PEREMPUAN YANG DI HIDUPKAN OLEH ANUGERAH
oleh Pdt.Remanto Tumanggor,MTh
THEOVERRABOOKS
Informasi Buku
Judul
PEREMPUAN YANG DI HIDUPKAN OLEH ANUGERAH
Penulis
Pdt.Remanto Tumanggor,MTh
Edisi
Cetakan 1
Tahun Terbit
2026
Bulan Terbit
Agustus
Jumlah Halaman
182
Tinggi Buku
23 cm
Kelompok Pembaca
Dewasa
Jenis Pustaka
Non-Fiksi
Kategori Jenis
Buku Agama
Terbitan
THEOVERRABOOKS
Media
E-book (PDF)
Kategori Buku
E-book Kristiani
Klasifikasi DDC
230 — Teologi Doktrinal Kristen
Provinsi Terbit
Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Kota/Kab Terbit
Kota Administrasi Jakarta Barat
Link Buku
https://sites.google.com/view/remantobooks/e-book_1
Subject
Anugerah Allah sebagai Sumber Kekuatan
Deskripsi / Abstrak
PEREMPUAN YANG DIHIDUPKAN OLEH ANUGERAH Anugerah Allah sebagai Sumber Kekuatan Menjadi perempuan berarti menjalani perjalanan kehidupan dengan berbagai pengalaman, tanggung jawab, pergumulan, sukacita, dan harapan. Ada masa ketika seorang perempuan merasa kuat, tetapi ada pula saat ketika ia merasa lelah, terluka, kecewa, kehilangan arah, atau harus menjalani kehidupan dalam keadaan yang tidak pernah direncanakannya. Di tengah berbagai keadaan tersebut, buku PEREMPUAN YANG DIHIDUPKAN OLEH ANUGERAH mengajak perempuan menemukan kembali sumber kekuatan yang tidak bergantung semata-mata pada kemampuan dirinya, melainkan pada anugerah Allah. Anugerah merupakan salah satu pusat kehidupan iman Kristen. Anugerah bukan penghargaan karena manusia telah sempurna, melainkan pemberian Allah yang diterima manusia dalam ketidakberdayaan dan keterbatasannya. Karena itu, seorang perempuan tidak harus membuktikan bahwa dirinya layak dikasihi sebelum datang kepada Tuhan. Ia dapat datang dengan segala keberhasilan maupun kegagalannya, dengan luka maupun harapannya, sebab kehidupannya berada dalam ruang kasih karunia Allah. Buku ini mengajak pembaca melihat berbagai pengalaman perempuan melalui perspektif iman. Perjalanan menjadi ibu, istri, anak, saudara, sahabat, pekerja, pelayan gereja, maupun perempuan yang menjalani kehidupan seorang diri memiliki tantangan yang berbeda. Namun, di dalam setiap keadaan tersebut terdapat kesempatan untuk mengalami penyertaan Allah dan menemukan bahwa kekuatan sejati tidak selalu berarti mampu melakukan semuanya sendiri. Pembahasan dalam buku ini juga memberi ruang bagi pengalaman luka, kegagalan, penolakan, kehilangan, dan kekecewaan. Seorang perempuan tidak harus menyembunyikan air matanya untuk disebut kuat. Ada kekuatan yang justru lahir ketika seseorang berani mengakui kelemahannya dan menyerahkan dirinya kepada Tuhan. Anugerah memungkinkan manusia bangkit tanpa harus menyangkal bahwa ia pernah jatuh. Selain berbicara tentang kekuatan pribadi, buku ini mengajak perempuan memahami kembali identitasnya di hadapan Allah. Nilai seorang perempuan tidak semata-mata ditentukan oleh penampilan, status sosial, keberhasilan, pekerjaan, usia, kondisi keluarga, atau penilaian manusia. Di dalam iman Kristen, manusia menemukan martabatnya sebagai ciptaan Allah yang dikasihi dan dipanggil untuk hidup dalam tujuan-Nya. Anugerah juga membentuk cara seorang perempuan memperlakukan orang lain. Perempuan yang menyadari dirinya telah menerima anugerah dipanggil untuk belajar mengampuni, mengasihi, membangun sesama, dan menghadirkan pengharapan. Ia tidak lagi hidup hanya untuk membuktikan dirinya, tetapi dapat menggunakan pengalaman hidupnya menjadi berkat bagi keluarga, komunitas, dan gereja. Buku ini pada akhirnya merupakan perjalanan reflektif tentang bagaimana anugerah Allah bekerja dalam berbagai musim kehidupan. Ada saat ketika anugerah dirasakan sebagai kekuatan untuk bertahan, ada saat sebagai keberanian untuk memulai kembali, dan ada pula saat sebagai damai untuk menerima sesuatu yang tidak dapat diubah. Dalam semuanya itu, kehidupan perempuan tidak berjalan tanpa arah karena Tuhan tetap menyertai perjalanan tersebut. Perempuan yang dihidupkan oleh anugerah bukanlah perempuan yang tidak pernah lemah, melainkan perempuan yang menemukan kekuatan untuk terus berjalan karena mengetahui bahwa hidupnya berada dalam kasih Allah.
Sinopsis
PEREMPUAN YANG DIHIDUPKAN OLEH ANUGERAH Anugerah Allah sebagai Sumber Kekuatan Tidak semua perjuangan seorang perempuan terlihat. Ada perjuangan yang terjadi di dalam rumah, di tempat kerja, dalam relasi, dalam pelayanan, bahkan di dalam hati yang tidak diketahui orang lain. Ada perempuan yang tersenyum sambil menyembunyikan kelelahan. Ada yang terlihat tegar tetapi sedang menghadapi luka. Ada yang terus melayani orang lain sementara dirinya sendiri membutuhkan penguatan. Di tengah kenyataan seperti inilah buku PEREMPUAN YANG DIHIDUPKAN OLEH ANUGERAH hadir sebagai ajakan untuk menemukan kembali kekuatan di dalam Tuhan. Buku ini mengajak pembaca memandang kehidupan perempuan bukan hanya melalui apa yang telah dicapainya, tetapi melalui karya anugerah Allah yang menyertainya. Kehidupan bukan selalu tentang seberapa kuat seseorang mampu berdiri sendiri. Terkadang kekuatan justru ditemukan ketika seseorang menyadari keterbatasannya dan belajar bergantung kepada Tuhan. Perjalanan buku ini membawa pembaca melalui berbagai pengalaman kehidupan: ketika harus bertahan, ketika mengalami kehilangan, ketika menghadapi kegagalan, ketika merasa tidak dihargai, ketika harus memulai kembali, ketika mengampuni, dan ketika belajar menerima diri sendiri. Setiap pengalaman menjadi ruang refleksi untuk melihat bagaimana iman dapat memberi makna baru terhadap perjalanan hidup. Salah satu pesan penting buku ini adalah bahwa kelemahan bukan alasan bagi seseorang untuk kehilangan harapan. Manusia dapat memiliki keterbatasan, tetapi keterbatasan itu tidak menentukan seluruh nilai dirinya. Dalam anugerah Allah, seorang perempuan dapat belajar berdamai dengan dirinya, menerima masa lalu, dan melangkah menuju masa depan tanpa harus terus-menerus hidup di bawah bayang-bayang kegagalannya. Buku ini juga mengangkat kekuatan perempuan dalam relasi dan pelayanan. Seorang perempuan dapat menjadi sumber penguatan bagi keluarga, sahabat, anak-anak, komunitas, dan gereja. Namun, kemampuan memberi kekuatan kepada orang lain juga perlu diimbangi dengan kesediaan menerima pertolongan. Seorang perempuan tidak harus selalu menjadi “yang kuat”. Ia juga berhak beristirahat, menangis, meminta pertolongan, dan datang kepada Tuhan dalam kelemahannya. Dalam perjalanan tersebut, anugerah menjadi pusat refleksi. Anugerah mengajarkan bahwa kasih Allah tidak diberikan karena manusia telah berhasil menjadi sempurna. Justru dalam kegagalan dan keterbatasan, manusia dapat menemukan bahwa Allah tetap membuka jalan untuk pertobatan, pemulihan, pertumbuhan, dan kehidupan yang baru. Buku ini juga mengajak perempuan untuk tidak membandingkan perjalanan hidupnya dengan perjalanan orang lain. Setiap orang memiliki musim kehidupannya sendiri. Ada yang bertumbuh cepat, ada yang membutuhkan waktu lebih panjang. Ada yang menerima jawaban doa sesuai harapan, sementara yang lain harus belajar hidup dengan pertanyaan yang belum terjawab. Dalam setiap musim, anugerah Allah tetap menjadi dasar pengharapan. PEREMPUAN YANG DIHIDUPKAN OLEH ANUGERAH dapat menjadi bahan renungan pribadi, pembinaan perempuan, pelayanan kategorial, kelompok kecil, maupun bahan refleksi bagi gereja. Buku ini bukan hanya berbicara kepada perempuan yang sedang kuat, tetapi juga kepada mereka yang sedang lelah dan membutuhkan pengingat bahwa hidup mereka tetap berharga di hadapan Tuhan. Pada akhirnya, buku ini mengajak setiap perempuan untuk berhenti sejenak dan berkata: “Saya mungkin tidak mampu mengendalikan semua keadaan, tetapi saya tidak berjalan sendirian.” Di sanalah anugerah menemukan maknanya—bukan sebagai janji bahwa hidup akan selalu mudah, melainkan sebagai keyakinan bahwa dalam setiap musim kehidupan, kasih Allah tetap menjadi tempat berpijak. Anugerah tidak selalu mengubah keadaan seketika, tetapi anugerah mengubah cara kita menjalani keadaan bersama Tuhan.
Status QRSBN
Nomor QRSBN
62-0430-04088-2
Tanggal Diterima
16 Sep 2026
Tanggal Pengajuan
16 Sep 2026
Status
TervalidasiPenerbit
Nama Penerbit
THEOVERRABOOKS
Lokasi
Kota Administrasi Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta