JEJAK MEMUDAR
oleh Pdt.Remanto Tumanggor, MTh
THEOVERRABOOKS
Informasi Buku
Judul
JEJAK MEMUDAR
Penulis
Pdt.Remanto Tumanggor, MTh
Edisi
Cetakan 1
Tahun Terbit
2026
Bulan Terbit
Agustus
Jumlah Halaman
149
Tinggi Buku
21 cm
Kelompok Pembaca
Dewasa
Jenis Pustaka
Fiksi
Kategori Jenis
Buku Agama
Media
E-book (PDF)
Kategori Buku
E-book Kristiani
Klasifikasi DDC
230 — Teologi Doktrinal Kristen
Provinsi Terbit
Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Kota/Kab Terbit
Kota Administrasi Jakarta Barat
Link Buku
https://sites.google.com/view/remantobooks/e-book_1
Subject
150 Fragmen Judul yang Tematis dan Teologis
Deskripsi / Abstrak
JEJAK MEMUDAR 150 Fragmen Judul yang Tematis dan Teologis Jejak Memudar adalah sebuah kumpulan refleksi dalam bentuk 150 fragmen tematis dan teologis yang mengajak pembaca merenungkan perjalanan manusia di tengah waktu yang terus bergerak. Kehidupan meninggalkan banyak jejak: kenangan, pengalaman, perjumpaan, keberhasilan, kegagalan, kasih, kehilangan, bahkan luka. Namun tidak semua jejak bertahan selamanya. Ada yang semakin jelas, ada yang perlahan memudar, dan ada pula yang hanya tersisa dalam ingatan. Buku ini berangkat dari kenyataan sederhana bahwa manusia sering berusaha mengabadikan segala sesuatu, sementara waktu terus mengubah banyak hal. Orang yang dahulu dekat dapat menjadi jauh, tempat yang pernah penuh kenangan dapat berubah, dan pengalaman yang pernah terasa sangat penting perlahan menjadi bagian dari masa lalu. Dalam situasi seperti itu, manusia diajak bertanya: apakah sesuatu yang memudar berarti sesuatu itu kehilangan maknanya? Melalui 150 fragmen, buku ini menghadirkan berbagai tema kehidupan seperti perjalanan, waktu, kenangan, kesunyian, kehilangan, harapan, perubahan, pengampunan, kesetiaan, kehadiran, perpisahan, pertumbuhan, dan pencarian makna. Setiap fragmen dirancang sebagai ruang perenungan yang dapat dibaca secara singkat, tetapi membuka kemungkinan untuk direnungkan lebih jauh. Secara teologis, Jejak Memudar mengarahkan perhatian kepada Allah yang tidak dibatasi oleh perubahan manusia dan perjalanan waktu. Apa yang bagi manusia dapat terlupakan, berubah, atau memudar, berada dalam cakrawala pemeliharaan Allah. Refleksi ini menolong pembaca melihat bahwa nilai kehidupan tidak semata-mata ditentukan oleh seberapa lama sesuatu dikenang oleh manusia. Buku ini juga mengajak pembaca memahami bahwa kehilangan merupakan bagian dari perjalanan hidup. Kehilangan tidak selalu harus dipahami sebagai akhir dari segala sesuatu. Dalam perspektif iman, kehilangan dapat menjadi ruang untuk belajar melepaskan, menerima keterbatasan, menemukan kembali pengharapan, dan mempercayakan masa lalu kepada Tuhan. Berbagai fragmen dalam buku ini dapat menjadi bahan renungan pribadi maupun titik awal untuk percakapan rohani. Karena bentuknya yang tematis, pembaca tidak harus mengikuti urutan tertentu. Satu fragmen dapat dibaca pada pagi hari, sebelum tidur, dalam keheningan, atau ketika seseorang sedang menghadapi pengalaman hidup tertentu. Jejak Memudar pada akhirnya mengingatkan bahwa kehidupan manusia memang meninggalkan jejak, tetapi tidak semua jejak harus bertahan dalam ingatan manusia untuk memiliki arti. Ada jejak yang justru menjadi berarti karena pernah menghadirkan kasih, pembelajaran, pertumbuhan, atau perubahan dalam kehidupan seseorang. Buku ini diperuntukkan bagi siapa saja yang sedang belajar berdamai dengan masa lalu, menerima perubahan, menghadapi kehilangan, maupun menemukan makna baru dalam perjalanan hidup. Di tengah dunia yang sering menilai keberhasilan berdasarkan sesuatu yang terlihat dan bertahan lama, buku ini mengajak pembaca melihat kehidupan dari perspektif yang lebih dalam: bahwa makna tidak selalu terletak pada jejak yang paling panjang, tetapi pada kehidupan yang dijalani dengan iman dan kasih di hadapan Tuhan.
Sinopsis
JEJAK MEMUDAR 150 Fragmen Judul yang Tematis dan Teologis Ada jejak yang tertinggal di jalan, tetapi ada pula jejak yang tertinggal di hati. Ada kenangan yang tetap hidup selama bertahun-tahun, tetapi ada juga kenangan yang perlahan kehilangan ketajamannya. Waktu mengajarkan bahwa tidak semua yang pernah kita miliki dapat kita pertahankan dalam bentuk yang sama. Kehidupan bergerak, manusia berubah, dan jejak masa lalu sedikit demi sedikit dapat memudar. Jejak Memudar mengumpulkan 150 fragmen yang lahir dari berbagai pengalaman manusia dalam menjalani kehidupan. Fragmen-fragmen tersebut berbicara tentang apa yang pernah hadir dan kemudian pergi, tentang sesuatu yang pernah kuat tetapi kemudian melemah, tentang perjumpaan yang berubah menjadi perpisahan, serta tentang pengalaman yang dahulu menyakitkan tetapi akhirnya menjadi bagian dari proses pendewasaan. Di dalamnya terdapat refleksi mengenai waktu dan kenangan. Waktu tidak dapat dihentikan, dan manusia tidak dapat kembali ke masa lalu untuk mengulang semua yang pernah terjadi. Namun masa lalu dapat menjadi guru. Kenangan dapat menjadi cermin yang membantu manusia memahami siapa dirinya, apa yang telah dilalui, apa yang perlu dilepaskan, dan apa yang masih layak diperjuangkan. Tema kehilangan dan perpisahan juga menjadi bagian penting dari perjalanan buku ini. Kehilangan tidak hanya berbicara tentang kematian. Manusia dapat kehilangan kesempatan, hubungan, masa muda, pekerjaan, impian, kesehatan, tempat, atau sebuah masa kehidupan. Setiap kehilangan memiliki bentuknya sendiri. Karena itu, setiap orang membutuhkan ruang untuk berduka, menerima, dan perlahan menemukan kembali harapan. Di balik fragmen-fragmen tersebut terdapat pertanyaan teologis tentang kehadiran Allah di tengah perubahan kehidupan. Ketika sesuatu yang kita kenal mulai memudar, apakah Allah juga berubah? Ketika manusia lupa, apakah Allah lupa? Ketika sebuah kehidupan tampaknya tidak lagi meninggalkan jejak besar dalam dunia, apakah kehidupan itu menjadi tidak berarti? Buku ini mengarahkan pembaca untuk memandang pertanyaan-pertanyaan tersebut melalui iman kepada Allah yang memelihara kehidupan. 150 fragmen dalam buku ini tidak dimaksudkan sebagai jawaban final atas seluruh persoalan hidup. Sebaliknya, setiap fragmen merupakan undangan untuk berhenti sejenak, membaca, berpikir, dan membawa pengalaman pribadi ke dalam ruang refleksi iman. Karena itu, pembaca dapat menemukan makna yang berbeda dalam setiap fragmen sesuai dengan pengalaman dan tahap kehidupannya. Pada akhirnya, Jejak Memudar berbicara tentang makna hidup yang melampaui ingatan manusia. Tidak semua kebaikan harus dikenang oleh banyak orang. Tidak semua pelayanan harus terlihat. Tidak semua air mata harus diketahui. Tidak semua perjuangan harus mendapatkan penghargaan. Ada kehidupan yang tampaknya sederhana, tetapi memiliki nilai karena dijalani dengan kasih, kesetiaan, iman, dan pengharapan. Jejak manusia mungkin memudar di hadapan waktu, tetapi perjalanan hidup tidak harus kehilangan makna. Ketika manusia belajar menyerahkan masa lalu, menerima perubahan, dan mempercayakan masa depan kepada Tuhan, sesuatu yang memudar tidak selalu menjadi sesuatu yang sia-sia. Sebab pada akhirnya, yang membuat sebuah kehidupan berarti bukan seberapa lama jejaknya terlihat, melainkan bagaimana kehidupan itu dijalani ketika Tuhan mempercayakan waktu kepadanya.
Status QRSBN
Nomor QRSBN
62-0430-04095-4
Tanggal Diterima
16 Sep 2026
Tanggal Pengajuan
16 Sep 2026
Status
TervalidasiPenerbit
Nama Penerbit
THEOVERRABOOKS
Lokasi
Kota Administrasi Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta