TEOLOGI KEBANGKITAN KRISTUS
oleh Pdt.Remanto Tumanggor, MTh
THEOVERRABOOKS
Informasi Buku
Judul
TEOLOGI KEBANGKITAN KRISTUS
Penulis
Pdt.Remanto Tumanggor, MTh
Edisi
Cetakan 1
Tahun Terbit
2026
Bulan Terbit
Agustus
Jumlah Halaman
163
Tinggi Buku
21 cm
Kelompok Pembaca
Dewasa
Jenis Pustaka
Non-Fiksi
Kategori Jenis
Buku Agama
Terbitan
THEOVERRABOOKS
Media
E-book (PDF)
Kategori Buku
E-book Kristiani
Klasifikasi DDC
230 — Teologi Doktrinal Kristen
Provinsi Terbit
Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Kota/Kab Terbit
Kota Administrasi Jakarta Barat
Link Buku
https://sites.google.com/view/remantobooks/e-book_1
Subject
Teologi Kebangkitan dari Perspektif Eskatologis
Deskripsi / Abstrak
TEOLOGI KEBANGKITAN KRISTUS merupakan sebuah refleksi teologis mengenai kebangkitan Yesus Kristus sebagai salah satu pusat utama iman Kristen dan sebagai dasar pengharapan eskatologis umat percaya. Kebangkitan tidak hanya dipahami sebagai peristiwa yang terjadi pada masa lalu, tetapi sebagai tindakan Allah yang memiliki makna bagi kehidupan, keselamatan, masa depan manusia, dan arah sejarah ciptaan. Dalam kesaksian Perjanjian Baru, salib dan kebangkitan tidak dapat dipisahkan. Salib menyatakan kedalaman pengorbanan Kristus, sedangkan kebangkitan menyatakan kemenangan Allah atas kuasa dosa dan maut. Karena itu, kebangkitan Kristus bukan sekadar akhir dari kisah penderitaan Yesus, melainkan awal dari sebuah realitas baru yang mengarahkan umat percaya kepada pengharapan akan kehidupan yang diperbarui. Perspektif eskatologis dalam buku ini menolong pembaca memahami hubungan antara “sudah” dan “belum” dalam iman Kristen. Melalui kebangkitan Kristus, kuasa kehidupan baru telah dinyatakan; tetapi kepenuhan kehidupan tersebut masih dinantikan. Umat percaya hidup dalam ketegangan antara karya keselamatan yang telah dinyatakan dalam Kristus dan penggenapan akhir ketika Allah menyempurnakan karya-Nya. Kebangkitan Kristus juga menjadi dasar bagi pengharapan tentang kebangkitan orang mati. Pengharapan Kristen tidak hanya berbicara tentang keberlangsungan jiwa setelah kematian, tetapi tentang tindakan Allah yang membawa kehidupan menuju kepenuhannya. Dalam terang kebangkitan Kristus, kematian bukanlah kata terakhir atas keberadaan manusia. Buku ini membahas berbagai dimensi teologi kebangkitan, antara lain kesaksian Alkitab mengenai kebangkitan, hubungan salib dan kebangkitan, Kristus sebagai yang sulung dari antara orang-orang yang telah meninggal, kemenangan atas maut, tubuh kebangkitan, kehidupan kekal, kedatangan Kristus, penghakiman, Kerajaan Allah, pembaruan ciptaan, serta pengharapan gereja terhadap masa depan Allah. Dimensi eskatologis tersebut juga memiliki konsekuensi bagi kehidupan masa kini. Pengharapan akan kebangkitan bukan alasan untuk mengabaikan dunia sekarang. Sebaliknya, karena kehidupan memiliki tujuan dalam karya Allah, umat percaya dipanggil untuk menjalani kehidupan dengan iman, kekudusan, kasih, keadilan, pelayanan, dan tanggung jawab terhadap sesama serta ciptaan. Buku ini juga mengajak pembaca melihat bahwa kebangkitan merupakan sumber pengharapan di tengah penderitaan dan kematian. Ketika manusia berhadapan dengan kehilangan, penyakit, kegagalan, ketidakadilan, dan berbagai bentuk penderitaan, iman kepada Kristus yang bangkit memberikan perspektif bahwa sejarah manusia tidak berakhir pada kehancuran. Masa depan berada dalam tangan Allah yang membangkitkan. Dengan pendekatan teologis yang tetap komunikatif, buku ini dapat menjadi bahan pembelajaran bagi mahasiswa teologi, pelayan gereja, pendeta, guru agama, maupun jemaat yang ingin memahami lebih dalam makna kebangkitan Kristus dan hubungannya dengan pengharapan eskatologis Kristen. Kebangkitan Kristus menghubungkan salib dengan kemuliaan, masa lalu dengan masa depan, dan iman yang dihidupi hari ini dengan pengharapan akan kepenuhan Kerajaan Allah.
Sinopsis
TEOLOGI KEBANGKITAN KRISTUS mengajak pembaca memahami kebangkitan Yesus bukan hanya sebagai doktrin yang harus dipercayai, tetapi sebagai pusat pengharapan Kristen yang memiliki konsekuensi bagi kehidupan sekarang dan masa depan. Dari peristiwa kebangkitan Kristus, buku ini membawa pembaca memasuki pertanyaan yang lebih luas tentang keselamatan, kematian, kehidupan kekal, kebangkitan orang mati, kedatangan Kristus, dan pembaruan seluruh ciptaan. Pembahasan dimulai dari kesaksian Alkitab mengenai kebangkitan Kristus. Injil dan tulisan-tulisan para rasul memberikan kesaksian bahwa Yesus yang disalibkan telah bangkit. Bagi iman Kristen, peristiwa tersebut menjadi dasar pemberitaan gereja. Kebangkitan bukan tambahan kecil dalam iman Kristen, melainkan bagian yang menentukan bagi pengakuan bahwa Yesus adalah Kristus dan Tuhan. Selanjutnya, buku ini melihat hubungan yang erat antara salib dan kebangkitan. Salib tanpa kebangkitan dapat dipahami hanya sebagai kisah penderitaan dan kematian seorang manusia. Namun, dalam kesaksian iman Kristen, kebangkitan menyatakan bahwa kematian Kristus bukanlah kekalahan terakhir. Allah menyatakan kuasa kehidupan-Nya melalui Kristus yang bangkit. Dari sini pembaca diarahkan kepada konsep eskatologis tentang “sudah tetapi belum.” Kebangkitan Kristus merupakan realitas yang telah terjadi, tetapi kepenuhan kemenangan atas maut masih menantikan penggenapan akhir. Kehidupan orang percaya berlangsung di antara peristiwa kebangkitan Kristus dan penggenapan Kerajaan Allah. Karena itu, gereja hidup dalam pengharapan sekaligus panggilan untuk bersaksi di tengah dunia. Salah satu pertanyaan penting yang dibahas adalah hubungan antara kebangkitan Kristus dan kebangkitan orang percaya. Jika Kristus adalah yang sulung dari antara orang-orang yang telah meninggal, maka kebangkitan-Nya menjadi dasar pengharapan bahwa kematian bukanlah tujuan akhir bagi mereka yang berada di dalam Kristus. Pengharapan tersebut memberikan makna baru terhadap kehidupan dan kematian. Perspektif eskatologis juga membawa pembaca kepada pembahasan mengenai kedatangan Kristus, penghakiman, dan kepenuhan Kerajaan Allah. Masa depan Kristen tidak sekadar berbicara mengenai kapan akhir zaman terjadi, tetapi terutama mengenai siapa yang memegang masa depan tersebut. Pengharapan eskatologis berpusat pada Allah yang setia menyelesaikan karya keselamatan-Nya. Buku ini kemudian menghubungkan pengharapan masa depan dengan tanggung jawab masa kini. Kebangkitan tidak mengajarkan manusia untuk melarikan diri dari dunia, melainkan memberikan dasar untuk menghidupi dunia dengan perspektif baru. Karena kehidupan memiliki tujuan dalam karya Allah, orang percaya dipanggil untuk mengerjakan kebaikan, memperjuangkan kasih, memelihara kesetiaan, melayani sesama, dan menjadi saksi Kristus. Pengharapan kebangkitan juga memiliki arti pastoral. Bagi mereka yang sedang berduka, kehilangan orang yang dikasihi, menghadapi ketakutan terhadap kematian, atau mengalami penderitaan yang panjang, berita kebangkitan memberikan ruang untuk berduka sekaligus berharap. Pengharapan Kristen tidak menyangkal kenyataan kematian, tetapi menegaskan bahwa kematian tidak memiliki kata terakhir. Pada akhirnya, TEOLOGI KEBANGKITAN KRISTUS mengarahkan pembaca kepada sebuah pemahaman bahwa kebangkitan merupakan pusat yang menghubungkan berbagai dimensi iman Kristen: Kristologi, soteriologi, ekklesiologi, antropologi teologis, dan eskatologi. Kebangkitan Kristus memberikan dasar bagi kehidupan baru sekarang sekaligus pengharapan akan kehidupan dalam kepenuhan karya Allah. Kristus yang bangkit adalah dasar pengharapan gereja: karena Dia telah mengalahkan maut, umat percaya dapat menjalani hari ini dengan iman dan memandang masa depan dengan pengharapan.
Status QRSBN
Nomor QRSBN
62-0430-04108-1
Tanggal Diterima
17 Sep 2026
Tanggal Pengajuan
17 Sep 2026
Status
TervalidasiPenerbit
Nama Penerbit
THEOVERRABOOKS
Lokasi
Kota Administrasi Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta