MENEMUKAN DIRI DALAM TERANG ILAHI
oleh Pdt.Remanto Tumanggor,MTh
THEOVERRABOOKS
Informasi Buku
Judul
MENEMUKAN DIRI DALAM TERANG ILAHI
Penulis
Pdt.Remanto Tumanggor,MTh
Edisi
Cetakan 1
Tahun Terbit
2026
Bulan Terbit
September
Jumlah Halaman
150
Tinggi Buku
21 cm
Kelompok Pembaca
Dewasa
Jenis Pustaka
Non-Fiksi
Kategori Jenis
Buku Agama
Terbitan
THEOVERRABOOKS
Media
E-book (PDF)
Kategori Buku
E-book Kristiani
Klasifikasi DDC
230 — Teologi Doktrinal Kristen
Provinsi Terbit
Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Kota/Kab Terbit
Kota Administrasi Jakarta Barat
Link Buku
https://sites.google.com/view/remantobooks/e-book_1
Subject
Sebuah Perjalanan Pengenalan Diri Berdasarkan Firman
Deskripsi / Abstrak
MENEMUKAN DIRI DALAM TERANG ILAHI Sebuah Perjalanan Pengenalan Diri Berdasarkan Firman MENEMUKAN DIRI DALAM TERANG ILAHI adalah sebuah perjalanan reflektif untuk memahami siapa diri manusia di hadapan Allah, sesama, dan dirinya sendiri. Dalam kehidupan yang semakin kompleks, manusia dapat mengenal banyak hal tentang dunia tetapi justru mengalami kesulitan untuk mengenal dirinya sendiri. Berbagai tuntutan, pengalaman masa lalu, penilaian orang lain, keberhasilan, kegagalan, dan harapan dapat memengaruhi cara seseorang melihat dirinya. Buku ini mengajak pembaca menempatkan proses pengenalan diri dalam terang Firman Tuhan. Pengenalan diri tidak hanya berarti mengetahui kelebihan dan kekurangan, tetapi juga memahami identitas, nilai, keterbatasan, tanggung jawab, serta tujuan hidup sebagai manusia yang berada dalam relasi dengan Allah. Firman Tuhan menjadi cermin untuk melihat kehidupan secara lebih jujur. Di dalamnya manusia dapat menemukan gambaran tentang dirinya sebagai ciptaan Allah yang berharga, sekaligus sebagai pribadi yang memiliki kelemahan dan membutuhkan pembaruan. Dengan demikian, pengenalan diri tidak diarahkan kepada kesombongan maupun penghinaan terhadap diri sendiri, melainkan kepada penerimaan diri yang sehat dan kehidupan yang terus bertumbuh. Buku ini juga membahas berbagai pergumulan yang sering muncul dalam proses mengenal diri: perasaan tidak cukup baik, kebutuhan akan pengakuan, ketakutan terhadap penolakan, luka masa lalu, kegagalan, perbandingan dengan orang lain, kesulitan menerima kelemahan, serta pencarian tujuan hidup. Semua pengalaman tersebut dapat menjadi ruang refleksi untuk memahami diri dengan lebih dewasa. Dalam terang Firman, manusia dipanggil untuk melihat dirinya bukan semata-mata berdasarkan penilaian dunia. Nilai seseorang tidak hanya ditentukan oleh jabatan, kekayaan, prestasi, penampilan, popularitas, atau pengakuan orang lain. Ada dimensi kehidupan yang lebih dalam, yaitu relasi manusia dengan Allah dan panggilan untuk menjalani hidup secara bertanggung jawab. Buku ini juga mengajak pembaca memahami bahwa mengenal diri merupakan sebuah proses. Manusia terus berubah melalui pengalaman, relasi, pilihan, kegagalan, pembelajaran, dan pertumbuhan iman. Karena itu, mengenal diri bukan berarti menemukan sebuah identitas yang tidak pernah berubah, melainkan terus belajar memahami siapa diri kita dan ke mana kehidupan diarahkan. Dengan pendekatan yang reflektif dan mudah dipahami, buku ini dapat menjadi bahan perenungan pribadi, pembinaan iman, pendalaman kelompok, maupun pendampingan spiritual. Pembaca diajak tidak hanya bertanya, “Siapakah saya?”, tetapi juga, “Bagaimana Allah memandang saya?” dan “Untuk tujuan apakah saya dipanggil menjalani kehidupan ini?” Pada akhirnya, MENEMUKAN DIRI DALAM TERANG ILAHI mengajak manusia keluar dari bayang-bayang penilaian yang keliru dan melihat dirinya dalam terang kasih, kebenaran, dan panggilan Allah. Mengenal diri dengan benar bukan berarti menemukan bahwa kita sempurna, melainkan belajar melihat diri dengan jujur, menerima diri dengan kasih, dan membiarkan Tuhan membentuk kehidupan kita.
Sinopsis
MENEMUKAN DIRI DALAM TERANG ILAHI Sebuah Perjalanan Pengenalan Diri Berdasarkan Firman Siapakah saya sebenarnya? Apakah saya adalah apa yang dikatakan orang lain tentang saya? Apakah saya ditentukan oleh keberhasilan dan kegagalan saya? Apakah masa lalu saya menentukan masa depan saya? Atau ada sesuatu yang lebih mendalam yang menjadi dasar identitas saya? Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi awal perjalanan MENEMUKAN DIRI DALAM TERANG ILAHI. Buku ini mengajak pembaca melakukan perjalanan ke dalam diri dengan menjadikan Firman Tuhan sebagai terang untuk memahami identitas, nilai, kelemahan, kekuatan, dan panggilan hidup. Sering kali manusia mengenal dirinya melalui cermin orang lain. Ia merasa berharga ketika dipuji, merasa gagal ketika dibandingkan, merasa kuat ketika berhasil, dan merasa tidak berarti ketika mengalami kegagalan. Akibatnya, gambaran tentang diri dapat berubah mengikuti keadaan dan penilaian lingkungan. Buku ini mengajak pembaca melihat bahwa pengenalan diri yang sehat membutuhkan keberanian untuk melihat diri secara jujur. Ada bagian diri yang perlu diterima, ada yang perlu dipulihkan, ada kebiasaan yang perlu diubah, dan ada potensi yang perlu dikembangkan. Semuanya merupakan bagian dari perjalanan pertumbuhan manusia. Dalam perjalanan tersebut, Firman Tuhan menjadi terang yang menolong manusia melihat dirinya secara lebih utuh. Firman tidak hanya memperlihatkan kelemahan dan keberdosaan manusia, tetapi juga berbicara tentang kasih Allah, martabat manusia sebagai ciptaan-Nya, pengampunan, pembaruan, tanggung jawab, dan panggilan untuk hidup dalam kebenaran. Pembaca juga diajak menghadapi berbagai pertanyaan yang dekat dengan kehidupan: mengapa saya sering membandingkan diri dengan orang lain? Mengapa saya sulit menerima kritik? Mengapa saya membutuhkan pengakuan? Mengapa kegagalan membuat saya merasa tidak berharga? Bagaimana saya menerima masa lalu tanpa terus hidup di dalamnya? Dan bagaimana menemukan arah kehidupan ketika masa depan belum terlihat jelas? Perjalanan mengenal diri pada akhirnya bukan perjalanan menuju kesempurnaan, melainkan menuju kedewasaan. Manusia belajar menerima keterbatasannya tanpa kehilangan harapan, mengakui kesalahannya tanpa tenggelam dalam rasa bersalah, dan mengenali potensinya tanpa jatuh ke dalam kesombongan. Buku ini mengajak pembaca melihat bahwa identitas yang sehat akan memengaruhi cara seseorang menjalani relasi, mengambil keputusan, menghadapi kegagalan, menggunakan kemampuan, melayani, dan memandang masa depan. Ketika seseorang semakin memahami dirinya dalam terang Firman, ia dapat menjalani kehidupan dengan kesadaran yang lebih baik tentang siapa dirinya dan untuk apa ia hidup. Pada akhirnya, pertanyaan “Siapakah saya?” menemukan ruang jawaban yang lebih dalam ketika manusia berani datang kepada Tuhan. Di sana, ia tidak hanya menemukan kelemahan dan kekuatannya, tetapi juga menemukan bahwa hidupnya memiliki nilai, arah, tanggung jawab, dan panggilan. Kita tidak menemukan diri dengan terus mendengarkan suara dunia tentang siapa kita; kita menemukan diri ketika berani melihat kehidupan dalam terang Firman dan membiarkan Allah menyatakan siapa kita di hadapan-Nya.
Status QRSBN
Nomor QRSBN
62-0430-04079-0
Tanggal Diterima
16 Sep 2026
Tanggal Pengajuan
16 Sep 2026
Status
TervalidasiPenerbit
Nama Penerbit
THEOVERRABOOKS
Lokasi
Kota Administrasi Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta