Logo
QRSBN QR Code Standard Book Number
Beranda Pencarian Detail Buku
Terverifikasi QRSBN

SUARA IMAN DALAM NYANYIAN

oleh Pdt.Remanto Tumanggor, MTh

THEOVERRABOOKS

62-0430-04105-6
QR Code

Informasi Buku

Judul

SUARA IMAN DALAM NYANYIAN

Penulis

Pdt.Remanto Tumanggor, MTh

Edisi

Cetakan 1

Seri

2

Tahun Terbit

2026

Bulan Terbit

Agustus

Jumlah Halaman

332

Tinggi Buku

23 cm

Kelompok Pembaca

Semua Usia

Jenis Pustaka

Non-Fiksi

Kategori Jenis

Buku Agama

Terbitan

THEOVERRABOOKS

Media

E-book (PDF)

Kategori Buku

E-book Kristiani

Klasifikasi DDC

230 โ€” Teologi Doktrinal Kristen

Provinsi Terbit

Daerah Khusus Ibukota Jakarta

Kota/Kab Terbit

Kota Administrasi Jakarta Barat

Link Buku

https://sites.google.com/view/remantobooks/e-book_1

Subject

431 Topik Tematis Refleksi Teologis dan Ilustrasi Khotbah โ€“ Jilid II (433โ€“864)

Deskripsi / Abstrak

SUARA IMAN DALAM NYANYIAN II merupakan kelanjutan dari Jilid I yang menghadirkan 431 topik tematis refleksi teologis dan ilustrasi khotbah, melanjutkan penomoran dari topik 433 hingga 864. Buku ini kembali mengajak pembaca menemukan hubungan yang erat antara nyanyian, iman, pengalaman manusia, kehidupan jemaat, dan pemberitaan firman Tuhan. Nyanyian merupakan salah satu bentuk ungkapan iman yang mampu menyatukan pikiran, perasaan, ingatan, dan pengharapan. Dalam nyanyian, umat percaya tidak hanya mengucapkan kata-kata tentang Allah, tetapi juga menghayati karya-Nya di tengah perjalanan kehidupan. Karena itu, sebuah nyanyian dapat menjadi ungkapan syukur ketika menerima berkat, doa ketika menghadapi pergumulan, penghiburan ketika mengalami kehilangan, dan pengakuan iman ketika manusia berhadapan dengan ketidakpastian. Jilid II ini memperluas berbagai tema kehidupan yang dapat menjadi bahan refleksi teologis dan ilustrasi khotbah. Di dalamnya terdapat topik-topik yang berkaitan dengan iman, kasih, pengharapan, kesetiaan, pertobatan, pengampunan, penderitaan, pelayanan, keluarga, persahabatan, kepemimpinan, kehidupan sosial, pergumulan manusia, perjalanan waktu, kematian, kebangkitan, serta pengharapan Kristen. Pendekatan tematis memungkinkan pembaca melihat bahwa pesan iman dapat hadir dalam berbagai keadaan. Nyanyian tidak hanya relevan ketika seseorang berada dalam suasana sukacita, tetapi juga ketika kehidupan berada dalam kesunyian dan pergumulan. Justru dalam keadaan tertentu, nyanyian menjadi cara manusia mempertahankan pengharapan ketika jawaban belum terlihat. Ilustrasi-ilustrasi yang digunakan dalam buku ini berusaha membawa gagasan teologis lebih dekat kepada pengalaman sehari-hari. Fenomena alam, perjalanan, pekerjaan, keluarga, relasi sosial, benda-benda sederhana, serta berbagai pengalaman manusia dapat menjadi jembatan untuk menjelaskan suatu prinsip iman. Dengan demikian, pembaca dapat melihat bahwa teologi tidak terpisah dari kehidupan, melainkan berbicara di dalam kehidupan. Bagi para pendeta, pengkhotbah, guru agama, pelayan gereja, pemimpin kelompok, dan pembina jemaat, buku ini dapat digunakan sebagai sumber inspirasi dalam mengembangkan bahan khotbah dan renungan. Topik-topiknya dapat disesuaikan dengan teks Alkitab, kalender gerejawi, kebutuhan pastoral, maupun situasi konkret jemaat. Buku ini juga mengingatkan bahwa ilustrasi yang baik bukan sekadar hiasan dalam khotbah. Ilustrasi dapat menjadi jembatan yang membantu jemaat berpindah dari konsep menuju pengalaman, dari pengetahuan menuju penghayatan, dan dari mendengar firman menuju penerapannya dalam kehidupan. Namun, ilustrasi tetap perlu ditempatkan sebagai pendukung, sementara firman Tuhan menjadi dasar utama pemberitaan. SUARA IMAN DALAM NYANYIAN II pada akhirnya mengajak pembaca mendengarkan kembali suara iman di tengah berbagai suara kehidupan. Ada saat ketika manusia bernyanyi karena bersukacita, ada saat ketika ia bernyanyi sambil menangis, dan ada saat ketika ia bernyanyi hanya karena ingin mengingat bahwa Tuhan tetap hadir. Iman yang dinyanyikan bukan sekadar suara yang terdengar; ia menjadi kesaksian tentang pengharapan yang terus hidup di tengah perjalanan manusia bersama Allah.

Sinopsis

SUARA IMAN DALAM NYANYIAN II melanjutkan perjalanan reflektif dari Jilid I melalui 431 topik tematis, mulai dari nomor 433 hingga 864. Buku ini menghadirkan beragam refleksi teologis dan ilustrasi khotbah yang menghubungkan pesan iman dengan realitas kehidupan manusia. Setiap manusia memiliki perjalanan hidup yang berbeda. Ada yang sedang menikmati keberhasilan, ada yang sedang berjuang mempertahankan kehidupan, ada yang kehilangan orang yang dikasihi, ada yang sedang mencari arah, dan ada pula yang sedang belajar menerima keadaan. Dalam berbagai situasi tersebut, nyanyian dapat menjadi bahasa yang menolong manusia mengungkapkan apa yang ada di dalam hati sekaligus mengarahkan kembali pandangannya kepada Tuhan. Buku ini mengajak pembaca melihat nyanyian sebagai bagian dari spiritualitas dan ingatan iman. Sebuah lagu yang pernah dinyanyikan pada masa tertentu dapat kembali muncul dalam ingatan ketika seseorang menghadapi keadaan yang serupa. Kata-kata yang dahulu hanya terdengar biasa dapat memperoleh makna baru ketika seseorang mengalaminya secara pribadi. Dengan demikian, nyanyian dapat menjadi semacam โ€œarsip imanโ€ yang menyimpan pengalaman manusia bersama Tuhan. 431 topik dalam jilid ini disusun dengan pendekatan tematis sehingga dapat digunakan secara fleksibel. Pembaca tidak harus membacanya dari awal sampai akhir. Sebuah topik dapat dipilih sesuai kebutuhan, dikembangkan menjadi renungan, digunakan sebagai pembuka khotbah, menjadi ilustrasi, atau menjadi bahan percakapan dalam kelompok kecil. Berbagai persoalan kehidupan menjadi ruang refleksi: bagaimana tetap percaya ketika doa belum memperoleh jawaban, bagaimana menjaga kasih ketika mengalami kekecewaan, bagaimana mengampuni tanpa mengabaikan proses pemulihan, bagaimana tetap rendah hati ketika memperoleh keberhasilan, bagaimana menghadapi kegagalan, bagaimana menerima perubahan, dan bagaimana mempertahankan pengharapan ketika masa depan belum jelas. Di dalam buku ini, berbagai metafora kehidupan juga digunakan untuk membantu menjelaskan pesan iman. Perjalanan dapat menggambarkan proses kehidupan, jangkar dapat menggambarkan keteguhan, jendela dapat menggambarkan cara pandang, sungai dapat menggambarkan perjalanan waktu, benih dapat menggambarkan pertumbuhan, dan cahaya dapat menggambarkan pengharapan. Setiap metafora digunakan sebagai sarana refleksi yang mengarahkan pembaca kembali kepada pesan iman. Bagi pelayanan khotbah, buku ini memberikan ruang yang luas untuk mengembangkan ilustrasi secara kontekstual. Sebuah ilustrasi menjadi bermakna ketika tidak berhenti pada cerita yang menarik, tetapi membantu jemaat melihat hubungan antara firman Tuhan dan kehidupan mereka sendiri. Karena itu, pembaca tetap diajak mengembangkan setiap topik dengan memperhatikan teks Alkitab, konteks jemaat, dan tujuan pemberitaan. Jilid II juga menegaskan bahwa kehidupan iman memiliki banyak musim. Ada musim menabur dan menuai, musim tertawa dan menangis, musim bertemu dan berpisah, musim berbicara dan berdiam diri. Tidak semua musim dapat dipilih manusia, tetapi setiap musim dapat menjadi ruang untuk belajar mempercayai Allah. Pada akhirnya, SUARA IMAN DALAM NYANYIAN II bukan hanya berbicara tentang bagaimana manusia menyanyikan iman, tetapi bagaimana iman terus bernyanyi di dalam kehidupan. Bahkan ketika suara manusia melemah, pengharapan dapat tetap hidup; bahkan ketika kata-kata menjadi terbatas, hati masih dapat mengarahkan diri kepada Tuhan. Nyanyian dapat berhenti ketika lagu selesai, tetapi iman yang sungguh-sungguh dihidupi terus bersuara melalui cara seseorang menjalani kehidupan.

Status QRSBN

Nomor QRSBN

62-0430-04105-6

Tanggal Diterima

17 Sep 2026

Tanggal Pengajuan

17 Sep 2026

Status

Tervalidasi

Penerbit

Nama Penerbit

THEOVERRABOOKS

Lokasi

Kota Administrasi Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta