Karena Ibuku, Aku Jadi Guru
oleh Anis Rusmawati, S.Pd.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo
Informasi Buku
Judul
Karena Ibuku, Aku Jadi Guru
Penulis
Anis Rusmawati, S.Pd.
Edisi
-
Seri
-
Tahun Terbit
2026
Bulan Terbit
Oktober
Jumlah Halaman
54
Tinggi Buku
14 cm
Kelompok Pembaca
Umum
Jenis Pustaka
Fiksi
Kategori Jenis
Buku Umum
Terbitan
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo
Media
Buku
Kategori Buku
Pendidikan
Klasifikasi DDC
371 — Sekolah dan Kegiatannya
Provinsi Terbit
Jawa Timur
Kota/Kab Terbit
Kota Probolinggo
Distributor
-
Link Buku
https://sites.google.com/admin.smp.belajar.id/ketenagaan/program-kegiatan/penulisan-buku-solo#h.szwmr1bmjag3
Subject
Pendidikan
Deskripsi / Abstrak
Setelah semua perjalanan, tawa, lelah, dan keajaiban kecil yang terjadi di kelas, saya semakin yakin : mengajar adalah salah satu cara paling indah untuk mencintai kehidupan. Menjadi guru bukan hanya tentang memberi ilmu, tetapi juga tentang menanam harapan. Kita menanamnya setiap kali menatap mata murid yang berusaha memahami, setiap kali tersenyum saat mereka berani mencoba, setiap kali memaafkan ketika mereka melakukan kesalahan. Karena di balik setiap usaha mereka, ada hati yang ingin tumbuh—dan kita, para guru, adalah tanah tempat benih itu berakar. Saya belajar bahwa tidak semua hari akan indah, tapi setiap hari selalu punya makna. Ada hari di mana kelas terasa berat, di mana semangat murid menurun, dan keyakinan diri saya pun goyah. Namun di tengah semua itu, selalu ada satu hal yang menguatkan: keyakinan bahwa setiap langkah kecil yang kita lakukan hari ini mungkin akan menjadi cahaya bagi mereka di masa depan. Mengajar adalah cara saya memahami hidup, dan setiap murid adalah cermin yang memantulkan siapa saya sesungguhnya. Mereka mengajarkan saya arti sabar, empati, ketulusan, dan keteguhan. Mereka mengingatkan saya bahwa pendidikan sejati tidak hanya membentuk kecerdasan, tetapi juga membangun jiwa—baik jiwa mereka, maupun jiwa saya. Dan jika suatu hari nanti mereka telah tumbuh, menapaki dunia dengan caranya masing-masing, saya tidak berharap mereka mengingat semua pelajaran Bahasa Inggris yang pernah saya ajarkan. Saya hanya berharap mereka mengingat bahwa pernah ada seorang guru yang percaya kepada mereka, yang menatap mereka dengan kasih, dan berkata, “Kamu bisa. Jangan berhenti belajar.” Karena pada akhirnya, itulah makna sejati mengajar: bukan sekadar membuat mereka tahu, tetapi membuat mereka percaya.
Sinopsis
Setelah semua perjalanan, tawa, lelah, dan keajaiban kecil yang terjadi di kelas, saya semakin yakin : mengajar adalah salah satu cara paling indah untuk mencintai kehidupan. Menjadi guru bukan hanya tentang memberi ilmu, tetapi juga tentang menanam harapan. Kita menanamnya setiap kali menatap mata murid yang berusaha memahami, setiap kali tersenyum saat mereka berani mencoba, setiap kali memaafkan ketika mereka melakukan kesalahan. Karena di balik setiap usaha mereka, ada hati yang ingin tumbuh—dan kita, para guru, adalah tanah tempat benih itu berakar. Saya belajar bahwa tidak semua hari akan indah, tapi setiap hari selalu punya makna. Ada hari di mana kelas terasa berat, di mana semangat murid menurun, dan keyakinan diri saya pun goyah. Namun di tengah semua itu, selalu ada satu hal yang menguatkan: keyakinan bahwa setiap langkah kecil yang kita lakukan hari ini mungkin akan menjadi cahaya bagi mereka di masa depan. Mengajar adalah cara saya memahami hidup, dan setiap murid adalah cermin yang memantulkan siapa saya sesungguhnya. Mereka mengajarkan saya arti sabar, empati, ketulusan, dan keteguhan. Mereka mengingatkan saya bahwa pendidikan sejati tidak hanya membentuk kecerdasan, tetapi juga membangun jiwa—baik jiwa mereka, maupun jiwa saya. Dan jika suatu hari nanti mereka telah tumbuh, menapaki dunia dengan caranya masing-masing, saya tidak berharap mereka mengingat semua pelajaran Bahasa Inggris yang pernah saya ajarkan. Saya hanya berharap mereka mengingat bahwa pernah ada seorang guru yang percaya kepada mereka, yang menatap mereka dengan kasih, dan berkata, “Kamu bisa. Jangan berhenti belajar.” Karena pada akhirnya, itulah makna sejati mengajar: bukan sekadar membuat mereka tahu, tetapi membuat mereka percaya.
Status QRSBN
Nomor QRSBN
62-0428-04237-8
Tanggal Diterima
07 Oct 2026
Tanggal Pengajuan
07 Oct 2026
Status
TervalidasiPenerbit
Nama Penerbit
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo
Lokasi
Kota Probolinggo, Jawa Timur