Logo
QRSBN QR Code Standard Book Number
Home Search Book Detail
QRSBN Verified

Aksara Mimpi

by Risky Pramana Ismail

Penerbit Edwrite Indonesia

62-0085-03116-3
QR Code

Book Information

Title

Aksara Mimpi

Author

Risky Pramana Ismail

Edition

1

Series

1

Publication Month

Maret

Number of Pages

198

Book Height

21 cm

Reader Group

Semua Usia

Library Type

Fiksi

Genre Category

Novel

Publication

Edwrite Publishing

Media

Buku

Book Category

Fiksi

DDC Classification

302 — Interaksi Sosial

Publication Province

Jawa Barat

Publication City/District

Kab. Bandung

Distributor

Edwrite Publishing

Book Link

https://docs.google.com/document/d/1Y0oD9cizkFGjWD-J09MfyrDuvZsw_bb-/edit?usp=sharing&ouid=106678529477714433881&rtpof=true&sd=true

Subject

story life

Description / Abstract

Aksara Mimpi adalah kisah tentang pertemuan yang melampaui perjumpaan fisik: pertemuan rasa, kesadaran, dan keberanian untuk saling memahami dalam perbedaan. Kesadaran semacam itu tidak hadir dalam ruang hampa, melainkan tumbuh dari sebuah perjumpaan yang sederhana. Cerita ini berawal dari momen sederhana di tepi pantai, ketika sekelompok anak muda dengan latar belakang dan cara pandang yang berbeda duduk bersama tanpa rencana besar, tanpa janji yang diucapkan. Dari obrolan ringan, candaan spontan, keheningan malam, tumbuh menjadi sebuah ikatan yang perlahan terbentuk tanpa disadari. Dalam kebersamaan yang singkat namun bermakna, mereka memahami bahwa ketidak sempurnaan justru menjadi bahasa paling jujur untuk saling mengenal. Tidak ada sosok yang paling benar atau paling bijak; yang ada hanyalah individu-individu yang sedang belajar serta berproses memahami hidup dengan caranya masing-masing. Perbedaan sudut pandang kerap menghadirkan gesekan, namun melalui pertemuan yang menyentuh inti rasa, mereka menemukan ruang untuk saling mendengar tanpa saling menguasai. Seperti ungkapan Søren Kierkegaard, “Hidup hanya bisa dipahami dengan melihat ke belakang, tetapi harus dijalani dengan melihat ke depan.” Kesadaran itu tumbuh dari kebersamaan yang sederhana dan hubungan dengan lingkungan di sekitarnya. Alam hadir bukan sekadar latar, melainkan rumah kedua yang menenangkan sekaligus mengajarkan keseimbangan. Di sanalah mereka belajar bahwa kekuatan tidak selalu berarti dominasi, dan hidup tidak selalu berjalan lurus menuju tujuan besar. Justru momen-momen kecil yang kerap terlewatkan sering kali menyimpan makna paling dalam. Dari proses itulah muncul kesadaran akan rapuhnya ingatan manusia, yang mendorong mereka menuliskan perjalanan ini dalam sebuah jurnal. Bukan untuk mengabadikan diri, melainkan sebagai aksara sederhana yang kelak dapat dibaca ulang oleh diri mereka di masa depan, atau oleh generasi setelahnya. Aksara Mimpi bukanlah kisah tentang siapa yang paling hebat, melainkan tentang bagaimana manusia belajar berjalan bersama, merawat perbedaan, dan menjaga keseimbangan antara pikiran, rasa, serta tujuan hidup. Sebuah pengingat bahwa perubahan besar selalu berawal dari keberanian menata diri sendiri, sejalan dengan firman Allah, “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d: 11)

Synopsis

Aksara Mimpi adalah kisah tentang pertemuan yang melampaui perjumpaan fisik: pertemuan rasa, kesadaran, dan keberanian untuk saling memahami dalam perbedaan. Kesadaran semacam itu tidak hadir dalam ruang hampa, melainkan tumbuh dari sebuah perjumpaan yang sederhana. Cerita ini berawal dari momen sederhana di tepi pantai, ketika sekelompok anak muda dengan latar belakang dan cara pandang yang berbeda duduk bersama tanpa rencana besar, tanpa janji yang diucapkan. Dari obrolan ringan, candaan spontan, keheningan malam, tumbuh menjadi sebuah ikatan yang perlahan terbentuk tanpa disadari. Dalam kebersamaan yang singkat namun bermakna, mereka memahami bahwa ketidak sempurnaan justru menjadi bahasa paling jujur untuk saling mengenal. Tidak ada sosok yang paling benar atau paling bijak; yang ada hanyalah individu-individu yang sedang belajar serta berproses memahami hidup dengan caranya masing-masing. Perbedaan sudut pandang kerap menghadirkan gesekan, namun melalui pertemuan yang menyentuh inti rasa, mereka menemukan ruang untuk saling mendengar tanpa saling menguasai. Seperti ungkapan Søren Kierkegaard, “Hidup hanya bisa dipahami dengan melihat ke belakang, tetapi harus dijalani dengan melihat ke depan.” Kesadaran itu tumbuh dari kebersamaan yang sederhana dan hubungan dengan lingkungan di sekitarnya. Alam hadir bukan sekadar latar, melainkan rumah kedua yang menenangkan sekaligus mengajarkan keseimbangan. Di sanalah mereka belajar bahwa kekuatan tidak selalu berarti dominasi, dan hidup tidak selalu berjalan lurus menuju tujuan besar. Justru momen-momen kecil yang kerap terlewatkan sering kali menyimpan makna paling dalam. Dari proses itulah muncul kesadaran akan rapuhnya ingatan manusia, yang mendorong mereka menuliskan perjalanan ini dalam sebuah jurnal. Bukan untuk mengabadikan diri, melainkan sebagai aksara sederhana yang kelak dapat dibaca ulang oleh diri mereka di masa depan, atau oleh generasi setelahnya. Aksara Mimpi bukanlah kisah tentang siapa yang paling hebat, melainkan tentang bagaimana manusia belajar berjalan bersama, merawat perbedaan, dan menjaga keseimbangan antara pikiran, rasa, serta tujuan hidup. Sebuah pengingat bahwa perubahan besar selalu berawal dari keberanian menata diri sendiri, sejalan dengan firman Allah, “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d: 11)

QRSBN Status

QRSBN Number

62-0085-03116-3

Date Accepted

07 Mar 2026

Submission Date

07 Mar 2026

Status

Validated

Publisher

Publisher Name

Penerbit Edwrite Indonesia

Location

Kab. Bandung, Jawa Barat