Logo
QRSBN QR Code Standard Book Number
Beranda Pencarian Detail Buku
Terverifikasi QRSBN

YANG TIDAK BISA DIBELI DENGAN UANG

oleh Pdt.Remanto Tumanggor, MTh

THEOVERRABOOKS

62-0430-04098-6
QR Code

Informasi Buku

Judul

YANG TIDAK BISA DIBELI DENGAN UANG

Penulis

Pdt.Remanto Tumanggor, MTh

Edisi

Cetakan 1

Tahun Terbit

2026

Bulan Terbit

September

Jumlah Halaman

221

Tinggi Buku

21 cm

Kelompok Pembaca

Umum

Jenis Pustaka

Non-Fiksi

Kategori Jenis

Buku Agama

Terbitan

THEOVERRABOOKS

Media

E-book (PDF)

Kategori Buku

E-book Kristiani

Klasifikasi DDC

230 — Teologi Doktrinal Kristen

Provinsi Terbit

Daerah Khusus Ibukota Jakarta

Kota/Kab Terbit

Kota Administrasi Jakarta Barat

Link Buku

https://sites.google.com/view/remantobooks/e-book_1

Subject

Uang dapat membeli banyak hal untuk kehidupan, tetapi tidak dapat membeli kehidupan yang bermakna.

Deskripsi / Abstrak

YANG TIDAK BISA DIBELI DENGAN UANG Uang memiliki kemampuan untuk memenuhi banyak kebutuhan manusia. Dengan uang seseorang dapat membeli makanan, tempat tinggal, pendidikan, perjalanan, berbagai barang, dan banyak fasilitas kehidupan. Namun ada hal-hal yang memiliki nilai jauh lebih dalam yang tidak dapat diperoleh hanya dengan kekayaan. Yang Tidak Bisa Dibeli dengan Uang mengajak pembaca merenungkan kembali apa yang sesungguhnya bernilai dalam kehidupan. Buku ini berbicara tentang berbagai hal yang sering dianggap sederhana, tetapi justru memiliki nilai yang tidak dapat digantikan oleh materi: kasih, waktu, kepercayaan, persahabatan, keluarga, kesetiaan, ketenangan hati, pengampunan, penghargaan, kehadiran, kenangan, dan makna kehidupan. Seseorang dapat memiliki banyak harta, tetapi belum tentu memiliki kehidupan yang damai. Seseorang dapat memiliki rumah yang besar, tetapi belum tentu memiliki keluarga yang penuh kehangatan. Dalam perspektif iman Kristen, nilai kehidupan tidak ditentukan semata-mata oleh apa yang dimiliki seseorang. Alkitab berulang kali mengarahkan manusia untuk melihat kehidupan melampaui kekayaan, keberhasilan, dan kepemilikan. Harta dapat berubah, kekayaan dapat hilang, dan pencapaian dapat dilupakan, tetapi hubungan dengan Tuhan, kasih kepada sesama, dan karakter yang dibentuk dalam perjalanan kehidupan memiliki dimensi yang lebih dalam. Buku ini juga mengajak pembaca membedakan antara harga dan nilai. Harga dapat dinyatakan dalam angka, sedangkan nilai tidak selalu dapat diukur dengan uang. Sebuah pelukan seorang ibu, waktu yang diberikan kepada anak, kesetiaan seorang sahabat, pengampunan setelah sebuah kesalahan, atau kehadiran seseorang ketika kita sedang berada dalam kesulitan tidak memiliki label harga. Namun justru hal-hal seperti itulah yang sering menjadi bagian paling berharga dalam kehidupan. Tema kesehatan, waktu, usia, keluarga, persahabatan, kepercayaan, kebebasan, reputasi, integritas, dan ketenangan batin juga menjadi bagian dari refleksi. Manusia sering mengejar sesuatu yang dapat dihitung, tetapi lupa memperhatikan sesuatu yang justru menentukan kualitas kehidupannya. Kesibukan dapat menghasilkan uang, tetapi belum tentu menghasilkan kedekatan dengan keluarga. Keberhasilan dapat mendatangkan penghargaan, tetapi belum tentu menghadirkan kedamaian. Buku ini tidak bermaksud mengajarkan bahwa uang tidak penting. Uang memiliki fungsi dan dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Persoalannya muncul ketika uang ditempatkan sebagai ukuran tertinggi bagi kebahagiaan, keberhasilan, atau martabat manusia. Karena itu, pembaca diajak membangun hubungan yang sehat dengan materi: menggunakan uang secara bijaksana tanpa menjadikannya sebagai pusat kehidupan. Melalui berbagai refleksi, pembaca diajak mengevaluasi kembali apa yang sedang dikejar dalam hidup. Apakah kita sedang mengumpulkan sesuatu yang dapat kita tinggalkan, tetapi kehilangan sesuatu yang seharusnya kita jaga? Apakah kita memiliki banyak benda tetapi semakin sedikit waktu untuk orang-orang yang kita kasihi? Apakah kita mengejar pengakuan manusia tetapi kehilangan ketenangan hati? Yang Tidak Bisa Dibeli dengan Uang pada akhirnya merupakan ajakan untuk kembali kepada kehidupan yang memiliki makna. Kekayaan dapat membantu manusia menjalani kehidupan, tetapi kekayaan tidak dapat menggantikan kasih, iman, integritas, hubungan yang sehat, dan pengharapan. Sebab tidak semua yang berharga memiliki harga, dan tidak semua yang dapat dibeli memiliki nilai yang paling tinggi dalam kehidupan.

Sinopsis

YANG TIDAK BISA DIBELI DENGAN UANG Apa yang akan kita lakukan jika suatu hari kita menyadari bahwa sebagian besar hal yang paling berarti dalam hidup ternyata tidak memiliki harga? Kita dapat membeli tempat tidur, tetapi tidak dapat membeli tidur yang nyenyak. Kita dapat membeli rumah, tetapi tidak dapat membeli kehangatan keluarga. Kita dapat membeli obat, tetapi tidak dapat membeli kesehatan sepenuhnya. Kita dapat membeli jam, tetapi tidak dapat membeli kembali waktu yang telah berlalu. Pertanyaan-pertanyaan sederhana tersebut menjadi awal perjalanan Yang Tidak Bisa Dibeli dengan Uang. Buku ini mengajak pembaca melihat kehidupan dari sudut pandang yang berbeda: bukan hanya berdasarkan apa yang dimiliki, tetapi berdasarkan apa yang benar-benar bernilai. Di dalam kehidupan modern, manusia sering didorong untuk mengukur keberhasilan melalui kepemilikan. Rumah, kendaraan, pekerjaan, jabatan, penghasilan, pendidikan, dan berbagai pencapaian menjadi simbol keberhasilan. Semua itu memiliki tempatnya masing-masing. Namun kehidupan menjadi timpang ketika ukuran materi mengambil seluruh ruang dan membuat manusia lupa bahwa ada nilai-nilai yang tidak dapat dibeli. Salah satu tema utama buku ini adalah kasih. Kasih tidak dapat dibeli seperti sebuah barang. Ia diberikan melalui kehadiran, perhatian, pengorbanan, kesetiaan, dan kepedulian. Seorang anak mungkin tidak mengingat semua benda yang dibelikan orang tuanya, tetapi dapat mengingat siapa yang hadir ketika ia membutuhkan pertolongan. Demikian pula dalam persahabatan dan keluarga, kualitas hubungan lebih banyak dibangun melalui waktu dan kepercayaan daripada melalui materi. Tema berikutnya adalah waktu. Uang dapat dicari kembali, tetapi waktu yang telah berlalu tidak dapat dikembalikan. Karena itu, buku ini mengajak pembaca bertanya bukan hanya berapa banyak yang telah diperoleh, tetapi juga bagaimana waktu telah digunakan. Kesibukan yang terus-menerus dapat membuat seseorang berhasil dalam pekerjaan, tetapi sekaligus kehilangan kesempatan untuk hadir bagi orang-orang yang paling dikasihinya. Buku ini juga membicarakan kepercayaan, pengampunan, integritas, kesehatan, kedamaian, kesetiaan, persahabatan, dan makna hidup. Semua itu memiliki nilai yang tidak mudah dihitung. Sekali kepercayaan rusak, uang belum tentu dapat memulihkannya. Ketika hubungan retak, hadiah mahal belum tentu dapat menggantikan percakapan yang jujur. Ketika hati kehilangan damai, kemewahan belum tentu mampu mengisinya. Dalam perspektif iman Kristen, refleksi tersebut membawa pembaca kepada pertanyaan yang lebih mendalam tentang apa yang menjadi harta kehidupan yang sesungguhnya. Kekayaan bukan sesuatu yang harus dibenci, tetapi tidak seharusnya menjadi tuan atas kehidupan. Materi dapat menjadi sarana untuk melakukan kebaikan, menolong sesama, membangun keluarga, dan memenuhi tanggung jawab. Namun manusia tetap dipanggil untuk menempatkan Allah dan nilai-nilai Kerajaan-Nya sebagai dasar kehidupan. Buku ini juga mengajak pembaca melakukan evaluasi pribadi. Apa yang selama ini paling kita kejar? Apa yang telah kita korbankan untuk mendapatkannya? Apakah sesuatu yang kita anggap sukses ternyata membuat kita kehilangan hubungan yang berharga? Pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak dimaksudkan untuk menghakimi, tetapi untuk membuka ruang bagi refleksi dan perubahan. Pada akhirnya, Yang Tidak Bisa Dibeli dengan Uang membawa pembaca kepada kesadaran bahwa kehidupan yang kaya tidak selalu identik dengan kehidupan yang memiliki banyak harta. Kekayaan sejati juga dapat ditemukan dalam hubungan yang penuh kasih, hati yang damai, karakter yang berintegritas, waktu yang digunakan dengan bijaksana, kemampuan mengampuni, kesetiaan kepada orang lain, dan iman yang memberikan arah. Uang dapat membeli banyak hal untuk kehidupan, tetapi tidak dapat membeli kehidupan yang bermakna. Karena itu, jangan sampai kita begitu sibuk mengejar sesuatu yang dapat dibeli, sehingga kehilangan sesuatu yang sebenarnya tidak pernah dijual.

Status QRSBN

Nomor QRSBN

62-0430-04098-6

Tanggal Diterima

16 Sep 2026

Tanggal Pengajuan

16 Sep 2026

Status

Tervalidasi

Penerbit

Nama Penerbit

THEOVERRABOOKS

Lokasi

Kota Administrasi Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta