GURU SEKOLAH MINGGU
oleh Pdt.Remanto Tumanggor, MTh
THEOVERRABOOKS
Informasi Buku
Judul
GURU SEKOLAH MINGGU
Penulis
Pdt.Remanto Tumanggor, MTh
Edisi
Cetakan 1
Tahun Terbit
2026
Bulan Terbit
Agustus
Jumlah Halaman
109
Tinggi Buku
21 cm
Kelompok Pembaca
Dewasa
Jenis Pustaka
Non-Fiksi
Kategori Jenis
Buku Agama
Terbitan
THEOVERRABOOKS
Media
E-book (PDF)
Kategori Buku
E-book Kristiani
Klasifikasi DDC
230 — Teologi Doktrinal Kristen
Provinsi Terbit
Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Kota/Kab Terbit
Kota Administrasi Jakarta Barat
Link Buku
https://sites.google.com/view/remantobooks/e-book_1
Subject
Makna Teologis Panggilan Guru Sekolah Minggu
Deskripsi / Abstrak
GURU SEKOLAH MINGGU Makna Teologis Panggilan Guru Sekolah Minggu Guru sekolah minggu memiliki peran penting dalam kehidupan gereja karena melalui pelayanan mereka, anak-anak diperkenalkan kepada firman Tuhan, kehidupan iman, kasih, dan komunitas gerejawi. Pelayanan ini bukan sekadar kegiatan mengajar anak pada waktu tertentu, tetapi merupakan bagian dari pelayanan gereja dalam membentuk iman sejak usia dini. Buku Guru Sekolah Minggu mengajak pembaca memahami makna teologis dari panggilan menjadi guru sekolah minggu. Seorang guru tidak hanya dipandang sebagai penyampai materi Alkitab, tetapi sebagai pelayan yang mengambil bagian dalam tugas gereja untuk mendampingi anak-anak mengenal Allah dan bertumbuh dalam iman. Karena itu, pelayanan ini membutuhkan panggilan, tanggung jawab, keteladanan, dan kehidupan spiritual yang terus dibangun. Pembahasan buku ini menempatkan anak sebagai pribadi yang berharga di hadapan Allah. Anak bukan sekadar objek pengajaran, melainkan pribadi yang memiliki pengalaman, pertanyaan, perasaan, kemampuan, dan kebutuhan untuk didampingi. Guru sekolah minggu dipanggil untuk menciptakan suasana belajar yang aman, penuh kasih, menghargai anak, dan membantu mereka memahami iman secara sesuai dengan tahap perkembangan mereka. Buku ini juga membahas hubungan antara firman Tuhan dan proses pendidikan iman. Pengajaran Alkitab perlu disampaikan dengan setia sekaligus menggunakan pendekatan yang dapat dipahami anak. Cerita, gambar, permainan, lagu, percakapan, aktivitas kreatif, dan pengalaman sehari-hari dapat menjadi sarana pedagogis untuk membantu anak menghubungkan pesan Alkitab dengan kehidupannya. Selain kemampuan mengajar, karakter guru menjadi bagian penting dalam pelayanan. Anak belajar bukan hanya melalui apa yang dikatakan guru, tetapi juga melalui sikap dan perilaku yang mereka lihat. Kesabaran, keramahan, kejujuran, tanggung jawab, kepedulian, kerendahan hati, dan kemampuan mendengarkan menjadi bentuk keteladanan yang turut membentuk pengalaman iman anak. Buku ini juga mengingatkan bahwa pelayanan sekolah minggu tidak dapat dipisahkan dari keluarga dan gereja. Pendidikan iman anak membutuhkan kerja sama antara guru, orang tua, dan komunitas gerejawi. Ketika ketiganya saling mendukung, anak memperoleh lingkungan yang lebih konsisten untuk mengenal, memahami, dan menghidupi nilai-nilai iman Kristen. Pada akhirnya, Guru Sekolah Minggu mengajak setiap pelayan melihat tugas mengajar anak sebagai pelayanan yang memiliki nilai teologis dan pastoral. Guru sekolah minggu dipanggil bukan hanya untuk membuat anak mengetahui cerita-cerita Alkitab, tetapi untuk mendampingi mereka bertumbuh dalam iman, mengenal kasih Kristus, membangun karakter, dan menemukan tempatnya sebagai bagian dari tubuh Kristus.
Sinopsis
GURU SEKOLAH MINGGU Makna Teologis Panggilan Guru Sekolah Minggu Siapakah sebenarnya guru sekolah minggu? Apakah ia hanya seorang yang mengajar cerita Alkitab kepada anak-anak setiap hari Minggu? Buku Guru Sekolah Minggu mengajak pembaca melihat lebih dalam bahwa di balik tugas mengajar terdapat sebuah panggilan pelayanan yang memiliki makna teologis bagi kehidupan gereja. Pembahasan diawali dengan identitas guru sekolah minggu sebagai pelayan gereja. Guru dipanggil untuk mengambil bagian dalam proses pendidikan iman anak. Panggilan tersebut membutuhkan kesadaran bahwa setiap anak merupakan pribadi yang berharga dan perlu dilayani dengan kasih, kesabaran, penghargaan, dan tanggung jawab. Selanjutnya, buku ini membahas anak sebagai bagian penting dari komunitas iman. Anak tidak boleh dipandang hanya sebagai “gereja masa depan”, karena mereka juga merupakan bagian dari kehidupan gereja pada masa kini. Karena itu, pelayanan kepada anak perlu memberikan ruang bagi mereka untuk berdoa, bertanya, belajar, berelasi, bermain, dan mengalami kasih dalam komunitas gerejawi. Bagian berikutnya menguraikan tugas guru dalam menyampaikan firman Tuhan. Mengajarkan Alkitab kepada anak membutuhkan kesetiaan terhadap pesan firman sekaligus kemampuan menerjemahkan pesan tersebut ke dalam bahasa dan pengalaman yang dapat dipahami anak. Guru perlu mengenal dunia anak agar pengajaran tidak berhenti pada hafalan, tetapi membantu anak menemukan makna iman dalam kehidupannya. Buku ini kemudian memberi perhatian pada keteladanan guru. Seorang guru dapat menyampaikan banyak nasihat tentang kasih, tetapi anak akan belajar lebih dalam ketika melihat kasih tersebut diwujudkan dalam perilaku gurunya. Cara guru berbicara, mendengarkan, menyelesaikan konflik, memperlakukan anak, dan menjalankan tanggung jawab menjadi bagian dari proses pendidikan iman. Hubungan antara sekolah minggu, keluarga, dan gereja juga menjadi bagian penting dalam buku ini. Pendidikan iman tidak berlangsung secara terpisah. Apa yang dipelajari anak di sekolah minggu perlu mendapat dukungan dalam keluarga, sementara gereja perlu menyediakan lingkungan yang memungkinkan anak merasa diterima dan menjadi bagian dari persekutuan. Di tengah perkembangan zaman, guru sekolah minggu juga menghadapi tantangan baru. Anak-anak hidup dalam dunia yang dipengaruhi teknologi, media digital, perubahan budaya, dan berbagai informasi. Karena itu, guru membutuhkan kreativitas dan kebijaksanaan agar pelayanan tetap relevan tanpa kehilangan dasar iman Kristen. Pada akhirnya, Guru Sekolah Minggu merupakan refleksi mengenai panggilan untuk melayani generasi anak-anak melalui pengajaran dan keteladanan. Menjadi guru sekolah minggu berarti mengambil bagian dalam karya pendidikan iman gereja—menabur firman, membangun karakter, mendampingi pertumbuhan, dan menghadirkan kasih Kristus dalam kehidupan anak-anak.
Status QRSBN
Nomor QRSBN
62-0430-04114-2
Tanggal Diterima
17 Sep 2026
Tanggal Pengajuan
17 Sep 2026
Status
TervalidasiPenerbit
Nama Penerbit
THEOVERRABOOKS
Lokasi
Kota Administrasi Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta