Logo
QRSBN QR Code Standard Book Number
Beranda Pencarian Detail Buku
Terverifikasi QRSBN

Dari Perut Bumi ke Masa Depan: Hilirisasi Warisan untuk Negeri

oleh Dr Raden Sukhyar

PT Komunikasi Pendidikan Bangsa

62-0351-04383-4
QR Code

Informasi Buku

Judul

Dari Perut Bumi ke Masa Depan: Hilirisasi Warisan untuk Negeri

Penulis

Dr Raden Sukhyar

Edisi

Cetakan 1

Tahun Terbit

2026

Bulan Terbit

November

Jumlah Halaman

490

Tinggi Buku

21 cm

Kelompok Pembaca

Profesional/Praktisi

Jenis Pustaka

Buku Ilmiah/Akademik

Kategori Jenis

Buku Referensi

Terbitan

2026

Media

Buku

Klasifikasi DDC

671 — Pengolahan Logam & Produk Logam Primer

Provinsi Terbit

Banten

Kota/Kab Terbit

Kabupaten Tangerang

Distributor

PT Komunikasi Pendidikan Bangsa

Link Buku

https://www.sainsindonesia.id/2026/11/04/dari-perut-bumi-ke-masa-depan-hilirisasi-warisan-untuk-negeri/

Subject

Hilirisasi Minerba

Deskripsi / Abstrak

Buku berjudul "Dari Perut Bumi ke Masa Depan: Hilirisasi Warisan untuk Negeri" ini membahas perjalanan panjang pengelolaan sumber daya mineral Indonesia, mulai dari peran mineral dalam membentuk peradaban manusia, perkembangan kebijakan pertambangan nasional, evolusi peraturan perundang-undangan, hingga implementasi hilirisasi dan pengembangan industri berbasis mineral. Berangkat dari pemikiran bahwa kekayaan mineral merupakan anugerah sekaligus amanah konstitusi sebagaimana tertuang dalam Pasal 33 UUD 1945, buku ini menguraikan pentingnya transformasi sumber daya alam dari sekadar komoditas ekspor menjadi modal strategis pembangunan nasional. Pembahasan mencakup dinamika kebijakan mineral, perjalanan lahirnya Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, kewajiban pengolahan dan pemurnian di dalam negeri, serta berbagai tantangan dalam pelaksanaan kebijakan hilirisasi. Dengan memadukan perspektif geologi, metalurgi, ekonomi, teknologi, dan kebijakan publik, buku karya Dr Raden Sukhyar ini mengulas perkembangan hilirisasi sejumlah komoditas strategis, antara lain nikel, aluminium, tembaga, timah, silika, besi, dan logam tanah jarang. Buku ini juga menyoroti pentingnya membangun keterkaitan industri dari hulu, antara, hingga hilir, bahkan sampai menghasilkan produk akhir yang memiliki daya saing global. Melalui pengalaman langsung penulis dalam perumusan kebijakan dan pengembangan sektor mineral nasional, buku ini menawarkan refleksi sekaligus pemikiran strategis mengenai masa depan industrialisasi Indonesia. Hilirisasi pada akhirnya bukan sekadar meningkatkan nilai ekonomi mineral, melainkan membangun penguasaan teknologi, memperkuat sumber daya manusia, menciptakan industri manufaktur yang mandiri, serta memastikan kekayaan alam memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.

Sinopsis

### DARI PERUT BUMI KE MASA DEPAN **HILIRISASI WARISAN UNTUK NEGERI** Indonesia memiliki kekayaan mineral yang melimpah. Namun, apakah kekayaan itu telah benar-benar menjadi kekuatan bagi bangsa? Mengapa negara-negara yang tidak memiliki sumber daya mineral berlimpah justru mampu tumbuh menjadi kekuatan industri dunia? Dan bagaimana Indonesia dapat mengubah keunggulan kekayaan alam menjadi keunggulan teknologi dan daya saing ekonomi? Pertanyaan-pertanyaan mendasar itulah yang menjadi pintu masuk buku ini. Dr. Raden Sukhyar membawa pembaca menyusuri perjalanan panjang mineral dalam peradaban manusia, sekaligus menelusuri sejarah pengelolaan sumber daya mineral Indonesia. Dari pemanfaatan logam pada masa lampau hingga revolusi industri modern, mineral terbukti menjadi fondasi perkembangan teknologi, transportasi, infrastruktur, dan industri manufaktur. Namun, perjalanan menuju industrialisasi tidak berlangsung sederhana. Ada dinamika kebijakan, tarik-menarik kepentingan ekonomi dan politik, perubahan regulasi, serta perjuangan panjang untuk menempatkan kekayaan mineral sebagai modal pembangunan nasional. Salah satu tonggak penting perjalanan tersebut adalah lahirnya Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Kebijakan yang mewajibkan pengolahan dan pemurnian mineral di dalam negeri menjadi titik balik dalam upaya mengakhiri ketergantungan pada ekspor bahan mentah. Penulis, yang terlibat langsung dalam proses perumusan kebijakan tersebut dan pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Mineral dan Batubara, mengungkap berbagai pemikiran, perdebatan, tantangan, dan dinamika implementasinya. Melalui pembahasan yang komprehensif, buku ini menguraikan perkembangan hilirisasi berbagai komoditas strategis, mulai dari nikel, aluminium, tembaga, timah, silika, besi, hingga logam tanah jarang. Pembaca diajak memahami proses pengolahan mineral, perkembangan investasi, pembangunan smelter, perubahan rantai pasok global, serta peluang pengembangan industri manufaktur nasional. Akan tetapi, penulis mengingatkan bahwa hilirisasi tidak boleh berhenti pada keberhasilan mengolah bijih menjadi logam. Tantangan sesungguhnya adalah membangun mata rantai industri yang utuh, dari hulu hingga produk akhir. Indonesia harus mampu menguasai teknologi, memperkuat riset dan inovasi, mengembangkan industri komponen, serta menyiapkan sumber daya manusia yang kompetitif. Pada akhirnya, buku ini membawa satu pesan penting: kekayaan mineral adalah warisan alam yang tidak terbarukan. Nilai sejatinya tidak diukur dari berapa banyak yang berhasil ditambang, melainkan dari seberapa besar kemampuan bangsa mengubahnya menjadi kemajuan industri, kemandirian teknologi, dan kesejahteraan masyarakat. Inilah perjalanan dari perut bumi menuju masa depan. Sebuah ikhtiar menjadikan kekayaan mineral bukan sekadar warisan alam, melainkan warisan peradaban bagi generasi mendatang.

Status QRSBN

Nomor QRSBN

62-0351-04383-4

Tanggal Diterima

05 Nov 2026

Tanggal Pengajuan

05 Nov 2026

Status

Tervalidasi

Penerbit

Nama Penerbit

PT Komunikasi Pendidikan Bangsa

Lokasi

Kabupaten Tangerang, Banten