Logo
QRSBN QR Code Standard Book Number
Beranda Pencarian Detail Buku
Terverifikasi QRSBN

100 ISTILAH SIMBOL KEHIUDUPAN

oleh Pdt.Remanto Tumanggor, MTh

THEOVERRABOOKS

62-0430-04093-9
QR Code

Informasi Buku

Judul

100 ISTILAH SIMBOL KEHIUDUPAN

Penulis

Pdt.Remanto Tumanggor, MTh

Edisi

Cetakan 1

Tahun Terbit

2026

Bulan Terbit

September

Jumlah Halaman

164

Tinggi Buku

21 cm

Kelompok Pembaca

Dewasa

Jenis Pustaka

Fiksi

Kategori Jenis

Buku Agama

Terbitan

THEPVERRABOOKS

Media

E-book (PDF)

Kategori Buku

E-book Kristiani

Klasifikasi DDC

230 — Teologi Doktrinal Kristen

Provinsi Terbit

Daerah Khusus Ibukota Jakarta

Kota/Kab Terbit

Kota Administrasi Jakarta Barat

Link Buku

https://sites.google.com/view/remantobooks/e-book_1

Subject

100 Tematis Teologis Simbol Kehidupan

Deskripsi / Abstrak

100 ISTILAH SIMBOL KEHIDUPAN 100 Tematis Teologis Simbol Kehidupan Kehidupan manusia dipenuhi dengan berbagai simbol. Sebuah pintu dapat berbicara tentang kesempatan dan pilihan. Jalan dapat menggambarkan perjalanan. Cermin dapat mengingatkan manusia untuk melihat dirinya sendiri. Jembatan dapat menjadi gambaran tentang hubungan dan rekonsiliasi. Cahaya dapat menjadi simbol pengharapan, sementara bayangan dapat mengingatkan manusia bahwa setiap kehidupan memiliki sisi yang tidak selalu terlihat. Buku 100 ISTILAH SIMBOL KEHIDUPAN mengajak pembaca melihat berbagai benda, keadaan, pengalaman, dan fenomena kehidupan sebagai bahan refleksi teologis. Melalui 100 tema simbolis, hal-hal yang sering dianggap sederhana ditempatkan dalam perspektif iman sehingga pembaca dapat menemukan makna yang lebih dalam dari pengalaman sehari-hari. Pendekatan buku ini tidak bermaksud menyatakan bahwa setiap benda atau fenomena memiliki satu makna rohani yang mutlak. Simbol merupakan sarana refleksi yang membantu manusia menghubungkan pengalaman konkret dengan pertanyaan tentang kehidupan, karakter, iman, relasi, penderitaan, harapan, dan panggilan. Karena itu, makna sebuah simbol dapat berkembang sesuai konteks dan tujuan refleksinya. Berbagai simbol kehidupan yang dibahas dapat berasal dari lingkungan sekitar, perjalanan manusia, pekerjaan, keluarga, relasi sosial, alam, benda-benda sederhana, serta berbagai pengalaman yang dialami manusia. Dari sesuatu yang tampaknya biasa, pembaca diajak menemukan pertanyaan yang lebih mendalam: Apa yang sedang diajarkan kehidupan kepada kita? Apa yang dapat kita pelajari tentang diri sendiri? Dan bagaimana iman membantu kita memberi makna terhadap pengalaman tersebut? Buku ini juga mengajak pembaca memahami kehidupan sebagai sebuah perjalanan pembentukan diri. Ada simbol tentang pertumbuhan, perubahan, kehilangan, ketekunan, kegagalan, keberhasilan, kesabaran, keberanian, pengampunan, dan pengharapan. Setiap tema menjadi kesempatan untuk melakukan refleksi dan melihat kembali bagaimana manusia menjalani kehidupannya. Dalam perspektif teologis, pengalaman sehari-hari dapat menjadi ruang untuk menyadari karya dan pemeliharaan Allah. Namun, refleksi simbolis tetap perlu ditempatkan secara proporsional. Simbol bukan pengganti Firman Tuhan dan bukan bukti otomatis mengenai kehendak Allah. Simbol berfungsi sebagai jembatan yang membantu manusia merenungkan pengalaman hidup dalam terang iman. Buku ini dapat digunakan oleh pendeta, pengkhotbah, penatua, guru agama, pembina kelompok kecil, maupun pembaca umum. Setiap tema dapat dikembangkan menjadi bahan renungan, ilustrasi khotbah, percakapan kelompok, atau refleksi pribadi. Dengan pendekatan yang sederhana, pembaca diajak melihat bahwa bahan perenungan iman tidak selalu harus dicari jauh-jauh; kehidupan sehari-hari menyediakan begitu banyak ruang untuk belajar. Pada akhirnya, 100 ISTILAH SIMBOL KEHIDUPAN mengajak pembaca mengembangkan kemampuan untuk berhenti, memperhatikan, dan merenungkan. Kehidupan tidak hanya dijalani, tetapi juga dapat dibaca. Dari perjalanan, pintu, jembatan, cermin, cahaya, air, pohon, bayangan, dan berbagai simbol lainnya, manusia dapat menemukan pertanyaan-pertanyaan yang menolongnya bertumbuh menjadi pribadi yang lebih bijaksana. Ketika kita belajar membaca kehidupan dengan mata iman, hal-hal sederhana dapat menjadi jendela menuju makna yang lebih dalam.

Sinopsis

100 ISTILAH SIMBOL KEHIDUPAN 100 Tematis Teologis Simbol Kehidupan Pernahkah kita memandang sebuah pintu dan menyadari bahwa kehidupan juga penuh dengan pintu-pintu pilihan? Pernahkah kita melihat sebuah jembatan dan berpikir tentang hubungan yang perlu dipulihkan? Pernahkah kita melihat cermin lalu bertanya apakah kita benar-benar mengenal diri sendiri? Pertanyaan-pertanyaan sederhana seperti ini menjadi awal perjalanan reflektif dalam buku 100 ISTILAH SIMBOL KEHIDUPAN. Buku ini menghadirkan 100 tema yang menggunakan berbagai simbol kehidupan sebagai pintu masuk untuk memahami pengalaman manusia. Simbol-simbol tersebut tidak ditempatkan sebagai teka-teki yang memiliki jawaban tunggal, tetapi sebagai gambaran yang membuka ruang perenungan tentang iman dan kehidupan. Perjalanan dimulai dari berbagai simbol yang sangat dekat dengan manusia. Pintu, jalan, jembatan, tangga, cermin, bayangan, cahaya, air, api, rumah, kursi, meja, jam, dan perjalanan dapat menjadi gambaran untuk memahami pilihan, perubahan, hubungan, waktu, identitas, serta arah kehidupan. Selanjutnya, berbagai pengalaman manusia menjadi simbol yang mengandung makna reflektif. Kegagalan dapat menjadi ruang belajar, luka dapat menjadi tempat pertumbuhan, air mata dapat menjadi ungkapan kasih, kesunyian dapat menjadi kesempatan untuk mendengar, dan penantian dapat menjadi latihan kesabaran. Dengan demikian, pengalaman yang sering dianggap negatif tidak selalu harus dilihat sebagai akhir; pengalaman tersebut dapat menjadi bagian dari proses pembentukan manusia. Buku ini juga mengajak pembaca melihat simbol-simbol kehidupan dari perspektif relasi. Sebuah jembatan dapat menggambarkan rekonsiliasi, pintu dapat menggambarkan keterbukaan, pagar dapat berbicara tentang batas, dan rumah dapat menjadi gambaran tentang tempat seseorang menemukan penerimaan. Melalui simbol-simbol tersebut, pembaca diajak merefleksikan bagaimana ia membangun hubungan dengan Tuhan, keluarga, dan sesama. Dimensi teologis buku ini terutama terletak pada usaha menghubungkan pengalaman manusia dengan iman. Pertanyaan tentang makna kehidupan, penderitaan, pengharapan, keterbatasan, panggilan, dan masa depan tidak hanya dijawab melalui pengamatan terhadap simbol, tetapi diarahkan kepada refleksi yang lebih luas tentang hubungan manusia dengan Allah. Buku ini juga mengingatkan bahwa tidak semua simbol harus diberi makna rohani secara berlebihan. Sebuah benda dapat tetap menjadi benda, sementara penggunaannya dalam refleksi menjadi sarana untuk membantu manusia memahami kehidupan. Dengan prinsip tersebut, pembaca diajak menikmati kekayaan simbol tanpa terjebak dalam spekulasi atau mencari pesan tersembunyi pada setiap detail kehidupan. Bagi para pelayan gereja, 100 tema dalam buku ini dapat dikembangkan menjadi ilustrasi khotbah dan bahan renungan. Sebuah simbol dapat digunakan sebagai pembuka untuk membawa jemaat masuk ke dalam pesan Alkitab, kemudian dikembangkan melalui teks, konteks, dan aplikasi kehidupan. Dengan demikian, ilustrasi tetap melayani Firman dan bukan menggantikannya. Bagi pembaca umum, buku ini menjadi undangan untuk memperlambat langkah dan melihat kembali hal-hal yang selama ini mungkin dilewati begitu saja. Kehidupan ternyata penuh dengan kesempatan untuk belajar. Sebuah jalan mengajarkan perjalanan, sebuah pintu mengajarkan pilihan, sebuah jembatan mengajarkan hubungan, sebuah cermin mengajarkan introspeksi, dan sebuah cahaya mengajarkan pengharapan. Pada akhirnya, 100 ISTILAH SIMBOL KEHIDUPAN membawa pembaca kepada sebuah cara pandang: kehidupan bukan hanya kumpulan peristiwa, melainkan perjalanan yang dapat direnungkan. Ketika manusia belajar melihat dengan lebih dalam, pengalaman sehari-hari dapat menjadi bahan untuk membentuk iman, karakter, kebijaksanaan, dan pengharapan. Simbol bukanlah akhir dari pencarian makna; simbol adalah pintu yang mengajak kita masuk lebih dalam untuk memahami kehidupan di hadapan Tuhan.

Status QRSBN

Nomor QRSBN

62-0430-04093-9

Tanggal Diterima

16 Sep 2026

Tanggal Pengajuan

16 Sep 2026

Status

Tervalidasi

Penerbit

Nama Penerbit

THEOVERRABOOKS

Lokasi

Kota Administrasi Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta