Simfoni di Luar Cetak Biru
oleh Umi Bindariati
Perkumpulan dan Persekutuan Komunitas Pegiat Literasi Nganjuk
Informasi Buku
Judul
Simfoni di Luar Cetak Biru
Penulis
Umi Bindariati
Edisi
Cetakan pertama, Agustus 2026
Seri
1
Tahun Terbit
2026
Bulan Terbit
Agustus
Jumlah Halaman
199
Tinggi Buku
21 cm cm
Kelompok Pembaca
Umum
Jenis Pustaka
Fiksi
Kategori Jenis
Novel
Terbitan
Persekutuan den Perkumpulan Komunitas Pegiat Literasi Nganjuk, 2026
Media
Buku
Kategori Buku
fiksi
Klasifikasi DDC
002 — Buku
Provinsi Terbit
Jawa Timur
Kota/Kab Terbit
Kabupaten Nganjuk
Distributor
Persekutuan den Perkumpulan Komunitas Pegiat Literasi Nganjuk
Link Buku
https://www.literasinganjuk.com
Subject
buku fiksi
Deskripsi / Abstrak
Simfoni di Luar Cetak Biru: Arah Langkah Rana merupakan sebuah novel fiksi populer karangan Umi Bindariati yang mengangkat tema pencarian identitas, pelepasan ekspektasi sosial, dan keberanian menentukan arah hidup mandiri. Melalui latar kehidupan penuh tekanan di kota metropolitan Jakarta hingga ketenangan sebuah desa pesisir, narasi ini mengisahkan perjalanan emosional Rana Arunika, seorang arsitek muda berusia akhir dua puluhan yang memiliki karier cemerlang namun merasa hampa serta kehilangan kendali atas jalannya sendiri. Tokoh utama dihadapkan pada dilema eksistensial akibat tekanan keluarga dan pasangan yang memaksanya menjalani kehidupan sesuai "cetak biru" atau rancangan kaku orang lain, termasuk dalam hal pernikahan dan pilihan rumah masa depan. Pendekatan naratif karya ini memperlihatkan dinamika konflik internal saat sebuah kesalahan teknis dalam proyek arsitektur besar bertindak sebagai pemantik yang merobek gambaran kesempurnaan semu tersebut. Keputusan implisit untuk melarikan diri menggunakan kereta tanpa rencana membawa Rana bertemu dengan Albirru, seorang pemuda lokal perajin kayu dan pemusik jalanan yang hidup dengan kesederhanaan serta ketidakpastian. Melalui interaksi dengan Albirru dan lanskap pesisir yang kontras, Rana secara bertahap belajar meruntuhkan ekspektasi perfeksionis dan menyusun kembali ritme kehidupannya sendiri. Karya ini menegaskan pesan moral bahwa kebahagiaan sejati tidak ditemukan dengan mematuhi rancangan hidup buatan orang lain, melainkan melalui keberanian menyuarakan dan mengikuti melodi hati pribadi.
Sinopsis
Dari ketinggian lantai tiga puluh dua sebuah gedung di Jakarta, Rana Arunika memandang kota yang teratur namun terasa makin menyempit bagi jiwanya. Secara kasatmata, Rana adalah wujud dari keberhasilan sempurna: seorang arsitek muda berbakat, bertabur prestasi, memimpin proyek-proyek besar, serta berada dalam ikatan hubungan yang tampak ideal dengan Zevan. Namun di balik tirai keberhasilan dan jadwal harian yang tersusun amat presisi, Rana menyimpan sunyi yang mendalam. Sejak kecil hidupnya dibentuk oleh serangkaian tuntutan keluarga dan lingkungan yang mengharuskannya selalu berprestasi, menjaga nama baik, hingga memilih jalan hidup yang sudah dipetakan. Hubungannya dengan Zevan pun terasa lebih mirip sebuah rapat evaluasi proyek yang penuh perencanaan kaku daripada sebuah ikatan cinta, di mana impian dan suara pribadi Rana secara perlahan dikesampingkan. Retakan dalam kehidupan Rana kian nyata saat jamuan makan malam keluarga digelar untuk merencanakan pernikahan mereka. Di sana, Zevan memamerkan desain rumah masa depan bernilai fantastis yang dirancang tanpa sedikit pun melibatkan preferensi maupun suara Rana. Bagi Rana, rumah itu hanyalah simbol status yang tidak memiliki ruang bagi dirinya untuk bernapas. Beban mental yang bertumpuk akhirnya mencapai puncaknya di tempat kerja ketika kelelahan parah membuat Rana melakukan kesalahan kecil dalam garis struktur proyek terbesar dalam kariernya. Bukannya mendapat pemahaman, teguran keras justru datang dari ayahnya yang menuntut kesempurnaan serta sikap Zevan yang meremehkan impian kerjanya. Sadar bahwa dirinya rentan hancur demi mempertahankan ekspektasi orang lain, Rana memilih mengambil langkah berani: ia melepas cincin pertunangannya, merobek lembaran rencana kaku, dan menaiki kereta pagi pertama menuju stasiun tanpa rencana di sebuah kota pesisir. Setibanya di stasiun desa yang jauh dari riuk pikuk Jakarta, Rana melangkah masuk ke dunia yang sama sekali asing bagi dirinya. Di sana, suara petikan gitar yang tidak sempurna namun jujur dari seorang pemuda bernama Albirru menyambut kedatangannya. Albirru, yang bekerja sebagai pembuat kerajinan kayu sekaligus pemusik, hidup dengan ritme yang sangat bertolak belakang dari dunia arsitektur Rana; ia tidak memaksakan hidupnya terikat pada rencana-rencana besar. Melalui percakapan-percakapan sederhana di tepi pantai dan kehangatan warga lokal, Rana mulai menyadari bahwa hidup tidak harus selalu simetris dan teratur untuk dapat dinikmati. Tempat baru tersebut memberinya ruang untuk merawat luka, melepas ketakutan akan kegagalan, dan belajar menyusun simfoni kehidupannya sendiri di luar garis cetak biru yang pernah mengikatnya.
Status QRSBN
Nomor QRSBN
62-0210-03938-4
Tanggal Diterima
03 Sep 2026
Tanggal Pengajuan
03 Sep 2026
Status
TervalidasiPenerbit
Nama Penerbit
Perkumpulan dan Persekutuan Komunitas Pegiat Literasi Nganjuk
Lokasi
Kab. Nganjuk, Jawa Timur