LANGKAH SENJA DALAM TERANG IMAN
oleh Pdt.Remanto Tumanggor, MTh
THEOVERRABOOKS
Informasi Buku
Judul
LANGKAH SENJA DALAM TERANG IMAN
Penulis
Pdt.Remanto Tumanggor, MTh
Edisi
Cetakan 1
Tahun Terbit
2026
Bulan Terbit
Agustus
Jumlah Halaman
160
Tinggi Buku
21 cm
Kelompok Pembaca
Orang Tua
Jenis Pustaka
Non-Fiksi
Kategori Jenis
Buku Agama
Terbitan
THEOVERRABOOKS
Media
E-book (PDF)
Kategori Buku
E-book Kristiani
Klasifikasi DDC
230 — Teologi Doktrinal Kristen
Provinsi Terbit
Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Kota/Kab Terbit
Kota Administrasi Jakarta Barat
Link Buku
https://sites.google.com/view/remantobooks/e-book_1
Subject
Renungan Pergumulan Masa Lansia
Deskripsi / Abstrak
LANGKAH SENJA DALAM TERANG IMAN merupakan sebuah buku renungan yang mengajak pembaca memandang masa lansia bukan semata-mata sebagai masa berkurangnya kekuatan fisik, melainkan sebagai sebuah tahap kehidupan yang memiliki nilai, makna, pengalaman, dan kesempatan untuk semakin mendalami kasih serta penyertaan Tuhan. Masa senja kehidupan sering membawa berbagai perubahan. Tubuh tidak lagi sekuat dahulu, aktivitas mulai berkurang, peran dalam keluarga dapat berubah, anak-anak telah memiliki kehidupan sendiri, sahabat-sahabat mungkin semakin sedikit, dan kenangan masa lalu menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup. Perubahan-perubahan tersebut terkadang menghadirkan kesepian, kekhawatiran, rasa kehilangan, bahkan pertanyaan mengenai arti kehidupan. Buku ini mengajak pembaca menghadapi pergumulan tersebut dengan perspektif iman. Senja tidak berarti berakhirnya kehidupan, melainkan sebuah cahaya dengan karakter yang berbeda. Jika masa muda sering ditandai dengan kekuatan untuk mengejar banyak hal, masa lansia dapat menjadi kesempatan untuk berhenti sejenak, melihat kembali perjalanan hidup, mensyukuri penyertaan Tuhan, dan menemukan makna dalam pengalaman yang telah dilalui. Renungan-renungan dalam buku ini menyentuh berbagai tema yang dekat dengan kehidupan lansia, seperti kesehatan dan keterbatasan, kesepian, perubahan peran, kehilangan orang yang dikasihi, kenangan masa lalu, hubungan dengan anak dan cucu, persahabatan, doa, pelayanan, penerimaan diri, rasa takut terhadap masa depan, kematian, pengampunan, ucapan syukur, serta pengharapan dalam Tuhan. Buku ini juga mengingatkan bahwa nilai seseorang tidak ditentukan semata-mata oleh produktivitas, kekuatan fisik, jabatan, atau kemampuan melakukan sebanyak mungkin pekerjaan. Kehidupan manusia memiliki nilai karena manusia diciptakan dan dikasihi Allah. Karena itu, masa lansia tetap memiliki tempat penting dalam keluarga, gereja, dan masyarakat. Pengalaman panjang yang dimiliki seseorang pada masa lansia juga merupakan kekayaan yang tidak dapat digantikan oleh teori. Cerita kehidupan, kegagalan, keberhasilan, keputusan, air mata, perjuangan, dan pengalaman iman dapat menjadi sumber hikmat bagi generasi berikutnya. Dalam perspektif ini, lansia bukan hanya penerima perhatian, tetapi juga pembawa kesaksian dan pewaris hikmat. Setiap renungan disusun untuk membantu pembaca menjalani satu hari demi satu hari. Tidak semua pertanyaan kehidupan harus diselesaikan sekaligus. Terkadang iman berarti belajar menerima apa yang tidak dapat diubah, bersyukur atas apa yang masih dimiliki, meminta pertolongan ketika membutuhkan, dan mempercayakan masa depan kepada Allah. LANGKAH SENJA DALAM TERANG IMAN dapat menjadi teman perenungan pribadi sekaligus bahan pendampingan pastoral bagi keluarga, gereja, kelompok lansia, dan komunitas pelayanan. Buku ini diharapkan dapat membantu pembaca menemukan bahwa di setiap tahap kehidupan, Tuhan tetap dapat menghadirkan makna, damai, dan pengharapan. Ketika langkah mulai melambat, bukan berarti perjalanan kehilangan arti; dalam terang iman, setiap langkah tetap dapat menjadi kesaksian tentang kesetiaan Tuhan.
Sinopsis
LANGKAH SENJA DALAM TERANG IMAN adalah sebuah perjalanan renungan bagi mereka yang sedang memasuki atau menjalani masa lansia. Buku ini berbicara kepada hati yang mungkin telah melewati banyak musim kehidupan: masa muda, membangun keluarga, bekerja, melayani, membesarkan anak, menghadapi keberhasilan dan kegagalan, serta mengalami berbagai peristiwa yang membentuk perjalanan iman. Masa lansia memiliki cerita yang berbeda bagi setiap orang. Bagi sebagian orang, masa ini dapat menjadi waktu menikmati keluarga dan melihat generasi berikutnya bertumbuh. Bagi yang lain, masa ini mungkin diwarnai keterbatasan fisik, kehilangan pasangan atau sahabat, perubahan ekonomi, kesepian, atau ketergantungan kepada orang lain. Buku ini tidak menutup mata terhadap pergumulan tersebut, tetapi mengajak pembaca melihatnya dalam terang iman. Salah satu pesan utama buku ini adalah bahwa usia tidak menghapus nilai seseorang. Ketika kekuatan fisik berkurang, manusia tetap memiliki martabat. Ketika aktivitas semakin terbatas, kasih tetap dapat diberikan. Ketika seseorang tidak lagi mampu melakukan banyak hal seperti dahulu, doa, perhatian, nasihat, senyuman, dan kesaksian hidup tetap memiliki arti. Renungan-renungan di dalamnya juga mengajak pembaca berdamai dengan masa lalu. Setiap kehidupan memiliki cerita yang indah sekaligus bagian yang mungkin ingin dilupakan. Ada keputusan yang disyukuri, tetapi ada pula kesalahan yang masih dikenang. Dalam terang iman, masa lalu tidak harus terus menjadi beban. Pengampunan Allah membuka kemungkinan untuk menerima diri, belajar dari pengalaman, dan menjalani hari ini dengan damai. Kehilangan menjadi salah satu tema penting dalam perjalanan masa senja. Kehilangan kesehatan, pekerjaan, peran, orang yang dikasihi, atau kemampuan tertentu dapat membuat seseorang merasa hidupnya semakin mengecil. Namun, buku ini mengajak pembaca membedakan antara kehilangan sesuatu dan kehilangan seluruh makna kehidupan. Apa yang berubah tidak selalu berarti bahwa Tuhan meninggalkan manusia. Hubungan dengan keluarga juga mendapat perhatian. Kehadiran anak, cucu, saudara, sahabat, dan komunitas dapat menjadi sumber sukacita, tetapi relasi juga dapat menghadirkan perbedaan dan kekecewaan. Karena itu, masa lansia membutuhkan kasih sekaligus kebijaksanaan untuk membangun komunikasi, menghormati batas-batas, memberi nasihat tanpa memaksakan kehendak, serta menerima bahwa generasi yang berbeda memiliki cara hidup yang berbeda. Buku ini juga memberikan ruang bagi refleksi mengenai kematian dan pengharapan Kristen. Kematian tidak dibicarakan untuk menakut-nakuti, tetapi sebagai bagian dari realitas kehidupan manusia yang perlu dihadapi dengan iman. Pengharapan Kristen tidak berarti mengabaikan kesedihan, melainkan mempercayakan kehidupan kepada Allah dan berpegang pada janji-Nya. Setiap renungan dapat dibaca secara perlahan sebagai teman perjalanan sehari-hari. Pembaca tidak dituntut menyelesaikan seluruh persoalan kehidupan dalam satu waktu. Cukup satu renungan, satu perenungan, satu doa, dan satu langkah pada hari itu. Dengan cara demikian, buku ini dapat menjadi teman yang menemani perjalanan batin secara sederhana dan tenang. Pada akhirnya, LANGKAH SENJA DALAM TERANG IMAN mengajak pembaca menyadari bahwa setiap musim kehidupan memiliki keindahannya sendiri. Senja mungkin tidak memiliki terang yang sama seperti pagi, tetapi justru memiliki warna yang lahir dari perjalanan panjang. Demikian pula kehidupan lansia: ada pengalaman yang telah ditempa oleh waktu, ada hikmat yang lahir dari pergumulan, dan ada kesaksian tentang Tuhan yang telah menyertai perjalanan. Masa senja bukan sekadar waktu untuk menghitung apa yang telah hilang, tetapi kesempatan untuk mensyukuri apa yang telah Tuhan kerjakan, membagikan hikmat kepada generasi berikutnya, dan melangkah dengan tenang menuju pengharapan yang ada di dalam-Nya.
Status QRSBN
Nomor QRSBN
62-0430-04107-4
Tanggal Diterima
17 Sep 2026
Tanggal Pengajuan
17 Sep 2026
Status
TervalidasiPenerbit
Nama Penerbit
THEOVERRABOOKS
Lokasi
Kota Administrasi Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta