APOLOGIA AKTIVIS KAMPRET
oleh Mokhamad Abdul Aziz
CV Nakomu (Penerbit Kertasentuh)
Informasi Buku
Judul
APOLOGIA AKTIVIS KAMPRET
Penulis
Mokhamad Abdul Aziz
Tahun Terbit
2026
Bulan Terbit
September
Jumlah Halaman
189
Tinggi Buku
21 cm
Kelompok Pembaca
Umum
Terbitan
Lepas
Klasifikasi DDC
002 — Buku
Provinsi Terbit
Jawa Timur
Kota/Kab Terbit
Kabupaten Jombang
Link Buku
https://www.penerbitnakomu.com/2026/09/10/apologia/
Deskripsi / Abstrak
*KATA PENGANTAR* Saya selalu senang ketika orang muda memilih menulis. Sebab menulis bukan hanya soal menyampaikan gagasan, tetapi juga meninggalkan jejak. Pramoedya Ananta Toer pernah mengingatkan bahwa menulis adalah bekerja untuk keabadian. Pikiran boleh lahir dari satu zaman, tetapi tulisan membuatnya bisa melampaui zaman. Karena itu, saya mengapresiasi Mokhamad Abdul Aziz yang memilih merawat kegelisahan dan pengalaman aktivismenya melalui buku Apologia Aktivis Kampret. Buku ini lahir dari catatan-catatan yang terkumpul sejak bertahun-tahun, dari kegelisahan melihat dunia aktivisme yang dicintai, tetapi kadang justru menjauh dari cita-cita yang diperjuangkannya. Yang menarik, Aziz tidak menyampaikan kritiknya dengan bahasa yang berat. Ia memilih jalan satir, jenaka, dan kadang nakal. Laron, kampret, bunglon, belalang sembah, dan lebah dijadikan metafora untuk membaca berbagai watak yang tumbuh dalam dunia aktivisme. Ada yang mudah silau, merasa paling berjasa, pandai menyesuaikan warna, tampak mengayomi tetapi sesungguhnya menguasai, hingga mereka yang memilih bekerja dan memberi manfaat. Justru di situlah kekuatan buku ini. Ia tidak sibuk menggurui. Ia mengajak kita tertawa, lalu perlahan mengajak berkaca. Karena dalam perjalanan sebagai aktivis, mungkin kita pernah menjadi laron, pernah menjadi kampret, pernah menjadi bunglon, atau bahkan belalang sembah. Yang terpenting adalah kesediaan untuk terus memperbaiki diri. Saya terutama menyukai pilihan penulis menjadikan lebah sebagai bagian terakhir. Lebah menjadi gambaran tentang aktivis yang tidak berhenti pada kata-kata, tetapi bekerja, menghasilkan, dan memberi manfaat. Bagi saya, inilah arah yang penting bagi aktivisme hari ini: dari kegaduhan menuju karya, dari merasa paling berjasa menuju memberi manfaat, dari sibuk menilai orang lain menuju keberanian berkaca pada diri sendiri. Buku ini karena itu bukan sekadar kritik terhadap aktivis. Ia adalah ajakan untuk menjaga aktivisme agar tetap sehat, relevan, dan berguna. Kritik yang lahir dari kecintaan tentu berbeda dengan kritik yang hanya ingin merendahkan. Saya melihat buku ini berada pada jenis yang pertama. Selamat kepada Mokhamad Abdul Aziz. Teruslah menulis, teruslah berkarya. Sebab setiap generasi membutuhkan orang-orang yang mau mencatat zamannya, termasuk kegelisahan, kelucuan, kekeliruan, dan harapannya. Semoga Apologia Aktivis Kampret menjadi salah satu cermin bagi kita semua: untuk tertawa, berpikir, lalu memperbaiki diri.
Sinopsis
Buku ini tidak pernah diniatkan menjadi buku. Ia bermula dari kegelisahan—kegelisahan yang, kalau ditelusuri, sudah mulai mengendap sejak 2015. Waktu itu saya hanya menuangkannya sebagai status dan catatan lepas di Facebook, sekadar cara melegakan dada yang sesak melihat sesuatu yang ganjil di sekeliling: dunia aktivisme yang saya cintai, tetapi kian sering mengkhianati cita-citanya sendiri. Tak ada rencana besar, tak ada kerangka. Hanya tulisan lepas, satu demi satu, lahir tiap kali ada yang mengganjal. Namun kegelisahan yang jujur ternyata memiliki logikanya sendiri. Tanpa saya rancang, artikel-artikel itu mulai saling memanggil, saling menyambung, seolah bergerak menuju satu titik yang sama. Gagasan yang lahir pada tahun dan tempat yang berbeda ternyata sedang membicarakan penyakit yang itu-itu juga. Mereka berkumpul dengan sendirinya, secara konvergen. Dan pada satu titik saya menyadari: yang tercecer ini sesungguhnya sebuah buku yang belum menyadari dirinya buku.
Status QRSBN
Nomor QRSBN
62-0324-03997-6
Tanggal Diterima
10 Sep 2026
Tanggal Pengajuan
10 Sep 2026
Status
TervalidasiPenerbit
Nama Penerbit
CV Nakomu (Penerbit Kertasentuh)
Lokasi
Kabupaten Jombang, Jawa Timur