Logo
QRSBN QR Code Standard Book Number
Beranda Pencarian Detail Buku
Terverifikasi QRSBN

TOPENG IMAN

oleh Pdt.Remanto Tumanggor, MTh

THEOVERRABOOKS

62-0430-04101-8
QR Code

Informasi Buku

Judul

TOPENG IMAN

Penulis

Pdt.Remanto Tumanggor, MTh

Edisi

Cetakan 1

Tahun Terbit

2026

Bulan Terbit

Agustus

Jumlah Halaman

151

Tinggi Buku

21 cm

Kelompok Pembaca

Dewasa

Jenis Pustaka

Fiksi

Kategori Jenis

Buku Agama

Terbitan

THEOVERRABOOKS

Media

E-book (PDF)

Kategori Buku

E-book Kristiani

Klasifikasi DDC

230 — Teologi Doktrinal Kristen

Provinsi Terbit

Daerah Khusus Ibukota Jakarta

Kota/Kab Terbit

Kota Administrasi Jakarta Barat

Link Buku

https://sites.google.com/view/remantobooks/e-book_1

Subject

200 Potret Satir Kehidupan Kristen Masa Kini

Deskripsi / Abstrak

TOPENG IMAN 200 Potret Satir Kehidupan Kristen Masa Kini Topeng Iman merupakan kumpulan 200 potret satir yang mengajak pembaca melihat berbagai paradoks dalam kehidupan Kristen masa kini. Di tengah kehidupan beragama yang semakin terlihat secara publik, selalu ada pertanyaan penting: apakah apa yang tampak dari luar benar-benar mencerminkan kehidupan iman di dalam diri? Buku ini menghadirkan refleksi yang tajam, tetapi tetap diarahkan kepada pembaruan diri. Topeng dalam buku ini menjadi metafora tentang berbagai bentuk penampilan yang dapat dikenakan manusia. Seseorang dapat terlihat saleh, tetapi menyimpan kepahitan. Dapat berbicara tentang kasih, tetapi mudah menghakimi. Dapat menyerukan kerendahan hati, tetapi haus akan penghargaan. Dapat aktif dalam pelayanan, tetapi kehilangan keheningan bersama Tuhan. Kontras-kontras tersebut menjadi ruang untuk melihat kembali keaslian iman. Melalui pendekatan satir, buku ini menyentuh berbagai fenomena kehidupan Kristen: ibadah, pelayanan, kepemimpinan, popularitas rohani, media sosial, perkataan, kekayaan, jabatan, konflik, hubungan antarjemaat, penghakiman, kesalehan lahiriah, dan kecenderungan membandingkan diri dengan orang lain. Satire digunakan untuk menyingkap ironi yang terkadang begitu dekat dengan kehidupan sehingga justru sulit dilihat oleh diri sendiri. Secara teologis, buku ini berangkat dari pemahaman bahwa iman Kristen tidak berhenti pada penampilan lahiriah. Allah melihat hati manusia. Karena itu, kehidupan iman tidak dapat diukur hanya dari seberapa sering seseorang terlihat di gereja, seberapa banyak aktivitas pelayanan yang dilakukan, atau seberapa rohani perkataan yang disampaikan. Iman juga terlihat dalam karakter, kasih, kejujuran, kerendahan hati, pengampunan, dan cara memperlakukan sesama. Topeng Iman tidak dimaksudkan sebagai tuduhan bahwa seluruh kehidupan gereja penuh kepalsuan. Sebaliknya, buku ini mengajak setiap pembaca menyadari bahwa kecenderungan menggunakan “topeng” dapat terjadi pada siapa saja. Bahkan orang yang sungguh-sungguh beriman pun dapat mengalami ketidakkonsistenan antara apa yang diyakini, dikatakan, dan dilakukan. Dua ratus potret dalam buku ini disusun sebagai cermin. Pembaca mungkin tertawa ketika menemukan ironi tertentu, tetapi kemudian menyadari bahwa humor tersebut menyentuh dirinya sendiri. Di situlah satire memperoleh fungsi reflektif: bukan sekadar membuat pembaca tertawa terhadap kesalahan orang lain, melainkan mendorong keberanian untuk bertanya, “Jangan-jangan saya juga sedang mengenakan topeng yang sama?” Buku ini juga menyoroti kehidupan Kristen di tengah perubahan zaman. Media sosial membuat kesalehan dapat ditampilkan dalam bentuk gambar, kutipan, video, dan berbagai ekspresi publik. Namun penampilan digital tidak selalu sama dengan kehidupan nyata. Karena itu, buku ini mengajak pembaca membangun kesatuan antara iman yang diakui, kehidupan yang dijalani, dan karakter yang dibentuk. Pada akhirnya, Topeng Iman bukanlah ajakan untuk menjadi sinis terhadap gereja, pelayanan, atau kehidupan beragama. Buku ini merupakan undangan untuk kembali kepada iman yang autentik—iman yang tidak membutuhkan topeng untuk terlihat benar, karena kehidupan sehari-hari mulai mencerminkan apa yang dipercayai. Iman yang sejati tidak terutama terlihat dari topeng yang dikenakan di hadapan manusia, tetapi dari kehidupan yang tetap benar ketika tidak ada manusia yang melihat.

Sinopsis

TOPENG IMAN 200 Potret Satir Kehidupan Kristen Masa Kini Ada orang yang rajin berbicara tentang kasih tetapi sulit mengampuni. Ada yang mengajarkan kerendahan hati tetapi senang dipuji. Ada yang aktif melayani tetapi mudah tersinggung ketika tidak dihargai. Ada yang sering membagikan kata-kata rohani tetapi tidak selalu mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Di antara kenyataan-kenyataan tersebut, Topeng Iman mengajak pembaca bercermin. Melalui 200 potret satir, buku ini mengangkat berbagai ironi yang dapat ditemukan dalam kehidupan Kristen masa kini. Satire digunakan bukan untuk mencari kesalahan orang lain, melainkan untuk membuka sesuatu yang sering tersembunyi di balik penampilan keagamaan. Perjalanan buku ini menyentuh topeng kesalehan. Penampilan luar dapat memberikan kesan bahwa seseorang memiliki kehidupan iman yang kuat, tetapi kedalaman spiritual tidak selalu dapat dilihat dari apa yang tampak. Ibadah, doa, pelayanan, jabatan, dan aktivitas gerejawi memiliki arti penting, tetapi semuanya perlu berjalan bersama dengan perubahan karakter dan kehidupan yang mencerminkan kasih. Kemudian pembaca diajak melihat topeng pelayanan. Pelayanan yang seharusnya menjadi bentuk pengabdian dapat berubah menjadi ruang untuk mencari pengakuan. Jabatan dapat menjadi sarana melayani, tetapi juga dapat menjadi sumber kebanggaan. Pengalaman rohani dapat menjadi kesaksian, tetapi dapat pula digunakan untuk membandingkan diri dengan orang lain. Melalui satire, buku ini mengajak pembaca memeriksa kembali motivasi di balik tindakan yang dianggap rohani. Buku ini juga memasuki dunia media sosial dan kehidupan Kristen modern. Di era digital, seseorang dapat dengan mudah menampilkan ayat, renungan, foto pelayanan, atau pesan rohani. Namun pertanyaan yang lebih penting adalah apakah nilai-nilai tersebut juga hadir dalam kehidupan yang tidak dipublikasikan. Apa yang terlihat di layar belum tentu menggambarkan seluruh kenyataan di balik layar. Tema penghakiman dan kemunafikan juga mendapat perhatian. Manusia mudah melihat kesalahan orang lain dan sulit melihat kelemahannya sendiri. Kita dapat menuntut standar tinggi dari sesama sambil memberikan banyak alasan untuk diri sendiri. Dalam keadaan seperti ini, kritik terhadap orang lain dapat berubah menjadi cara untuk menutupi persoalan dalam diri sendiri. Satire dalam buku ini juga menyentuh uang, status, popularitas, kepemimpinan, konflik, dan relasi. Kekristenan dapat berbicara tentang kesederhanaan, tetapi manusia tetap dapat tergoda oleh status. Gereja dapat berbicara tentang persaudaraan, tetapi konflik kepentingan tetap mungkin terjadi. Orang percaya dapat berbicara tentang pengampunan, tetapi luka pribadi terkadang membuat pengampunan menjadi perjuangan yang panjang. Namun di balik kritik tersebut terdapat pesan yang lebih dalam: manusia tidak dipanggil untuk hidup sempurna, tetapi dipanggil untuk hidup dalam kebenaran dan terus mengalami pembaruan. Mengakui kelemahan bukan berarti kehilangan iman. Justru keberanian mengakui kelemahan dapat menjadi awal pertobatan dan perubahan. Karena itu, 200 potret dalam Topeng Iman sebaiknya tidak dibaca hanya sebagai kritik terhadap “orang Kristen lain”. Buku ini terutama mengajak pembaca mengarahkan cermin kepada dirinya sendiri. Setiap potret menjadi pertanyaan: apakah ada bagian dari kehidupan saya yang berbeda antara apa yang saya katakan dan apa yang saya lakukan? Pada akhirnya, buku ini mengarahkan pembaca kepada kehidupan iman yang lebih autentik. Topeng dapat membuat seseorang terlihat baik untuk sementara waktu, tetapi karakter yang sejati dibentuk melalui kehidupan sehari-hari—ketika tidak ada panggung, tidak ada kamera, tidak ada tepuk tangan, dan tidak ada orang yang memberikan penghargaan. Topeng mungkin dapat menyembunyikan wajah dari manusia, tetapi iman yang dewasa belajar hidup tanpa topeng di hadapan Tuhan.

Status QRSBN

Nomor QRSBN

62-0430-04101-8

Tanggal Diterima

17 Sep 2026

Tanggal Pengajuan

17 Sep 2026

Status

Tervalidasi

Penerbit

Nama Penerbit

THEOVERRABOOKS

Lokasi

Kota Administrasi Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta