HIKMAT KEHIDUPAN DALAM KRISTUS
oleh Pdt.Remanto Tumanggor, MTh
THEOVERRABOOKS
Informasi Buku
Judul
HIKMAT KEHIDUPAN DALAM KRISTUS
Penulis
Pdt.Remanto Tumanggor, MTh
Edisi
Cetakan 1
Tahun Terbit
2026
Bulan Terbit
Agustus
Jumlah Halaman
251
Tinggi Buku
21 cm
Kelompok Pembaca
Dewasa
Jenis Pustaka
Non-Fiksi
Kategori Jenis
Buku Agama
Terbitan
THEOVERRABOOKS
Media
E-book (PDF)
Klasifikasi DDC
230 — Teologi Doktrinal Kristen
Provinsi Terbit
Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Kota/Kab Terbit
Kota Administrasi Jakarta Barat
Link Buku
https://sites.google.com/view/remantobooks/e-book_1
Subject
Refleksi Teologis dari Tubuh, Pikiran, Ilmu Pengetahuan, dan Dunia Kehidupan
Deskripsi / Abstrak
HIKMAT KEHIDUPAN DALAM KRISTUS Refleksi Teologis dari Tubuh, Pikiran, Ilmu Pengetahuan, dan Dunia Kehidupan Kehidupan manusia merupakan sebuah misteri yang terus mengundang manusia untuk berpikir, bertanya, dan mencari makna. Tubuh manusia memiliki kompleksitas yang luar biasa, pikiran memiliki kemampuan untuk memahami dan menciptakan, ilmu pengetahuan terus membuka berbagai rahasia alam semesta, sementara kehidupan sehari-hari menghadirkan sukacita, penderitaan, keberhasilan, kegagalan, kehilangan, dan pengharapan. Di tengah seluruh kenyataan tersebut, manusia membutuhkan hikmat untuk memahami siapa dirinya dan bagaimana seharusnya menjalani kehidupannya di hadapan Tuhan. Buku HIKMAT KEHIDUPAN DALAM KRISTUS menghadirkan refleksi teologis yang mempertemukan iman Kristen dengan berbagai dimensi kehidupan manusia. Tubuh, pikiran, ilmu pengetahuan, alam, teknologi, relasi sosial, serta pengalaman manusia dipandang sebagai ruang refleksi untuk memahami karya dan kehendak Allah. Buku ini mengajak pembaca melihat bahwa iman Kristen bukanlah sesuatu yang terpisah dari kehidupan nyata. Iman menyentuh tubuh yang kita rawat, pikiran yang kita gunakan, ilmu pengetahuan yang kita kembangkan, teknologi yang kita manfaatkan, serta keputusan-keputusan yang kita ambil setiap hari. Karena itu, kehidupan dalam Kristus tidak hanya berbicara tentang kehidupan rohani dalam pengertian sempit, tetapi mencakup seluruh keberadaan manusia. Dalam perspektif Kristiani, Kristus menjadi pusat untuk memahami manusia dan kehidupannya. Di dalam Kristus, tubuh tidak dipandang sebagai sesuatu yang tidak berarti, pikiran bukan musuh iman, ilmu pengetahuan bukan ancaman bagi kepercayaan, dan dunia kehidupan bukan sekadar tempat manusia menjalani rutinitas. Semuanya dapat menjadi ruang untuk mengenal kebesaran Allah, menjalankan tanggung jawab, serta menghadirkan kasih dan kebaikan bagi sesama. Buku ini juga mengajak pembaca mengembangkan cara berpikir yang kritis dan reflektif. Iman tidak dimaksudkan untuk mematikan pertanyaan, melainkan menolong manusia mengarahkan pertanyaan kepada pencarian kebenaran dan hikmat. Ilmu pengetahuan dapat membantu manusia memahami bagaimana sesuatu terjadi, sementara teologi mengajak manusia bertanya lebih jauh tentang makna, tujuan, tanggung jawab, dan arah kehidupan. Dengan pendekatan teologis yang kontekstual, buku ini menjadi ruang dialog antara iman dan realitas kehidupan. Pembaca diajak untuk tidak hanya mengetahui tentang Kristus, tetapi mengalami bagaimana Kristus memberi arah bagi cara manusia memahami dirinya, menggunakan pikirannya, merawat tubuhnya, mengembangkan pengetahuan, memperlakukan sesama, dan menjalani kehidupannya. Pada akhirnya, HIKMAT KEHIDUPAN DALAM KRISTUS mengingatkan bahwa hikmat sejati bukan sekadar kemampuan untuk mengetahui banyak hal, melainkan kemampuan untuk menggunakan pengetahuan dalam terang iman, kasih, kebenaran, dan tanggung jawab di hadapan Allah.
Sinopsis
HIKMAT KEHIDUPAN DALAM KRISTUS Refleksi Teologis dari Tubuh, Pikiran, Ilmu Pengetahuan, dan Dunia Kehidupan Apa artinya hidup dalam Kristus ketika manusia hidup di tengah perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, perubahan sosial, dan berbagai kompleksitas kehidupan modern? Pertanyaan inilah yang menjadi salah satu pintu masuk buku HIKMAT KEHIDUPAN DALAM KRISTUS. Buku ini mengajak pembaca melihat kehidupan secara lebih utuh: bukan hanya dari sisi spiritual, tetapi juga melalui tubuh, pikiran, ilmu pengetahuan, alam, teknologi, relasi, dan pengalaman manusia sehari-hari. Tubuh manusia adalah salah satu keajaiban kehidupan. Pikiran manusia mampu bertanya, meneliti, mencipta, dan menemukan berbagai pengetahuan baru. Ilmu pengetahuan membantu manusia memahami dunia secara semakin mendalam. Namun, semakin banyak manusia mengetahui, semakin besar pula kebutuhan akan hikmat agar pengetahuan tersebut digunakan dengan benar. Di sinilah refleksi iman menjadi penting. Buku ini mengajak pembaca merenungkan berbagai pertanyaan mendasar: Siapakah manusia di hadapan Allah? Apa makna tubuh manusia? Bagaimana iman dan pikiran dapat berjalan bersama? Apakah ilmu pengetahuan bertentangan dengan iman? Bagaimana orang percaya menyikapi teknologi? Bagaimana manusia memahami penderitaan, keterbatasan, kesehatan, kematian, relasi, dan tanggung jawabnya terhadap dunia? Semua pertanyaan tersebut diarahkan kepada satu pusat refleksi: Kristus. Dalam Kristus, manusia menemukan dasar untuk memahami kehidupan bukan hanya sebagai keberadaan biologis, tetapi sebagai kehidupan yang memiliki martabat, tujuan, panggilan, dan tanggung jawab. Kristus menjadi orientasi yang menolong manusia menggunakan tubuh dengan benar, mengembangkan pikiran dengan bijaksana, memanfaatkan ilmu pengetahuan secara bertanggung jawab, dan menghadirkan kasih dalam kehidupan bersama. Buku ini tidak mengajak pembaca memilih antara iman atau ilmu pengetahuan. Sebaliknya, pembaca diajak memasuki ruang dialog yang lebih luas, yaitu bagaimana iman dapat memberikan orientasi etis dan makna bagi pengetahuan manusia. Pengetahuan memberi kemampuan untuk memahami dan mengubah dunia, tetapi hikmat menolong manusia menentukan bagaimana perubahan itu seharusnya dilakukan. Pada akhirnya, kehidupan dalam Kristus bukanlah kehidupan yang melarikan diri dari dunia, melainkan kehidupan yang hadir di dalam dunia dengan iman, hikmat, kasih, dan tanggung jawab. Sebab manusia tidak hanya dipanggil untuk mengetahui kehidupan, tetapi untuk menghidupinya dalam terang Kristus. Buku ini ditujukan bagi pembaca yang ingin memperdalam refleksi iman, khususnya pendeta, mahasiswa teologi, pelayan gereja, pendidik, serta siapa saja yang tertarik pada hubungan antara teologi, kehidupan manusia, ilmu pengetahuan, dan dunia modern.
Status QRSBN
Nomor QRSBN
62-0430-04047-6
Tanggal Diterima
15 Sep 2026
Tanggal Pengajuan
15 Sep 2026
Status
TervalidasiPenerbit
Nama Penerbit
THEOVERRABOOKS
Lokasi
Kota Administrasi Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta