KETAHANAN PANGAN ATAU KETAHANAN HUTAN? Dilema Ekologi Indonesia di Era Food Estate
oleh Dewi Rossylia Wati, S.Pd.
Perkumpulan dan Persekutuan Komunitas Pegiat Literasi Nganjuk
Informasi Buku
Judul
KETAHANAN PANGAN ATAU KETAHANAN HUTAN? Dilema Ekologi Indonesia di Era Food Estate
Penulis
Dewi Rossylia Wati, S.Pd.
Edisi
Cetakan pertama, Agustus 2026
Seri
1
Tahun Terbit
2026
Bulan Terbit
Agustus
Jumlah Halaman
92
Tinggi Buku
21 cm cm
Kelompok Pembaca
Pelajar SMA/SMK/MA
Jenis Pustaka
Non-Fiksi
Kategori Jenis
Buku Ajar
Terbitan
Persekutuan den Perkumpulan Komunitas Pegiat Literasi Nganjuk, 2026
Media
Buku
Kategori Buku
Bahan Ajar
Klasifikasi DDC
002 — Buku
Provinsi Terbit
Jawa Timur
Kota/Kab Terbit
Kabupaten Nganjuk
Distributor
Persekutuan den Perkumpulan Komunitas Pegiat Literasi Nganjuk
Link Buku
https://www.literasinganjuk.com
Subject
Bahan Ajar
Deskripsi / Abstrak
Buku ini membahas dilema ekologis di Indonesia antara upaya perwujudan ketahanan pangan melalui program Food Estate dan urgensi pelestarian hutan tropis. Menggunakan pendekatan biologi serta ekologi, pembahasan berfokus pada dampak konversi lahan hutan terhadap keanekaragaman hayati dan keseimbangan iklim, sekaligus merumuskan solusi integratif seperti agroforestri serta teknologi pertanian berkelanjutan. Hasil kajian menegaskan bahwa ketahanan pangan dan kelestarian hutan dapat berjalan secara seimbang demi pembangunan Indonesia yang berkelanjutan. Kata Kunci: Ketahanan Pangan, Food Estate, Deforestasi, Ekologi, Pertanian Berkelanjutan
Sinopsis
Indonesia menghadapi tantangan besar dalam memenuhi kebutuhan pangan di tengah meningkatnya jumlah penduduk. Di sisi lain, hutan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, sehingga muncul dilema: haruskah ketahanan pangan dicapai dengan mengorbankan hutan? Buku “Ketahanan Pangan atau Ketahanan Hutan? Dilema Ekologi Indonesia di Era Food Estate” membahas hubungan antara ketahanan pangan, food estate, deforestasi, dan perubahan iklim melalui perspektif biologi dan ekologi. Buku ini mengulas fungsi hutan, tantangan swasembada pangan, dampak kerusakan lingkungan, serta berbagai solusi seperti pertania berkelanjutan, agroforestri, dan inovasi teknologi pertanian. Pada akhirnya, buku ini menegaskan bahwa ketahanan pangan dan ketahanan hutan bukanlah dua tujuan yang saling bertentangan, melainkan dua fondasi yang harus dibangun bersama demi masa depan Indonesia yang berkelanjutan.
Status QRSBN
Nomor QRSBN
62-0210-03880-2
Tanggal Diterima
26 Aug 2026
Tanggal Pengajuan
26 Aug 2026
Status
TervalidasiPenerbit
Nama Penerbit
Perkumpulan dan Persekutuan Komunitas Pegiat Literasi Nganjuk
Lokasi
Kab. Nganjuk, Jawa Timur