Jejak Pena Sang Pendidik
oleh Ridho Fachruwanas, S.Pd.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo
Informasi Buku
Judul
Jejak Pena Sang Pendidik
Penulis
Ridho Fachruwanas, S.Pd.
Edisi
-
Seri
-
Tahun Terbit
2026
Bulan Terbit
Oktober
Jumlah Halaman
102
Tinggi Buku
14 cm
Kelompok Pembaca
Umum
Jenis Pustaka
Fiksi
Kategori Jenis
Buku Umum
Terbitan
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo
Media
Buku
Kategori Buku
Pendidikan
Klasifikasi DDC
370 — Pendidikan
Provinsi Terbit
Jawa Timur
Kota/Kab Terbit
Kota Probolinggo
Distributor
-
Link Buku
https://sites.google.com/admin.smp.belajar.id/ketenagaan/program-kegiatan/penulisan-buku-solo#h.y3zpkpbli9xc
Subject
Pendidikan
Deskripsi / Abstrak
Menjadi seorang pendidik tidak selalu berawal dari cita-cita yang sejak kecil terpatri dalam hati. Ada kalanya, jalan kehidupan membawa seseorang pada sebuah panggilan yang tidak pernah direncanakan sebelumnya. Jejak Pena Sang Pendidik merupakan catatan reflektif tentang perjalanan seorang guru muda yang perlahan menemukan makna di balik profesi yang dijalaninya. Dari sebuah surat tugas pertama yang menghadirkan keterkejutan, hingga langkah awal memasuki lingkungan sekolah yang jauh dari bayangan, setiap pengalaman menjadi bagian dari proses mengenal dunia pendidikan dengan lebih dekat. Buku ini mengajak pembaca melihat realitas di balik papan tulis. Menjadi guru bukan hanya tentang berdiri di depan kelas dan menyampaikan materi pelajaran. Ada keterbatasan fasilitas, tumpukan administrasi, tuntutan pekerjaan, serta berbagai persoalan yang harus dihadapi dalam keseharian. Di tengah berbagai keterbatasan tersebut, muncul pula momen-momen sederhana yang memberikan pelajaran besar. Salah satunya adalah ketika seorang guru menyadari bahwa murid bukan sekadar penerima pelajaran, tetapi juga mampu menjadi sumber pembelajaran bagi gurunya. Bagian berikutnya membawa pembaca masuk ke sebuah kelas yang pada awalnya menjadi kelas yang paling ditakuti. Di sana terdapat seorang murid yang dianggap "bermasalah" dan kerap menghadirkan tantangan bagi guru. Namun, pengalaman tersebut justru menjadi titik balik dalam cara pandang sang pendidik. Hukuman tidak selalu menjadi jawaban, dan perilaku yang sulit tidak selalu menunjukkan bahwa seorang anak tidak memiliki potensi. Ketika pendekatan berubah dari menghukum menjadi mendengarkan, perlahan sisi lain dari seorang murid mulai terlihat. Jejak Pena Sang Pendidik bukan sekadar kisah tentang seorang guru dan murid, melainkan perjalanan tentang belajar memahami manusia. Buku ini merekam kegelisahan, keterkejutan, kesabaran, kegagalan, harapan, dan kebahagiaan kecil yang hadir dalam kehidupan seorang pendidik. Setiap halaman menjadi pengingat bahwa mendidik bukan hanya tentang mengubah murid, tetapi juga tentang bagaimana seorang guru terus belajar mengubah dirinya sendiri. Melalui kisah-kisah yang dekat dengan realitas sekolah, buku ini ditujukan bagi para guru, calon guru, mahasiswa pendidikan, maupun siapa saja yang ingin memahami bahwa di balik profesi pendidik terdapat perjalanan panjang yang penuh tantangan dan pembelajaran. Sebab, terkadang jejak terbesar seorang guru bukanlah apa yang tertulis di papan tulis, melainkan perubahan yang perlahan tumbuh dalam diri murid dan kenangan yang mereka bawa sepanjang hidup.
Sinopsis
Menjadi seorang pendidik tidak selalu berawal dari cita-cita yang sejak kecil terpatri dalam hati. Ada kalanya, jalan kehidupan membawa seseorang pada sebuah panggilan yang tidak pernah direncanakan sebelumnya. Jejak Pena Sang Pendidik merupakan catatan reflektif tentang perjalanan seorang guru muda yang perlahan menemukan makna di balik profesi yang dijalaninya. Dari sebuah surat tugas pertama yang menghadirkan keterkejutan, hingga langkah awal memasuki lingkungan sekolah yang jauh dari bayangan, setiap pengalaman menjadi bagian dari proses mengenal dunia pendidikan dengan lebih dekat. Buku ini mengajak pembaca melihat realitas di balik papan tulis. Menjadi guru bukan hanya tentang berdiri di depan kelas dan menyampaikan materi pelajaran. Ada keterbatasan fasilitas, tumpukan administrasi, tuntutan pekerjaan, serta berbagai persoalan yang harus dihadapi dalam keseharian. Di tengah berbagai keterbatasan tersebut, muncul pula momen-momen sederhana yang memberikan pelajaran besar. Salah satunya adalah ketika seorang guru menyadari bahwa murid bukan sekadar penerima pelajaran, tetapi juga mampu menjadi sumber pembelajaran bagi gurunya. Bagian berikutnya membawa pembaca masuk ke sebuah kelas yang pada awalnya menjadi kelas yang paling ditakuti. Di sana terdapat seorang murid yang dianggap "bermasalah" dan kerap menghadirkan tantangan bagi guru. Namun, pengalaman tersebut justru menjadi titik balik dalam cara pandang sang pendidik. Hukuman tidak selalu menjadi jawaban, dan perilaku yang sulit tidak selalu menunjukkan bahwa seorang anak tidak memiliki potensi. Ketika pendekatan berubah dari menghukum menjadi mendengarkan, perlahan sisi lain dari seorang murid mulai terlihat. Jejak Pena Sang Pendidik bukan sekadar kisah tentang seorang guru dan murid, melainkan perjalanan tentang belajar memahami manusia. Buku ini merekam kegelisahan, keterkejutan, kesabaran, kegagalan, harapan, dan kebahagiaan kecil yang hadir dalam kehidupan seorang pendidik. Setiap halaman menjadi pengingat bahwa mendidik bukan hanya tentang mengubah murid, tetapi juga tentang bagaimana seorang guru terus belajar mengubah dirinya sendiri. Melalui kisah-kisah yang dekat dengan realitas sekolah, buku ini ditujukan bagi para guru, calon guru, mahasiswa pendidikan, maupun siapa saja yang ingin memahami bahwa di balik profesi pendidik terdapat perjalanan panjang yang penuh tantangan dan pembelajaran. Sebab, terkadang jejak terbesar seorang guru bukanlah apa yang tertulis di papan tulis, melainkan perubahan yang perlahan tumbuh dalam diri murid dan kenangan yang mereka bawa sepanjang hidup.
Status QRSBN
Nomor QRSBN
62-0428-04216-1
Tanggal Diterima
03 Oct 2026
Tanggal Pengajuan
03 Oct 2026
Status
TervalidasiPenerbit
Nama Penerbit
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo
Lokasi
Kota Probolinggo, Jawa Timur