Ayat-Ayat Pelacur
oleh Rasiani Amelia; Saka Saputra
CV Cahaya Teratai Publishing
Informasi Buku
Judul
Ayat-Ayat Pelacur
Penulis
Rasiani Amelia; Saka Saputra
Edisi
Cetakan 1 Edisi 1
Tahun Terbit
2026
Bulan Terbit
Juni
Jumlah Halaman
97
Tinggi Buku
21 cm cm
Kelompok Pembaca
Dewasa
Jenis Pustaka
Puisi
Kategori Jenis
Puisi/Sajak
Terbitan
CV Cahaya Teratai Publishing
Media
Buku
Kategori Buku
Puisi
Klasifikasi DDC
899.221 — Sastra Indonesia
Provinsi Terbit
Jawa Timur
Kota/Kab Terbit
Kabupaten Malang
Link Buku
https://cahayateratai.com/product/ayat-ayat-pelacur/
Subject
Puisi Perempuan
Deskripsi / Abstrak
Buku puisi ini tidak lahir dari ketenangan ruang tamu yang nyaman, melainkan dari kegelisahan yang membakar di tengah riuh rendah stigma dan ketidakadilan. "Ayat-ayat Pelacur" adalah sebuah manifesto kecil; sebuah upaya untuk merebut kembali narasi yang selama ini didiktekan oleh moralitas semu dan hukum yang tebang pilih. Sebagai penulis dan aktivis, saya menyadari bahwa kata "pelacur" sering kali digunakan sebagai senjata untuk membungkam, merendahkan, dan meminggirkan. Melalui kumpulan puisi ini, saya mengajak pembaca untuk melihat melampaui label tersebut. Di balik setiap baris sajak ini, ada kemarahan yang jujur terhadap sistem yang memuja eksploitasi namun menghukum korbannya. Ada gugatan terhadap kemunafikan sosial yang memelihara ketidakadilan dengan “meludahi” keberadaan pelacur di tengah kita. Buku ini bukan sekadar ratapan. "Ayat-ayat Pelacur" adalah catatan perlawanan. Di dalam bait-baitnya, Anda akan menemukan: • Ketegaran di Balik Sudut Gelap: Bagaimana para pekerja seks bertahan hidup di tengah ancaman kekerasan dan persekusi. • Solidaritas Tanpa Syarat: Bentuk-bentuk perlawanan kolektif yang jarang tersentuh radar berita arus utama. • Dekonstruksi Stigma: Upaya untuk memanusiakan perempuan dan penghidupan yang dijalani akibat kemiskinan. Puisi-puisi ini adalah cara saya berdiri bersama mereka—melawan arus narasi dominan yang hanya bisa menghakimi tanpa pernah mau mengerti. Menulis adalah cara kita melawan lupa, dan membaca adalah langkah awal untuk membuka mata. Kumpulan puisi ini tidak hanya menjadi bacaan yang menyentuh hati, tetapi juga menjadi pemicu kesadaran kolektif kita untuk menjadi kritis terhadap relasi kuasa dan meruntuhkan tembok stigma. Karena pada akhirnya, keadilan tidak akan pernah tegak selama masih ada manusia yang suaranya dibungkam dan hak-haknya dirampas atas nama moralitas yang bias. Selamat kepada Amelia atas terbitnya Kumpulan puisi Ayat-ayat Pelacur. Mari membaca sebagai bagian dari perlawanan melalui aksara.
Sinopsis
Harga diri perempuan bukan dari selaput darahnya. Tetapi, harga diri perempuan ada pada cara pandangnya melihat dunia. Menjadi perempuan mestinya menjadi manusia yang punya kendali atas tubuh sendiri. Sebagian dari kita ada yang berani bicara, tidak apa-apa dicap jalang. Sebagian dari kita lagi ada yang masih terbelenggu. Kita sering kali mengkhawatirkan dosa pelacur, ketimbang meresahkan diri sendiri yang belum berguna. Lupa?
Status QRSBN
Nomor QRSBN
62-0336-03466-3
Tanggal Diterima
07 Jun 2026
Tanggal Pengajuan
07 Jun 2026
Status
TervalidasiPenerbit
Nama Penerbit
CV Cahaya Teratai Publishing
Lokasi
Kabupaten Malang, Jawa Timur