Logo
QRSBN QR Code Standard Book Number
Beranda Pencarian Detail Buku
Terverifikasi QRSBN

IBADAH SEBAGAI PERJUMPAAN DENGAN TUHAN

oleh Pdt.Remanto Tumanggor, MTh

THEOVERRABOOKS

62-0430-04048-5
QR Code

Informasi Buku

Judul

IBADAH SEBAGAI PERJUMPAAN DENGAN TUHAN

Penulis

Pdt.Remanto Tumanggor, MTh

Edisi

Cetakan 1

Tahun Terbit

2026

Bulan Terbit

September

Jumlah Halaman

102

Tinggi Buku

21 cm

Kelompok Pembaca

Semua Usia

Jenis Pustaka

Non-Fiksi

Kategori Jenis

Buku Agama

Terbitan

THEOVERRABOOKS

Media

E-book (PDF)

Kategori Buku

E-book Kristiani

Klasifikasi DDC

230 — Teologi Doktrinal Kristen

Provinsi Terbit

Daerah Khusus Ibukota Jakarta

Link Buku

https://sites.google.com/view/remantobooks/e-book_1

Subject

Makna Teologi Ibadah

Deskripsi / Abstrak

IBADAH SEBAGAI PERJUMPAAN DENGAN TUHAN Makna Teologi Ibadah Ibadah bukan sekadar kegiatan rutin yang dilakukan oleh umat percaya setiap minggu. Ibadah merupakan peristiwa iman ketika manusia datang menghadap Allah, mendengarkan firman-Nya, merespons kasih karunia-Nya, memuji dan memuliakan-Nya, serta mengalami pembaruan kehidupan. Karena itu, memahami ibadah berarti memahami bagaimana manusia berelasi dengan Allah di tengah kehidupan yang nyata. Buku IBADAH SEBAGAI PERJUMPAAN DENGAN TUHAN mengajak pembaca menggali makna teologis ibadah sebagai sebuah perjumpaan antara Allah dan umat-Nya. Ibadah tidak pertama-tama berpusat pada manusia yang mencari Tuhan, melainkan pada Allah yang terlebih dahulu memanggil, menyapa, mengumpulkan, dan hadir di tengah umat-Nya. Dalam perspektif ini, setiap unsur ibadah memiliki makna yang lebih dalam. Panggilan beribadah menyatakan inisiatif Allah; pengakuan dosa mengungkapkan kerendahan hati manusia di hadapan kekudusan-Nya; pemberitaan firman menjadi ruang ketika umat mendengar kehendak Allah; doa menjadi respons iman; pujian menjadi ungkapan syukur; dan pengutusan menjadi panggilan untuk membawa pengalaman perjumpaan dengan Tuhan ke dalam kehidupan sehari-hari. Buku ini juga mengajak pembaca melihat hubungan antara ibadah dan kehidupan. Ibadah tidak berhenti ketika liturgi selesai dan jemaat meninggalkan gedung gereja. Perjumpaan dengan Tuhan seharusnya menghasilkan perubahan dalam cara manusia berpikir, berbicara, bekerja, melayani, memperlakukan sesama, dan menjalani panggilannya di tengah dunia. Dengan demikian, ibadah bukan sekadar rutinitas keagamaan, melainkan pusat pembentukan kehidupan umat percaya. Di dalam ibadah, manusia diingatkan kembali siapa Allah, siapa dirinya, untuk apa ia hidup, dan ke mana ia diutus. Buku ini dapat menjadi bahan refleksi bagi jemaat, pendeta, penatua, liturgos, pemusik gereja, mahasiswa teologi, serta para pelayan gereja yang ingin memahami ibadah bukan hanya dari sisi tata liturgi, tetapi terutama dari kedalaman makna teologisnya.

Sinopsis

IBADAH SEBAGAI PERJUMPAAN DENGAN TUHAN Makna Teologi Ibadah Mengapa kita beribadah? Apakah ibadah hanya kewajiban keagamaan? Apakah kita datang ke gereja sekadar untuk menyanyikan lagu, mendengarkan khotbah, berdoa, dan kemudian pulang? Buku IBADAH SEBAGAI PERJUMPAAN DENGAN TUHAN mengajak pembaca melihat ibadah dari perspektif yang lebih mendalam. Ibadah bukan hanya rangkaian kegiatan liturgis, melainkan sebuah peristiwa iman: manusia datang ke hadapan Allah dan mengalami panggilan, teguran, pengampunan, penghiburan, pembaruan, dan pengutusan. Perjumpaan dengan Tuhan dimulai dari kesadaran bahwa Allah adalah pihak yang terlebih dahulu mencari dan memanggil manusia. Karena itu, ibadah bukan semata-mata usaha manusia untuk mendekati Allah, tetapi respons terhadap kasih karunia dan panggilan Allah. Melalui ibadah, umat datang membawa kehidupan yang nyata. Ada yang datang dengan sukacita, ada yang membawa pergumulan; ada yang penuh harapan, ada yang sedang kecewa; ada yang merasa kuat, ada pula yang hampir menyerah. Di hadapan Tuhan, seluruh pengalaman tersebut dibawa ke dalam ruang perjumpaan dengan-Nya. Buku ini kemudian menelusuri makna teologis berbagai bagian ibadah: mengapa umat berkumpul, apa arti pengakuan dosa, mengapa firman menjadi pusat ibadah, apa makna doa dan pujian, bagaimana memahami persembahan, serta mengapa ibadah selalu berakhir dengan pengutusan. Salah satu pesan penting buku ini adalah bahwa ibadah yang sejati tidak berakhir ketika ibadah selesai. Justru setelah menerima firman, pengampunan, penghiburan, dan berkat Tuhan, umat dipanggil kembali ke tengah keluarga, pekerjaan, masyarakat, dan dunia untuk menghadirkan kasih Allah. Dengan demikian, gedung gereja bukanlah satu-satunya tempat perjumpaan dengan Tuhan. Perjumpaan itu berlanjut dalam kehidupan sehari-hari—ketika orang percaya mengasihi, mengampuni, bekerja dengan jujur, melayani, memperjuangkan kebenaran, memperhatikan yang lemah, dan menjadi saksi Kristus. Buku ini pada akhirnya mengajak setiap pembaca mengubah cara pandang terhadap ibadah: Jangan datang beribadah hanya untuk menjalankan kewajiban. Datanglah untuk berjumpa dengan Tuhan, dengarkan suara-Nya, biarkan hidup diperbarui oleh-Nya, lalu pulanglah untuk menghidupi kehendak-Nya. Dengan perspektif tersebut, ibadah tidak lagi menjadi rutinitas mingguan, tetapi menjadi sumber kehidupan iman yang terus mengalir dari gereja menuju dunia.

Status QRSBN

Nomor QRSBN

62-0430-04048-5

Tanggal Diterima

15 Sep 2026

Tanggal Pengajuan

15 Sep 2026

Status

Tervalidasi

Penerbit

Nama Penerbit

THEOVERRABOOKS

Lokasi

Kota Administrasi Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta