MENJADI PILAR DI DUNIA RETAK
oleh Pdt.Remanto Tumanggor, MTh
THEOVERRABOOKS
Informasi Buku
Judul
MENJADI PILAR DI DUNIA RETAK
Penulis
Pdt.Remanto Tumanggor, MTh
Edisi
Cetakan 1
Tahun Terbit
2026
Bulan Terbit
September
Jumlah Halaman
184
Tinggi Buku
21 cm
Kelompok Pembaca
Orang Tua
Jenis Pustaka
Non-Fiksi
Kategori Jenis
Buku Agama
Terbitan
THEOVERRABOOKS
Media
E-book (PDF)
Kategori Buku
E-book Kristiani
Klasifikasi DDC
230 โ Teologi Doktrinal Kristen
Provinsi Terbit
Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Kota/Kab Terbit
Kota Administrasi Jakarta Barat
Link Buku
https://sites.google.com/view/remantobooks/e-book_1
Subject
Filosofis dan Spiritualitas bagi Kaum Bapak
Deskripsi / Abstrak
MENJADI PILAR DI DUNIA RETAK Filosofis dan Spiritualitas bagi Kaum Bapak MENJADI PILAR DI DUNIA RETAK adalah sebuah refleksi filosofis dan spiritual mengenai panggilan kaum bapak dalam menghadapi kehidupan yang semakin kompleks. Dunia tempat manusia hidup tidak selalu berada dalam keadaan ideal. Keluarga menghadapi berbagai perubahan, relasi mengalami ketegangan, nilai-nilai bergeser, tekanan ekonomi muncul, generasi berbeda dalam cara berpikir, dan kehidupan sosial menuntut kemampuan untuk terus beradaptasi. Di tengah keadaan tersebut, kaum bapak dipanggil bukan sekadar menjadi pencari nafkah atau pemegang otoritas dalam keluarga, tetapi menjadi pribadi yang menghadirkan keteguhan, kasih, tanggung jawab, kebijaksanaan, dan keteladanan. Menjadi โpilarโ bukan berarti harus selalu kuat dan tidak pernah mengalami kelemahan. Pilar yang sesungguhnya justru memahami bahwa kekuatan membutuhkan dasar yang kokoh. Buku ini mengajak kaum bapak merenungkan kembali makna keberadaan, tanggung jawab, kepemimpinan, dan spiritualitas. Seorang bapak tidak hanya meninggalkan warisan dalam bentuk materi, tetapi juga meninggalkan nilai melalui cara berbicara, mengambil keputusan, memperlakukan pasangan, mendidik anak, menghadapi konflik, menggunakan waktu, serta menjalani kehidupan di hadapan Tuhan. Dari perspektif filosofis, buku ini mengangkat pertanyaan mengenai apa artinya menjadi seorang laki-laki, suami, ayah, pemimpin, dan anggota masyarakat. Identitas tidak hanya dibentuk oleh status, tetapi oleh pilihan dan tindakan yang dilakukan terus-menerus. Karena itu, kualitas seorang bapak tidak semata-mata diukur dari apa yang dimilikinya, tetapi dari nilai yang dihidupinya dan dampak yang ditinggalkannya bagi orang-orang di sekitarnya. Dari perspektif spiritualitas, kehidupan kaum bapak ditempatkan dalam relasi dengan Allah. Keluarga bukan hanya ruang untuk memenuhi kebutuhan jasmani, tetapi juga tempat iman, karakter, kasih, dan nilai-nilai kehidupan diwariskan. Kepemimpinan dalam keluarga bukan terutama persoalan kekuasaan, melainkan tanggung jawab untuk melayani, melindungi, membimbing, dan memberikan teladan. Buku ini juga berbicara kepada bapak yang sedang berada dalam pergumulan. Ada saat ketika seorang bapak merasa harus terlihat kuat, padahal di dalam dirinya terdapat kelelahan, ketakutan, kekecewaan, dan pertanyaan yang tidak mudah diungkapkan. Buku ini mengajak kaum bapak memahami bahwa mengakui keterbatasan bukan tanda kelemahan. Justru kesadaran akan keterbatasan dapat membuka ruang bagi kerendahan hati, pertumbuhan, dan ketergantungan kepada Tuhan. MENJADI PILAR DI DUNIA RETAK dapat menjadi bahan refleksi bagi kaum bapak, keluarga, kelompok kategorial, pembinaan jemaat, maupun pelayanan pastoral. Buku ini mengajak pembaca untuk tidak sekadar bertanya bagaimana menjadi bapak yang berhasil, tetapi bagaimana menjadi bapak yang bermakna dan memberikan kehidupan bagi orang-orang yang dipercayakan kepadanya. Pada akhirnya, menjadi pilar bukan berarti menahan seluruh beban seorang diri. Pilar yang kokoh memiliki fondasi. Demikian pula kehidupan seorang bapak membutuhkan fondasi iman, kasih, kebenaran, kebijaksanaan, dan tanggung jawab. Dunia mungkin retak, tetapi seorang bapak dapat memilih untuk tetap menjadi tempat bertumbuhnya kasih, iman, keteguhan, dan pengharapan.
Sinopsis
MENJADI PILAR DI DUNIA RETAK Filosofis dan Spiritualitas bagi Kaum Bapak Apa artinya menjadi seorang bapak di zaman yang terus berubah? Apakah cukup dengan menyediakan kebutuhan keluarga? Apakah kepemimpinan berarti memiliki kuasa untuk menentukan segala sesuatu? Ataukah seorang bapak dipanggil untuk menghadirkan sesuatu yang lebih dalam: rasa aman, keteladanan, kasih, kebijaksanaan, dan arah kehidupan? MENJADI PILAR DI DUNIA RETAK mengajak kaum bapak memasuki perjalanan refleksi tentang identitas dan panggilannya di tengah keluarga, gereja, dan masyarakat. Dunia yang dihadapi keluarga tidak selalu mudah. Perubahan teknologi, tekanan ekonomi, perbedaan generasi, kesibukan, konflik relasi, dan berbagai persoalan sosial dapat membuat keluarga membutuhkan figur yang mampu menghadirkan keteguhan sekaligus kelembutan. Namun menjadi pilar tidak berarti menjadi manusia yang tidak pernah runtuh. Seorang bapak juga dapat lelah, kecewa, takut, salah mengambil keputusan, atau tidak mengetahui apa yang harus dilakukan. Karena itu, kekuatan seorang bapak tidak terutama terletak pada kemampuannya menyembunyikan kelemahan, melainkan pada keberaniannya menghadapinya dengan jujur dan terus bertumbuh. Buku ini mengajak pembaca melihat kepemimpinan dari sudut pandang yang lebih luas. Memimpin bukan sekadar memberi perintah. Memimpin berarti memberi arah melalui kehidupan. Anak-anak belajar bukan hanya dari nasihat yang diberikan, tetapi juga dari bagaimana seorang bapak berbicara ketika marah, meminta maaf ketika bersalah, memperlakukan pasangan, menghadapi kesulitan, menggunakan uang, menghormati orang lain, dan menjalankan imannya. Di dalam keluarga, seorang bapak dapat menjadi โpilarโ ketika ia mampu menghadirkan kehadiran yang nyata. Kehadiran tidak selalu berarti memiliki banyak waktu, tetapi kesediaan untuk mendengar, memahami, mendampingi, dan memberikan perhatian. Terkadang sebuah percakapan sederhana, pelukan, permintaan maaf, atau doa bersama dapat memiliki makna yang jauh lebih besar daripada nasihat yang panjang. Buku ini juga mengajak kaum bapak merenungkan warisan apa yang sedang mereka tinggalkan. Warisan seorang bapak bukan hanya rumah, pekerjaan, tabungan, atau harta benda. Ada warisan yang tidak terlihat tetapi dapat hidup lintas generasi: cara mencintai, cara menghadapi penderitaan, cara memperlakukan sesama, keberanian untuk berkata benar, kesediaan mengampuni, dan iman yang diwujudkan dalam kehidupan. Dalam perspektif spiritual, kaum bapak dipanggil untuk memahami bahwa keluarga merupakan bagian dari tanggung jawab yang dipercayakan Tuhan. Karena itu, kepemimpinan tidak dapat dipisahkan dari pelayanan. Seorang bapak yang memimpin dengan kasih tidak kehilangan wibawa; ia justru membangun kepercayaan yang lebih dalam. Buku ini pada akhirnya tidak menawarkan gambaran tentang bapak yang sempurna. Buku ini berbicara kepada bapak yang sedang belajar: belajar mendengar, belajar mengasihi, belajar memimpin, belajar meminta maaf, belajar mengampuni, belajar menghadapi perubahan, dan belajar menyerahkan hidup kepada Tuhan. MENJADI PILAR DI DUNIA RETAK mengajak kaum bapak untuk melihat kembali dirinya: bukan hanya sebagai orang yang harus kuat bagi orang lain, tetapi sebagai manusia yang juga membutuhkan Tuhan untuk menjadi kuat. Pilar yang kokoh bukanlah pilar yang tidak pernah mengalami tekanan, melainkan pilar yang memiliki fondasi yang kuat sehingga tetap mampu menopang kehidupan di sekitarnya.
Status QRSBN
Nomor QRSBN
62-0430-04080-5
Tanggal Diterima
16 Sep 2026
Tanggal Pengajuan
16 Sep 2026
Status
TervalidasiPenerbit
Nama Penerbit
THEOVERRABOOKS
Lokasi
Kota Administrasi Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta