaan dan pengembangan data. Pengguna diperkenalkan pada pentingnya penambahan kosakata, pemeriksaan dan koreksi data, validasi, pembaruan sistem, serta kontribusi pengguna agar kamus dapat terus berkembang sesuai kebutuhan dan perkembangan bahasa. Pada akhirnya, buku ini menempatkan MAKINDO sebagai jembatan antara bahasa lokal dan dunia global, antara warisan budaya dan teknologi digital, serta antara generasi masa lalu, masa kini, dan masa depan. Melalui pemanfaatan teknologi secara tepat, bahasa Makassar diharapkan tidak hanya terdokumentasi, tetapi juga terus digunakan, dipelajari, dan diwariskan. Bahasa adalah jati diri. Kosakata adalah bagian dari ingatan budaya. Teknologi adalah salah satu jalan untuk menjaganya tetap hidup. MAKINDO: Dari Bahasa Lokal untuk Indonesia dan Dunia.
Status QRSBN
Nomor QRSBN
62-0174-04292-5
Tanggal Diterima
17 Oct 2026
Tanggal Pengajuan
17 Oct 2026
Status
TervalidasiPenerbit
Nama Penerbit
CV. KARYA BAKTI MAKMUR (KBM) INDONESIA
Lokasi
Bojonegoro, Jawa Timur