Berhenti Berceramah: Lima Cara Media Digital Menghidupkan Kelas Ekonomi di SMA
oleh Aprillia Zachra; Moko Fitriawan; Putri Perdian Mustika; Sofia Nazmatul Alqibtiah; Wiwi; Asep Hidayat
CV. Nas Media Pustaka
Informasi Buku
Judul
Berhenti Berceramah: Lima Cara Media Digital Menghidupkan Kelas Ekonomi di SMA
Penulis
Aprillia Zachra; Moko Fitriawan; Putri Perdian Mustika; Sofia Nazmatul Alqibtiah; Wiwi; Asep Hidayat
Edisi
Monograf
Seri
Tidak berseri
Tahun Terbit
2026
Bulan Terbit
September
Jumlah Halaman
100
Tinggi Buku
21 cm
Kelompok Pembaca
Umum
Jenis Pustaka
Non-Fiksi
Kategori Jenis
Buku Umum
Terbitan
PT. Nas Media Indonesia
Media
Buku
Kategori Buku
Umum
Klasifikasi DDC
002 — Buku
Provinsi Terbit
Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Kota/Kab Terbit
Kota Administrasi Jakarta Selatan
Distributor
https://idebuku.id/store/wp-admin/
Link Buku
https://idebuku.id/store/product/berhenti-berceramah-lima-cara-media-digital-menghidupkan-kelas-ekonomi-di-sma/
Deskripsi / Abstrak
Pernahkah raut muka siswa Anda amati pada saat jam pelajaran ekonomi baru dibuka? Ada yang menundukkan kepala, ada pula yang tenggelam dalam layar gawai, dan hanya sebagian kecil menghadap ke depan dengan sorot mata penasaran. Pemandangan semacam itu lazim dijumpai di banyak sekolah, dan sayangnya ia mencerminkan masalah yang sering dipandang sepele, yakni lemahnya minat belajar. Padahal keberhasilan sebuah pembelajaran sangat bertumpu pada minat belajar sebagai salah satu fondasinya. Siswa yang berminat umumnya menyimak dengan serius, ikut ambil bagian dalam diskusi, menikmati jalannya pelajaran, serta terdorong menyelami materi lebih jauh (Slameto, 2021; Djaali, 2020). Apabila keempat hal tersebut, yakni perasaan senang, perhatian, keterlibatan aktif, dan ketertarikan untuk belajar, tidak kunjung tumbuh, materi apa pun yang guru sampaikan hanya akan menjadi pengetahuan yang lekas menguap. Pada mata pelajaran ekonomi, masalah tersebut terasa jauh lebih tajam. Kandungan materinya dipenuhi gagasan abstrak, sebut saja permintaan dan penawaran, inflasi, pasar, sampai sistem pembayaran, yakni hal-hal yang tidak kasatmata dan menghendaki penalaran logis serta analitis. Bila hal itu berpadu dengan metode mengajar yang monoton, wajar apabila ekonomi dinilai banyak siswa sebagai pelajaran yang berat lagi menjemukan. Ironisnya, siswa SMA hari ini justru dibesarkan bersama teknologi digital dan telah terbiasa dengan aktivitas serba interaktif. Terbentang jurang yang kentara antara gaya belajar yang mereka gemari dengan gaya mengajar yang selama ini mereka terima.
Sinopsis
Betapa pentingnya minat belajar bahkan sudah tercermin dalam kebijakan pendidikan tingkat nasional. Lewat Kurikulum Merdeka, pemerintah menekankan keharusan guru menghadirkan pembelajaran yang bermakna, menggembirakan, dan relevan, yang penyelenggaraannya menyesuaikan kesanggupan, ketertarikan, serta corak belajar masing-masing siswa (Kemendikbudristek, 2022). Artinya, menumbuhkan minat belajar bukan hanya persoalan pedagogis, tetapi juga tuntutan kebijakan yang mendesak. Persoalan berikutnya, dengan cara apa hal itu diwujudkan?
Status QRSBN
Nomor QRSBN
62-0071-04133-7
Tanggal Diterima
22 Sep 2026
Tanggal Pengajuan
22 Sep 2026
Status
TervalidasiPenerbit
Nama Penerbit
CV. Nas Media Pustaka
Lokasi
Kota Makassar, Sulawesi Selatan