Bersandarlah Di Bahuku, Kawan
oleh ADI IRMAWAN; TIM KAULA MUDA GUNUNGGURUH PUBLISHING
KAULA MUDA GUNUNGGURUH PUBLISHING
Informasi Buku
Judul
Bersandarlah Di Bahuku, Kawan
Penulis
ADI IRMAWAN; TIM KAULA MUDA GUNUNGGURUH PUBLISHING
Edisi
CETAKAN 1
Seri
TIDAK ADA
Tahun Terbit
2026
Bulan Terbit
September
Jumlah Halaman
291
Tinggi Buku
21 cm
Kelompok Pembaca
Dewasa
Jenis Pustaka
Fiksi
Kategori Jenis
Buku Teks
Terbitan
KAULA MUDA GUNUNGGURUH PUBLISHING
Media
Buku
Kategori Buku
BUKU NOVEL/FIKSI
Klasifikasi DDC
002 — Buku
Provinsi Terbit
Jawa Barat
Kota/Kab Terbit
Kabupaten Sukabumi
Distributor
KAULA MUDA GUNUNGGURUH PUBLISHING
Link Buku
https://www.instagram.com/kmg_publishing?utm_source=ig_web_button_share_sheet&stkn=ZDNlZDc0MzIxNw==
Subject
Persahabatan / Kehidupan Pemuda / Kesehatan Mental ,Drama – Persahabatan
Deskripsi / Abstrak
# ABSTRAK **Bersandarlah di Bahuku, Kawan** merupakan novel yang mengangkat kisah persahabatan lima pemuda di sebuah kampung di Gunungguruh, Sukabumi. Raka, Bagas, Dedi, Fikri, dan Ilham dipertemukan oleh kehidupan sederhana yang kemudian membawa mereka berbagi sebuah rumah tua yang mereka sebut Markas. Di tempat tersebut, mereka tumbuh bersama, menghadapi berbagai persoalan kehidupan seperti keterbatasan ekonomi, pekerjaan yang tidak menentu, keluarga, pendidikan, percintaan, pergaulan, serta konflik yang terjadi di lingkungan sekitar. Di antara kelima sahabat tersebut, Bagas dikenal sebagai sosok yang dewasa, humoris, bijaksana, dan sering menjadi tempat teman-temannya mencari pertolongan. Ia terbiasa mengatakan bahwa masalah sebaiknya diceritakan dan tidak perlu ditanggung seorang diri. Namun, di balik kepribadiannya yang terlihat kuat, tersimpan persoalan kehidupan dan luka keluarga yang tidak pernah benar-benar ia ungkapkan kepada orang-orang terdekatnya. Kisah ini kemudian berkembang menjadi perjalanan tentang kehilangan dan proses memahami bahwa seseorang tidak selalu dapat diketahui keadaannya hanya melalui senyum dan sikap yang terlihat baik-baik saja. Kepergian Bagas membuat empat sahabatnya berhadapan dengan kesedihan, rasa bersalah, kemarahan, pertanyaan yang tidak memiliki jawaban sederhana, serta kenyataan bahwa tidak semua kehilangan dapat dijelaskan dengan satu penyebab. Novel ini menempatkan **persahabatan, keluarga, kehidupan pemuda, kesehatan mental, kehilangan, dan makna rumah** sebagai persoalan utama. Melalui perjalanan kelima tokohnya, novel ini mengajak pembaca memahami bahwa menjadi kuat bukan berarti harus menghadapi segala sesuatu seorang diri. Terkadang, bentuk kepedulian yang paling berarti bukanlah memberikan solusi, melainkan hadir, mendengarkan, dan menyediakan tempat bagi seseorang untuk bersandar. **Kata kunci:** persahabatan, pemuda, keluarga, kesehatan mental, kehilangan, kehidupan kampung, rumah.
Sinopsis
SINOPSIS Lima sahabat. Satu rumah tua. Dan seribu cerita yang tak pernah selesai. Bagi Raka, Bagas, Dedi, Fikri, dan Ilham, rumah tua di pinggir jalan Gunungguruh bukan sekadar tempat berkumpul. Di sanalah mereka menghabiskan masa muda—berbagi makanan saat uang menipis, tertawa sampai larut malam, bertengkar, menghadapi gerombolan geng motor yang meresahkan kampung, hingga pulang dengan luka dan cerita yang tak selalu mereka ceritakan. Di antara mereka, Bagas mungkin adalah orang yang paling sering terlihat baik-baik saja. Ia bisa tertawa paling keras, menjadi penengah ketika emosi teman-temannya memuncak, dan selalu menjadi orang yang datang ketika salah satu dari mereka membutuhkan bantuan. Karena itu, tidak ada yang benar-benar menyadari bahwa di balik kebiasaannya memilih tidur di Markas, Bagas menyimpan kehidupan yang selama ini tidak pernah ia ceritakan. Waktu membawa mereka tumbuh. Kesibukan, pekerjaan, dan kehidupan perlahan mengubah cara mereka memandang persahabatan. Hingga sebuah peristiwa memaksa mereka memahami bahwa terkadang, seseorang yang terlihat paling kuat justru sedang berjuang sendirian. Bersandarlah di Bahuku, Kawan adalah cerita tentang persahabatan, rumah, kehilangan, dan hal-hal yang sering terlambat kita tanyakan kepada orang-orang terdekat. Sebab kadang, seseorang tidak membutuhkan jawaban. Ia hanya membutuhkan tempat untuk bersandar.
Status QRSBN
Nomor QRSBN
62-0326-04005-9
Tanggal Diterima
13 Sep 2026
Tanggal Pengajuan
13 Sep 2026
Status
TervalidasiPenerbit
Nama Penerbit
KAULA MUDA GUNUNGGURUH PUBLISHING
Lokasi
Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat